Doulos Hope, Kapal Pameran Buku Terapung, Hadir di Jakarta: Bawa Ribuan Buku dan Pesan Harapan
Radio Tangerang Heartline FM — Kapal pameran buku terapung Doulos Hope akan hadir di Indonesia dan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman membaca sekaligus berinteraksi dengan kru dari berbagai negara.
Kapal tersebut dijadwalkan berlabuh di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, dan dibuka untuk masyarakat mulai 16 September hingga 11 Oktober 2026. Pengunjung dapat datang setiap hari pada pukul 13.30 hingga 21.00 WIB. Informasi mengenai kegiatan juga disampaikan melalui media sosial IG @douloushope_indonesia.
Kehadiran Doulos Hope di Indonesia bukan sekadar menghadirkan pameran buku. Kapal ini membawa misi untuk mempertemukan masyarakat dengan buku, pengetahuan, budaya, serta orang-orang dari berbagai belahan dunia.
Melania Josefina, kru Doulos Hope asal Kalimantan Barat, mengatakan kapal tersebut memiliki kru dari berbagai negara. Lebih dari 100 orang dari sekitar 35 negara tinggal dan bekerja di dalam kapal.
Menurutnya, pengunjung nantinya tidak hanya dapat melihat dan membeli buku, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para kru yang memiliki latar belakang budaya berbeda.

Membawa Beragam Jenis Buku
Doulos Hope menghadirkan berbagai kategori buku yang dapat dinikmati masyarakat. Koleksinya mencakup buku pendidikan, buku anak-anak, buku keluarga, parenting hingga leadership.
Konsep tersebut membuat kunjungan ke kapal tidak hanya ditujukan bagi pembaca dewasa. Keluarga yang membawa anak juga dapat menjadikan kunjungan tersebut sebagai pengalaman edukatif sekaligus rekreasi.
Bagi Melania dan Madalena Reinaldo dari Portugal, keberadaan buku fisik tetap memiliki nilai tersendiri di tengah perkembangan teknologi digital.
Melania menilai pengunjung dapat menemukan buku secara tidak terduga ketika berkeliling di area pameran. Sementara Madalena melihat pengalaman memegang, membuka halaman, dan bertukar buku secara langsung berbeda dengan sekadar mengirim atau membaca buku melalui perangkat digital.
Madalena juga menilai pengalaman membaca buku fisik menjadi semakin penting bagi anak-anak karena mereka dapat berinteraksi secara langsung dengan buku, bukan hanya melihatnya melalui layar.
Lebih dari Sekadar Pameran Buku
Salah satu daya tarik Doulos Hope adalah pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung. Masyarakat yang datang tidak hanya melihat koleksi buku, tetapi juga dapat bertemu dan berbincang dengan kru dari berbagai negara.
Pengunjung keluarga juga dapat menikmati sejumlah aktivitas seperti face painting dan pembagian balon, serta menikmati makanan dan minuman di area kafe kapal.
Konsep tersebut membuat Doulos Hope menjadi ruang perjumpaan lintas budaya. Pengunjung dapat bertanya kepada kru mengenai negara asal mereka, pengalaman hidup di kapal, hingga budaya yang mereka bawa.
Bagi para kru sendiri, kehidupan di kapal menjadi pengalaman belajar yang unik. Madalena, misalnya, berbagi kabin dengan orang dari sejumlah negara berbeda, termasuk Bolivia, Bhutan, Inggris, dan Portugal.
Perbedaan bahasa, karakter, dan cara berkomunikasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, pengalaman tersebut justru membuat para kru belajar memahami budaya lain dan menjadi lebih fleksibel dalam berinteraksi.
Dari Rasa Rindu Rumah hingga Belajar Menghargai Keluarga
Tinggal jauh dari keluarga selama berbulan-bulan tentu bukan hal mudah. Melania mengaku harus beradaptasi ketika pertama kali meninggalkan Indonesia untuk bergabung dengan Doulos Hope.
Ia bahkan mengaku hal yang paling dirindukannya dari Indonesia adalah sambal.
Sementara bagi Madalena, rasa rindu terhadap keluarga di Portugal juga menjadi bagian dari perjalanan hidup di kapal. Untuk mengobati kerinduan, ia biasanya menghubungi keluarga dan teman melalui video call, mendengarkan musik Portugal, atau mencari makanan yang mengingatkannya pada kampung halaman.
Pengalaman tersebut membuat Madalena semakin menyadari pentingnya hubungan dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai.
Membawa Pesan “Hope”
Nama Doulos Hope memiliki makna yang erat dengan misi kapal tersebut. Dalam wawancara, dijelaskan bahwa kata “Doulos” berasal dari bahasa Yunani yang berarti pelayan, sehingga Doulos Hope dimaknai sebagai “pelayan harapan”.
Madalena mengatakan harapan dapat ditemukan dalam berbagai hal sederhana, termasuk pertemanan, percakapan, buku, maupun gagasan baru yang memberikan semangat untuk terus melangkah.
Karena itu, Doulos Hope berusaha membawa pesan tersebut ke setiap komunitas yang dikunjungi. Buku menjadi salah satu sarana untuk berbagi pengetahuan, inspirasi, kebahagiaan, dan harapan.
“Harapan bisa ditemukan di banyak tempat, bahkan dalam hal-hal kecil,” menjadi salah satu gagasan yang dibagikan Madalena dalam perbincangan tersebut. Baginya, ketika seseorang menghadapi situasi sulit, harapan tetap dapat ditemukan melalui persahabatan, orang lain, maupun buku.
Doulos Hope Pernah Memiliki Sejarah di Indonesia
Kunjungan Doulos Hope ke Indonesia juga memiliki kaitan dengan sejarah kapal sebelumnya. Dalam wawancara disebutkan, kapal saudara atau sister ship dari Doulos Hope pernah datang ke Indonesia pada 1988.
Kehadiran Doulos Hope kali ini menjadi bagian dari upaya melanjutkan hubungan dan sejarah yang telah terbangun sebelumnya, sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat Indonesia.
Masyarakat yang ingin berkunjung dikenakan tiket masuk Rp15.000. Biaya tersebut sudah termasuk layanan shuttle bus dari titik penjemputan menuju kapal dan sebaliknya. Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah serta lansia berusia 65 tahun ke atas dapat masuk secara gratis.
Kehadiran Doulos Hope di Jakarta diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali menikmati buku secara langsung, sekaligus membangun interaksi dengan orang-orang dari berbagai budaya.
Bagi kru Doulos Hope, kunjungan ke kapal bukan hanya tentang buku. Lebih jauh, mereka ingin menciptakan ruang untuk berbagi pengetahuan, budaya, persahabatan, dan harapan melalui setiap perjumpaan dengan pengunjung.
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=tx1f5RdBgt8
Foto : Wikipedia
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
