26 May 2026
Hasil pemetaan visual jaring kosmik alam semesta berskala besar dari proyek simulasi digital HyperMillennium NAOC

Pecahkan Rekor Dunia, Konsorsium Ilmuwan Ciptakan Simulasi Kosmologi Terbesar ‘HyperMillennium’

Radio Tangerang Heartline FM – Dunia sains internasional mencatatkan sejarah baru dalam upaya merekonstruksi kronologi asal-usul alam semesta. Konsorsium ilmuwan lintas negara yang dipimpin oleh tim peneliti asal Tiongkok berhasil meluncurkan HyperMillennium, sebuah proyek simulasi kosmologi digital terbesar yang pernah dibuat oleh peradaban manusia. Wahana virtual ini dirancang di dalam ekosistem superkomputer untuk membedah evolusi makro kosmos secara komprehensif.

Lompatan teknologi komputasi ini diproyeksikan sebagai instrumen vital untuk memecahkan teka-teki fisika terbesar abad ini: materi gelap (dark matter) dan energi gelap (dark energy). Melalui kemampuan memutar balik linimasa sejarah alam semesta, HyperMillennium akan menjadi basis data pembanding bagi misi observasi antariksa masa depan, termasuk proyek teleskop luar angkasa Tiongkok (China Space Station Telescope) serta wahana Euclid milik Badan Antariksa Eropa (ESA).

Skala Makro: Kubus Virtual Berukuran 12 Miliar Tahun Cahaya

Berdasarkan cetak biru data resmi dari Chinese Academy of Sciences (CAS), replika digital ini dibangun dalam pemodelan geometris kubus raksasa dengan panjang sisi spasial mencapai 12 miliar tahun cahaya. Di dalam ruang simulasi tersebut, algoritma mengalkulasi interaksi dinamis dari 4,2 triliun partikel materi gelap virtual.

Menggunakan metodologi simulasi numerik N-body, tim peneliti berhasil merekonstruksi pembentukan struktur berskala besar di alam semesta selama kurun waktu 10 miliar tahun, terhitung sejak fase awal pasca-peristiwa Dentuman Besar (Big Bang). Simulasi ini menyajikan akurasi tinggi mengenai bagaimana gaya gravitasi memengaruhi distribusi materi hingga membentuk galaksi dan gugusan kosmik (cosmic web).

Matriks Statistik Utama Proyek HyperMillennium:

●     Dimensi Ruang Spasial: Kubus dengan panjang rusuk 12 miliar tahun cahaya.

●     Volume Densitas Objek: 4,2 triliun partikel materi gelap (dark matter particles).

●     Output Agregasi Data: 13 Petabyte ($13 \times 10^{15}$ bytes) data mentah dan olahan.

●     Infrastruktur Perangkat Keras: Mengintegrasikan lebih dari 10.000 unit kartu akselerator.

●     Linimasa Riset & Pengembangan: Memakan waktu pengerjaan lebih dari 10 tahun.

Performa Perangkat Lunak “PhotoNs” di Jaringan Superkomputer

Keberhasilan operasional HyperMillennium bertumpu pada pengembangan arsitektur perangkat lunak (software) khusus berskala masif bernama PhotoNs. Program ini dikembangkan secara spesifik untuk mengoptimalkan kinerja paralelisasi pada infrastruktur superkomputer domestik Tiongkok agar mampu menangani kalkulasi matriks numerik tingkat tinggi secara efisien.

Proses eksekusi algoritma astrofisika ini mengonsumsi alokasi sumber daya komputasi yang sangat masif:

Komponen Arsitektur Komputasi Akumulasi Total Penggunaan Durasi
Inti Prosesor (CPU Core Hours) Lebih dari 100 Juta Jam Komputasi
Kartu Akselerator (Accelerator Hours) Mencapai 10 Juta Jam Komputasi
Tingkat Presisi Kalkulasi Resolusi tinggi pada parameter gaya dan variabel waktu

Implikasi Teoretis bagi Komunitas Astrofisika Global

Wang Qiao, peneliti senior dari National Astronomical Observatories of the Chinese Academy of Sciences (NAOC), menjelaskan bahwa platform simulasi ini memungkinkan para ilmuwan untuk menganalisis struktur kosmik raksasa berkategori langka tanpa kehilangan validitas kekuatan analisis statistik. Hal ini dinilai sangat krusial karena objek-objek anomali di alam semesta sering kali menyimpan kunci jawaban atas hukum fisika baru yang belum terpecahkan.

“HyperMillennium merupakan pencapaian luar biasa di bidang komputasi performa tinggi (High-Performance Computing). Ukuran volumetrik serta tingkat resolusi yang belum pernah ada sebelumnya ini akan menjadi acuan penting bagi komunitas riset global selama bertahun-tahun ke depan dalam mengungkap kondisi awal alam semesta,” puji Profesor Mike Boylan-Kolchin, pakar astrofisika dari The University of Texas at Austin.

Kelebihan dan Manfaat Struktural HyperMillennium:

1.    Resolusi Geometris Tinggi: Mampu memetakan katalog detail mengenai posisi koordinat, pergeseran merah (redshift), hingga tingkat kecerahan galaksi.

2.    Efisiensi Manajemen Data: Optimalisasi algoritma pencarian untuk memproses struktur data berskala petabyte secara real-time.

3.    Sinergi Instansional: Menjadi standar pembanding data empiris bagi operasional teleskop luar angkasa generasi baru.

4.    Eksplorasi Hipotesis Baru: Menyediakan ruang pengujian virtual untuk berbagai model mekanika kuantum dan teori relativitas dalam pembentukan struktur galaksi purba.

Melalui kehadiran proyek HyperMillennium, batas pemisah antara metode observasi teleskopik konvensional dan simulasi komputasi kini menjadi semakin kabur. Para ilmuwan kini memiliki akses ke sebuah “laboratorium kosmik virtual” berkemampuan tinggi, memberikan harapan baru bagi peradaban untuk menyingkap misteri terbesar yang menyelimuti struktur ruang-waktu alam semesta.

 

Ditulis ulang oleh redaksi

link : https://mediaindonesia.com/teknologi/893783/hypermillennium-simulasi-alam-semesta-terbesar-dengan-42-triliun-partikel

 

FOTO :Foto yang ditampilkan oleh Observatorium Astronomi Nasional Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (NAOC), menunjukkan struktur skala besar alam semesta yang disimulasikan oleh simulasi kosmologi terbesar yang pernah ada, yang diberi nama HyperMillennium.(Dok. NAOC)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: