GAMKI Cs akan Tempuh Jalur Hukum atas Pernyataan Jusuf Kalla
Radio Tangerang Heartline FM – DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga Kristen menyatakan akan melaporkan Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla ke Polri.
Langkah ini diambil menyusul beredarnya video pernyataan Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada yang menuai polemik di tengah masyarakat.
Dalam potongan video tersebut, JK menyinggung konflik bernuansa agama seperti di Poso dan Ambon. Ia menyatakan, konflik kerap terjadi karena masing-masing pihak meyakini tindakan membunuh atau terbunuh dalam konflik sebagai bentuk syahid, sehingga menyulitkan proses perdamaian.
Menanggapi pernyataan tersebut, GAMKI bersama sejumlah organisasi, di antaranya Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) dan Asosiasi Pendeta Indonesia (API), menggelar konferensi pers dan menyampaikan sikap resmi.
Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Sinurat, menyampaikan tiga poin utama. “Pertama, ajaran Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang lain sebagai jalan menuju keselamatan. Sebaliknya, ajaran tersebut menekankan kasih terhadap sesama, termasuk kepada musuh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4).
Kedua, sambung Sahat, pernyataan JK dinilai menyakiti umat Kristen serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
“Ketiga, maka bersama ini kami yang terdiri dari berbagai lembaga Kristen dan organisasi masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke Kepolisian RI,” lanjutnya.
Selepas menyampaikan pernyataan sikap, perwakilan organisasi yang hadir bertolak dari Sekretariat DPP GAMKI di kawasan Menteng, Jakarta Pusat menuju kantor Kepolisian untuk membuat laporan resmi.
Pernyataan sikap dan konferensi pers GAMKI dilakukan bersama Dewan Pakar Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Perjuangan Masyarakat Pluralisme, DPP Si Pitung, DPP Horas Bangso Batak, DPP Pasukan Manguni Makasiouw, DPP Aliansi Timur Indonesia, Tim Manguni, dan Timur Indonesia Bersatu.
Kemudian, dari Pemuda Batak Bersatu, Advokat Raja-Raja Batak, Gaharu Nusantara Bersinar, Diaspora, Tegas Jaga Indonesia, Patriot Garda Indonesia, Badan Kerja Sama Gereja dan Lembaga, Forum Jurnalis Batak, Garda Borgo Manguni, Seknas Indonesia Maju, dan Kejayaan Nusantara Cerdas
Sebelumnya, juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menepis tuduhan bahwa sang mantan wakil presiden menista atau memfitnah ajaran Kristen. Menurut Husain, tuduhan yang diunggah oleh beberapa akun Instagram tidak benar dan telah keluar dari konteks aslinya.
Husain menyebut, JK sedang berbicara dalam konteks sejarah konflik Poso dan Ambon pada masa awal reformasi yang bernuansa SARA ketika memberi ceramah di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Kamis (5/3/2026) malam.
Sumber : mediaindonesia.com
Foto : DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga Kristen menyatakan akan melaporkan Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla ke Polri.(Dok. Istimewa)
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
