15 September 2026
Ilustrasi keberagaman budaya dan harmoni sosial masyarakat Indonesia yang saling melengkapi

Keanekaragaman Adalah Sumber Energi, Bukan Alasan untuk Saling Membeda-bedakan

Radio Tangerang Heartline FM — Keanekaragaman bukan sekadar perbedaan yang harus diterima, tetapi dapat menjadi sumber kekuatan dan energi bagi kehidupan. PM Susbandono mengatakan perbedaan suku, budaya, karakter, hingga keanekaragaman alam justru dapat memperkaya kehidupan apabila dikelola dengan baik. Hal ini disampaikanya dalam sebuah talkshow bersama radio Heartline dalam Program Wisdom Of The Day.

Pak Sus mengungkapkan bahwa gagasan mengenai keanekaragaman sebagai sumber energi telah diperolehnya sejak duduk di bangku kuliah, sekitar 52 tahun lalu, melalui mata kuliah ilmu pengetahuan lingkungan.

Menurutnya, konsep tersebut dapat dilihat dari kehidupan paling sederhana, yakni keluarga. Perbedaan minat dan karakter antaranggota keluarga justru dapat menciptakan suasana yang lebih dinamis.

“Keanekaragaman itu adalah salah satu bentuk sumber energi,” ujar Pak Sus dalam perbincangan tersebut.

Ia mencontohkan keluarga dengan dua anak yang memiliki kegemaran berbeda. Salah satu anak menyukai olahraga, sementara yang lainnya menyukai seni atau musik. Perbedaan tersebut justru membuat kehidupan dalam keluarga menjadi lebih berwarna.

Indonesia Memiliki Kekayaan Keanekaragaman

Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman yang sangat besar. Tidak hanya dari sisi manusia, tetapi juga bahasa, budaya, suku, lingkungan, serta kekayaan alam.

Pak Sus menilai keberagaman tersebut seharusnya menjadi kekuatan yang patut disyukuri.

Perbedaan karakter masyarakat di berbagai daerah, termasuk bahasa dan budaya, dapat menjadi ruang untuk saling mengenal dan belajar. Dengan demikian, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merendahkan kelompok lain.

“Dengan adanya keanekaragaman maka kita semakin kaya,” jelasnya.

Menurutnya, kekayaan Indonesia tidak hanya terlihat dari keberagaman masyarakat, tetapi juga dari kondisi alam yang terdiri atas laut, pesisir, hutan, hingga pegunungan.

Keanekaragaman tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan yang saling terhubung.

Jangan Jadikan Perbedaan sebagai Alat untuk Membandingkan

Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan terkadang justru menjadi sumber diskriminasi. Perbedaan warna kulit, suku, bahasa, logat, kebiasaan, maupun latar belakang daerah dapat digunakan untuk membandingkan seseorang dengan kelompok lainnya.

Padahal, menurutya, masyarakat perlu membangun sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Keanekaragaman tidak berarti setiap orang harus memiliki karakter yang sama. Justru kekuatan muncul ketika berbagai perbedaan dapat berjalan bersama dalam sebuah keselarasan.

Konsep tersebut juga berlaku pada alam. Ia mencontohkan perbedaan antara ekosistem yang beragam atau multikultur dengan sistem yang hanya mengandalkan satu jenis tanaman atau monokultur.

Menurutnya, memang lebih mudah mengelola sesuatu yang seragam. Namun, tantangannya adalah bagaimana manusia mampu mengelola keberagaman sehingga menghasilkan kehidupan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Seperti Orkestra, Perbedaan Bisa Menghasilkan Harmoni

Untuk menggambarkan pentingnya keberagaman, Pak Sus menggunakan analogi sebuah orkestra. Dalam sebuah orkestra, terdapat berbagai alat musik dengan karakter suara yang berbeda. Namun, ketika dimainkan secara bersama-sama dan terkoordinasi, perbedaan suara tersebut justru menghasilkan musik yang harmonis.

Sebaliknya, jika sebuah pertunjukan hanya terdiri dari satu jenis alat musik dengan karakter suara yang sama, kekayaan harmoni yang dihasilkan tentu akan berbeda. Hal yang sama, menurutnya, berlaku dalam kehidupan masyarakat.

“Memang melatihnya susah, tetapi ketika sudah menjadi sebuah orkes, maka kita bisa menikmati orkes itu dengan sangat nyaman,” katanya.

Karena itu, tantangan terbesar bukan menghilangkan perbedaan, melainkan mengelola perbedaan agar dapat berjalan secara harmonis.

Keanekaragaman Manusia dan Alam Saling Berkaitan

Pembahasan mengenai keanekaragaman juga tidak berhenti pada manusia. Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan bagian dari kehidupan yang saling berkaitan.

Kerusakan salah satu bagian dari ekosistem dapat memberikan dampak terhadap bagian lainnya.

Dalam dialog tersebut juga disinggung bagaimana upaya menyeragamkan lingkungan dapat menghilangkan keberagaman yang sebenarnya memiliki fungsi penting bagi ekosistem.

Karena itu, menjaga keanekaragaman alam menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kehidupan.

Alignment: Menyelaraskan Perbedaan

Di bagian akhir perbincangan, dia memperkenalkan istilah alignment, yang dimaknai sebagai upaya menyelaraskan berbagai perbedaan.

Menurutnya, menyelaraskan perbedaan memang bukan pekerjaan yang mudah. Namun, ketika berbagai perbedaan mampu dikelola dan diarahkan pada tujuan bersama, hasil yang diperoleh dapat menjadi sesuatu yang luar biasa.

Bukan hanya dalam kehidupan sosial, tetapi juga dalam hal ketahanan hidup, produktivitas, dan keberlanjutan.

Karena itu, keberagaman seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus dihilangkan atau diseragamkan.

Sebaliknya, masyarakat perlu belajar menemukan kekuatan dari setiap perbedaan yang ada.

Menutup perbincangan, PM Susbandono menyampaikan sebuah pesan yang menjadi inti dari pembahasan Wisdom of the Day: kekuatan justru bertumpu pada perbedaan, bukan semata-mata pada persamaan.

Bagi Indonesia yang dikenal dengan kekayaan suku, budaya, bahasa, serta alamnya, keberagaman tersebut merupakan aset yang perlu dijaga dan dikelola bersama.

Sebab, ketika perbedaan mampu diselaraskan, keberagaman bukan menjadi sumber konflik, melainkan dapat menjadi sumber energi untuk membangun kehidupan yang lebih kuat, harmonis, dan berkelanjutan.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=XSDb9He-x7E

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: