IWC dan Komunitas Katolik Karismatik Berkolaborasi Lewat Album One Character
Radio Tangerang Heartline FM – Intimacy Worship Community (IWC) berkolaborasi dengan Komunitas Katolik Karismatik dalam sebuah konser live recording bertajuk One Character sebagai upaya menghadirkan karya musik rohani yang melampaui sekat denominasi gereja dan mengajak masyarakat semakin dekat kepada Tuhan.
Kolaborasi tersebut diperkenalkan dalam program Cemilan Sore Radio Heartline yang disiarkan langsung dari Heartline Center, Lippo Village, Karawaci, Tangerang pada sore hari. Dalam kesempatan itu, IWC menampilkan sejumlah lagu, di antaranya Nyata, Dahsyat dan Hebat, serta Happy Aja, sekaligus menceritakan proses lahirnya album One Character.
Perwakilan IWC, Uli, mengatakan kolaborasi dengan Komunitas Katolik Karismatik berangkat dari kerinduan untuk memperluas pelayanan melalui musik dan menghadirkan karya yang dapat memberkati lebih banyak orang.
“Yang penting satu tujuan, yaitu untuk memuliakan Tuhan. Bukan lagi dibatasi sekat gereja mana atau komunitas mana, tetapi bersama-sama membuat karya yang bisa memberi dampak dan memberkati banyak orang,” ujar Uli.
Menurut Uli, proses persiapan konser live recording yang digelar pada Februari 2026 memakan waktu sekitar enam bulan. Lamanya persiapan disebabkan para personel berasal dari berbagai profesi dan daerah, sehingga penjadwalan latihan menjadi tantangan tersendiri.
“Semua punya pekerjaan masing-masing, ada yang dari Jakarta dan Tangerang. Karena itu kami membutuhkan waktu sekitar enam bulan sampai akhirnya bisa menyatukan jadwal dan konsep,” katanya.
Pencipta lagu, Roni Noviar, mengungkapkan album One Character tidak hanya menggambarkan satu karakter yang hendak dituju, yakni karakter Kristus, tetapi juga menjadi simbol persatuan berbagai komunitas dalam memuliakan Tuhan.
“One di sini bukan hanya berarti satu karakter, yaitu karakter Yesus Kristus, tetapi juga menjadi simbol bahwa kita menjadi satu tanpa sekat untuk menyembah Tuhan yang sama,” ujarnya.
Selain menghasilkan karya musik, IWC juga memiliki program pembinaan rohani bertajuk JEDA (Jernihkan Diri di Hadapan Allah). Melalui program tersebut, anggota komunitas diajak membangun kebiasaan membaca satu pasal Alkitab setiap hari dan saling membagikan hasil perenungan melalui grup WhatsApp.
Uli mengatakan komunitas itu ingin membangun kebiasaan membaca firman Tuhan, terutama bagi orang-orang yang sudah lama menjadi Kristen, tetapi belum memiliki disiplin untuk melakukannya setiap hari.
Sementara itu, Rahel menggambarkan IWC sebagai “rumah kedua” yang diharapkan mampu menjadi tempat bertumbuh bagi generasi muda melalui musik dan perenungan firman Tuhan.
“Kami ingin bukan hanya membuat lagu, tetapi juga membangun kebiasaan membaca firman Tuhan setiap hari sehingga orang semakin mengenal Tuhan,” kata Rahel.
Di akhir acara, Uli mengajak masyarakat untuk terus berkarya bagi Tuhan dan tidak menyerah menghadapi berbagai persoalan hidup.
“Dengan semua permasalahan, bawa semuanya kepada Tuhan karena Dia pasti memberikan kelegaan dan jalan keluar. Jangan pernah berhenti berkarya untuk Tuhan,” ujarnya.
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
