08 September 2026
Kepala BPBD Provinsi Banten memberikan keterangan terkait situasi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau

Erupsi Anak Krakatau, BPBD Banten Imbau Warga Tetap Waspada dan Gunakan Masker

Radio Tangerang Heartline FM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten memastikan kondisi wilayah Banten pascaerupsi Gunung Anak Krakatau masih dalam keadaan aman dan terkendali. Meski demikian, masyarakat, khususnya yang berada di kawasan pesisir barat Banten, diminta tetap waspada terhadap potensi abu vulkanik.

Kepala BPBD Provinsi Banten,  Lutfi Mujahidin mengatakan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sepanjang 5 September berlangsung terus-menerus selama sekitar 24 jam dengan tekanan cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan abu vulkanik terbawa angin dan menyebar ke sejumlah wilayah.

“Abu vulkaniknya terbawa angin ke timur yang berdampak ke Banten, kemudian ke wilayah Bogor dan Bandung. Sementara di lapisan atas terbawa ke arah barat hingga Lampung dan sekitarnya,” ujar Lutfi.

Dampak erupsi juga sempat dirasakan dalam aktivitas penerbangan. Bandara sempat ditutup akibat keberadaan abu vulkanik di udara. Namun, Lutfi menyampaikan bahwa bandara telah kembali dibuka setelah kondisi udara dinilai memungkinkan untuk penerbangan.

Erupsi Kembali Terjadi, tetapi Intensitas Rendah

Menurut Lutfi, setelah aktivitas erupsi sepanjang hari sebelumnya, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami beberapa kali erupsi pada pagi hari. Namun, erupsi tersebut disebut memiliki intensitas rendah.

Ia berharap aktivitas tersebut merupakan erupsi yang biasa terjadi dan tidak berkembang menjadi aktivitas yang lebih besar. “Mudah-mudahan erupsi-erupsi biasa yang memang sudah terjadi mulai bulan Juli kemarin,” katanya.

BPBD Banten terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah Wilayah Merasakan Getaran dan Gemuruh

Lutfi menjelaskan, jika yang dimaksud terdampak adalah sebaran abu vulkanik, dampaknya dapat mencapai wilayah yang cukup luas. Namun, untuk dampak berupa getaran dan suara gemuruh, laporan diterima dari sejumlah wilayah di Banten.

Di Kabupaten Serang, getaran dan suara gemuruh terdeteksi di tujuh kecamatan. Sementara di Kabupaten Pandeglang terdapat laporan dari sejumlah kecamatan, sedangkan di Kota Cilegon terdapat satu kecamatan yang terdeteksi mengalami dampak tersebut.

Meski demikian, BPBD memastikan hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun laporan kerusakan infrastruktur akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat Diminta Tetap Menggunakan Masker

BPBD Banten mengimbau masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir barat seperti Anyer, Labuan, dan sekitarnya, untuk tetap menyediakan dan menggunakan masker.

Meskipun laporan mengenai abu vulkanik di permukaan mulai berkurang, abu yang sebelumnya menempel di kendaraan, pepohonan, maupun permukaan lainnya masih berpotensi beterbangan kembali ketika terkena angin.

“Walaupun dari atas sudah tidak ada, di pohon masih ada abu. Nanti pohonnya kena angin, abunya turun ke bawah. Jadi tetap pakai masker saja,” jelas Lutfi.

Masyarakat juga diminta tidak panik, tetapi tetap mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah dan lembaga terkait.

Lutfi juga memastikan aktivitas wisata di kawasan pesisir barat Banten masih dapat berlangsung. Ia menjelaskan bahwa zona yang dilarang untuk aktivitas masyarakat berada dalam radius tiga kilometer dari gunung.

Sementara itu, jarak antara kawasan Gunung Anak Krakatau dengan pantai di wilayah Banten disebut mencapai sekitar 40 hingga 45 kilometer. Karena itu, masyarakat maupun wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan pantai di pesisir barat Banten tidak perlu panik, namun tetap diminta menjaga kewaspadaan dan membawa masker.

Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Beroperasi

Aktivitas penyeberangan dari Merak menuju Bakauheni juga disebut tetap berjalan. Otoritas pelabuhan tidak melakukan penutupan karena kondisi gelombang masih kondusif dan abu vulkanik tidak sampai mengganggu operasional penyeberangan. Pelayanan penyeberangan pun tetap berlangsung seperti biasa.

BPBD Banten terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta BMKG untuk memantau perkembangan situasi.

Lutfi menjelaskan, laporan perkembangan aktivitas gunung api dari PVMBG diterbitkan secara berkala setiap enam jam, yakni sekitar pukul 06.00 WIB, 12.00 WIB, 18.00 WIB, dan 24.00 WIB.

Sementara BMKG turut dipantau untuk mengetahui kemungkinan adanya aktivitas kegempaan lainnya yang dapat terjadi.

Lutfi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial dan memastikan informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau berasal dari kanal resmi pemerintah maupun lembaga terkait.

“Jangan panik, tapi tetap ikuti perkembangan situasi dengan kanal-kanal resmi seperti BPBD provinsi maupun kabupaten, PVMBG, dan BMKG,” pesannya.

Masyarakat juga diminta kembali mengenali jalur evakuasi dan memahami langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung api.

BPBD Banten menegaskan kondisi saat ini masih aman dan terkendali. Namun, kewaspadaan tetap menjadi hal penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di wilayah pesisir barat Banten.(MA)

Foto : Kepala BPBD Provinsi Banten (ANTARA/Azmi Samsul M)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: