15 September 2026
Ilustrasi aktivitas olahraga pagi santai untuk merawat kebugaran fisik dan kesehatan jiwa

Olahraga Bukan Sekadar Menjaga Tubuh, Tapi Juga Membantu Kesehatan Jiwa

Radio Tangerang Heartline FM — Olahraga selama ini identik dengan upaya menjaga kebugaran tubuh. Namun, aktivitas fisik ternyata juga memiliki kaitan erat dengan kesehatan jiwa. Dokter Tribowo, Ginting, Sp.Kj menjelaskan olahraga secara rutin dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga suasana hati, mengelola stres, kecemasan, hingga mendukung pemulihan pada orang yang mengalami masalah kesehatan jiwa.

Hal tersebut dibahas dalam program talkshow dengan topic Olahraga dan Kesehatan Jiwa, bersama radio Heartline dan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI).

Menurut dokter Tribowo, kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan. Seseorang tidak hanya dikatakan sehat ketika kondisi fisiknya baik, tetapi juga ketika mampu menjalani kehidupan, beradaptasi, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupannya.

Kesehatan jiwa juga tidak selalu identik dengan gangguan jiwa. Seseorang yang sedang mengalami tekanan pekerjaan, misalnya, bisa mengalami kondisi tidak sehat secara mental karena menjadi tidak produktif atau kehilangan kenyamanan dalam menjalani aktivitas, tetapi belum tentu memenuhi kriteria sebagai gangguan jiwa.

Olahraga Membantu Menjaga Mood

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan jiwa adalah menerapkan pola hidup sehat, termasuk berolahraga.

Olahraga dapat dilakukan sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan jiwa sebelum seseorang mengalami tekanan psikologis yang berat. Namun, bagi mereka yang sudah mengalami stres, kecemasan atau depresi, aktivitas fisik tetap dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi tubuh.

Dokter Tribowo menjelaskan, olahraga dapat memberikan pengaruh terhadap berbagai zat kimia di otak yang berperan dalam pengaturan suasana hati. Aktivitas yang menyenangkan, termasuk olahraga, dapat berkaitan dengan pelepasan neurokimia seperti endorfin dan serotonin yang membantu menciptakan rasa nyaman dan memperbaiki mood.

Karena itu, olahraga tidak harus menunggu seseorang mengalami masalah kesehatan jiwa. Justru, membangun kebiasaan berolahraga ketika kondisi masih baik dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan tubuh dan mental.

Saat Stres, Pilih Olahraga yang Ringan

Meski olahraga bermanfaat bagi kesehatan jiwa, jenis dan intensitasnya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi seseorang.

Ketika sedang mengalami kecemasan berat yang ditandai dengan jantung berdebar, napas lebih cepat, keringat dingin atau ketegangan otot, olahraga dengan intensitas tinggi sebaiknya tidak langsung dilakukan.

Dalam kondisi tersebut, aktivitas ringan seperti berjalan kaki, stretching atau yoga dapat menjadi pilihan. Tujuannya bukan memaksakan tubuh, melainkan membantu tubuh menjadi lebih rileks.

Sementara itu, ketika seseorang merasa marah atau emosinya sedang tinggi, olahraga juga dapat menjadi salah satu cara untuk menyalurkan energi secara lebih positif. Berlari, bermain tenis, atau aktivitas fisik lainnya dapat membantu seseorang merasa lebih rileks setelah berolahraga.

Jangan Berlebihan, Olahraga Juga Bisa Menjadi Beban

Di sisi lain, olahraga yang dilakukan secara berlebihan juga perlu diwaspadai.

Olahraga pada dasarnya jarang menyebabkan ketergantungan, tetapi seseorang dapat melakukan olahraga secara berlebihan karena memiliki obsesi tertentu, misalnya ingin menurunkan berat badan secara ekstrem.

Selain itu, tubuh yang terus dipaksa bekerja melewati kemampuannya dapat mengalami kelelahan dan stres fisik. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi kondisi emosional dan kesehatan mental.

Artinya, olahraga seharusnya menjadi aktivitas yang membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih sehat, bukan justru menjadi sumber tekanan baru.

Olahraga Juga Bisa Mendukung Pemulihan ODGJ

Olahraga juga dapat menjadi bagian dari aktivitas pendukung bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) maupun orang dengan masalah kesehatan jiwa lainnya.

Jenis olahraga tidak harus selalu berat atau dilakukan di pusat kebugaran. Jalan kaki, senam, berenang, berlari, hingga olahraga sederhana di rumah dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

Bagi orang yang kondisinya belum memungkinkan untuk beraktivitas secara mandiri, olahraga dapat dilakukan dengan pendampingan. Sementara mereka yang sudah mampu beraktivitas secara mandiri dapat memilih olahraga sesuai kemampuan dan kebutuhannya.

Namun, olahraga bukan pengganti terapi utama. Bagi orang yang sedang menjalani pengobatan, olahraga dapat menjadi aktivitas tambahan yang mendukung proses pemulihan, sementara pengobatan dan psikoterapi tetap mengikuti kebutuhan medis masing-masing.

Tidur Tetap Penting untuk Kesehatan Jiwa

Selain olahraga, pola tidur juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan mental.

Berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur, terutama dengan intensitas berat, dapat mengganggu waktu istirahat. Dalam wawancara tersebut, dokter Tribowo menyarankan agar aktivitas berat, termasuk olahraga berat, sudah selesai sekitar tiga jam sebelum waktu tidur.

Tidur malam juga memiliki peran penting dalam proses pemulihan tubuh. Karena itu, kebiasaan berolahraga hingga dini hari kemudian menggantinya dengan tidur pada siang hari tidak selalu memberikan kualitas istirahat yang sama.

Tidak Ada Kata Terlambat untuk Mulai Berolahraga

Olahraga juga tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok usia muda. Orang yang sudah berusia lanjut tetap dapat berolahraga, termasuk melakukan latihan di pusat kebugaran, selama jenis dan beban latihan disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

Kekuatan otot dan tulang dapat berubah seiring bertambahnya usia. Karena itu, kemampuan fisik perlu diperhatikan sebelum menentukan jenis latihan. Pendampingan pelatih juga dapat membantu memilih latihan dan beban yang sesuai.

Namun, menjaga kebugaran sebaiknya tidak baru dimulai ketika memasuki usia lanjut. Kebiasaan berolahraga sejak usia muda merupakan bentuk investasi untuk kesehatan fisik dan kesehatan mental di masa mendatang.

Cara Sederhana agar Konsisten Berolahraga

Bagi orang yang sulit memulai atau mudah kehilangan motivasi, dokter Tribowo menyarankan beberapa langkah sederhana.

Pertama, pilih jenis olahraga yang disukai dan sesuai kemampuan. Kedua, buat jadwal olahraga sehingga aktivitas tersebut menjadi bagian dari rutinitas. Ketiga, manfaatkan dukungan orang-orang di sekitar atau bergabung dengan komunitas olahraga.

Kehadiran teman atau komunitas dapat membantu seseorang lebih konsisten karena olahraga tidak lagi terasa sebagai aktivitas yang dilakukan sendirian.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan jiwa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Bergerak, berjalan kaki, melakukan stretching, berolahraga bersama teman, dan menjaga pola hidup sehat dapat menjadi langkah sederhana untuk merawat tubuh sekaligus pikiran.

Sehat bukan hanya tentang tubuh yang kuat, tetapi juga tentang kemampuan menjaga pikiran, emosi, dan menjalani kehidupan secara seimbang.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=tqwCmuzYUwU

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: