Intelijen AS: 90% Fasilitas Rudal Bawah Tanah Iran Kembali Beroperasi
Radio Tangerang Heartline FM – Sebuah laporan intelijen Amerika Serikat yang baru saja dideklasifikasi mengungkap fakta mengejutkan: kekuatan rudal Iran nyatanya belum habis. Meskipun pemerintahan Presiden Donald Trump berulang kali menyatakan militer Teheran telah dilumpuhkan, temuan terbaru per awal Mei 2026 justru menunjukkan pemulihan operasional yang signifikan.
Pemulihan Situs Strategis di Selat Hormuz
Laporan tersebut merinci bahwa Iran telah berhasil memulihkan akses ke sebagian besar infrastruktur militernya yang krusial. Salah satu fokus utama adalah jalur logistik energi global, yakni Selat Hormuz.
- Situs Rudal: Dari 33 lokasi rudal di sepanjang Selat Hormuz, 30 lokasi dilaporkan sudah kembali berfungsi penuh.
- Inventaris Senjata: Iran diperkirakan masih memegang 70% dari total persediaan rudal dan peluncur bergerak (mobile launchers) yang mereka miliki sebelum konflik pecah.
- Benteng Bawah Tanah: Hampir 90% fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal bawah tanah di seluruh penjuru negeri kini berada dalam status operasional, baik sebagian maupun seluruhnya.
Ketegangan Diplomatik dan Penyangkalan Gedung Putih
Gedung Putih merespons laporan ini dengan nada skeptis dan cenderung konfrontatif. Juru bicara pemerintah, Olivia Wales, menepis temuan tersebut dan menyebut pihak-pihak yang meyakini kebangkitan militer Iran sebagai kelompok yang “delusional”.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan kebuntuan jalur diplomasi:
- Gagalnya Perundingan Islamabad: Mediasi yang dipimpin Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan permanen setelah pembicaraan di Islamabad menemui jalan buntu.
- Penolakan Trump: Presiden Donald Trump secara tegas menolak proposal terbaru dari Teheran untuk mengakhiri perang, dengan menyebut poin-poin yang diajukan Iran “sama sekali tidak dapat diterima.”
Dampak pada Stabilitas Kawasan
Konflik yang bermula dari serangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu telah mengubah peta stabilitas Teluk. Penutupan Selat Hormuz sebelumnya sempat mengguncang harga energi dunia, dan dengan pulihnya 30 situs rudal di wilayah tersebut, risiko gangguan terhadap jalur pelayaran internasional kembali meningkat tajam.
Hingga saat ini, gencatan senjata yang diperpanjang oleh Trump masih berlangsung tanpa batas waktu yang jelas, sementara Pakistan terus berupaya menjadi jembatan komunikasi di tengah jurang perbedaan yang masih sangat lebar antara Washington dan Teheran.
Ditulis ulang oleh redaksi
FOTO :Laporan intelijen AS menyebut Iran masih memiliki sebagian besar kemampuan rudal dan fasilitas bawah tanahnya, meski sebelumnya diklaim telah dilemahkan oleh serangan militer.(AFP)
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
