10 September 2026
Suasana talkshow perwakilan panitia Lokabhara II 2026 membahas ajang lomba Pramuka dan Saka Bhayangkara di UMN

Lokabhara II 2026 Perebutkan Piala Bergilir Gubernur Banten, Ajang Pramuka Bangun Karakter Generasi Muda

Radio Tangerang Heartline FM — Ajang Lokabhara II Tahun 2026 siap mempertemukan para anggota Pramuka dalam kompetisi yang tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mendorong pembentukan karakter, kepemimpinan, sportivitas, dan pengembangan diri generasi muda.

Lokabhara atau Lomba Pramuka dan Saka Bhayangkara akan digelar pada 20 September 2026 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Gading Serpong. Tahun ini, kompetisi tersebut semakin bergengsi karena memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Banten.

Ketua Panitia Lokabhara 2 2026,  M. Irfan Riswandi, mengatakan Lokabhara merupakan kegiatan kepramukaan yang awalnya dicetuskan oleh anak-anak Saka Bhayangkara.

“Lokabhara itu singkatan dari Lomba Pramuka dan Saka Bhayangkara,” ujar Irfan saat hadir dalam talkshow di Hardline FM.

Menurutnya, Lokabhara 2 merupakan kelanjutan dari kegiatan pertama yang digelar pada 2024 di Penabur Gading Serpong. Kegiatan ini direncanakan berlangsung setiap dua tahun sekali.

Lokabhara II, Bukan Sekadar Lomba Pramuka

Meski berupa kompetisi, Lokabhara II tidak semata-mata berorientasi pada siapa yang berhasil membawa pulang piala.

Koordinator Divisi Acara Lokabhara II, Muara Zikri Fahrija menegaskan proses yang dijalani peserta selama persiapan hingga perlombaan justru menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.

“Tujuan utama mengikuti perlombaan bukan puncaknya ketika kita mendapatkan piala yang paling tinggi, tetapi ketika proses itu membentuk karakter yang hebat bagi diri kita sendiri,” katanya.

Melalui proses latihan, peserta belajar membangun kedisiplinan, ketepatan waktu, kerja sama, kemampuan berpikir, serta keberanian menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Zikri, kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter seseorang.

“Ketika latihan itu menjadi kebiasaan, terbentuklah sebuah karakter. Piala itu sebenarnya hanya bonus,” ujarnya.

Dengan demikian, peserta yang belum berhasil menjadi juara tetap mendapatkan pengalaman dan pembelajaran berharga.

Ajarkan Sportivitas dan Mental Pantang Menyerah

Kompetisi selalu melahirkan pemenang dan peserta yang belum berhasil mencapai hasil terbaik. Namun, Lokabhara ingin mengajarkan bahwa kekalahan bukan akhir dari proses.

Peserta didorong untuk tetap menghargai perjuangan sendiri, menerima hasil pertandingan, serta menghormati peserta lain yang berhasil menjadi juara.

“Ketika semua peserta berjuang mendapatkan hasil setinggi-tingginya dan belum mencapai hasil itu, mereka tidak akan jatuh serendah-rendahnya. Pasti ada hal positif yang mereka dapatkan,” kata Zikri.

Nilai sportivitas, jiwa pantang menyerah, keberanian mengakui kekalahan, hingga kemampuan bangkit menjadi bagian dari pembelajaran yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.

Suasana talkshow perwakilan panitia Lokabhara II 2026 membahas ajang lomba Pramuka dan Saka Bhayangkara di UMN

Ubah Stigma, Pramuka Bukan Hanya Baris-Berbaris

Lokabhara II juga ingin menghadirkan wajah kegiatan Pramuka yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan anak muda.

Menurut panitia, masih ada anggapan bahwa Pramuka hanya identik dengan baris-berbaris, sandi, Morse, atau latihan fisik. Padahal, kegiatan kepramukaan juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai keterampilan.

“Kita bisa mengembangkan skill, seperti public speaking dan problem solving. Itu yang ingin kita ubah dengan kemasan yang lebih modern,” ujar Zikri.

Peserta juga memiliki kesempatan untuk bertemu teman baru, memperluas relasi, bertukar pengalaman, dan belajar menghadapi tantangan bersama.

Karena itu, Lokabhara diharapkan menjadi wadah pengembangan generasi muda, bukan sekadar tempat mencari gelar juara.

Perebutkan Piala Bergilir Gubernur Banten

Salah satu daya tarik utama Lokabhara II Tahun 2026 adalah hadirnya Piala Bergilir Gubernur Banten.

Pencapaian tersebut menjadi perkembangan besar dibandingkan penyelenggaraan pertama. Panitia sebelumnya menerima aspirasi dari peserta yang berharap sertifikat kegiatan dapat memberikan manfaat lebih besar, termasuk dalam mendukung jalur prestasi.

Melalui berbagai proses dan persiapan, panitia akhirnya berhasil meningkatkan penyelenggaraan Lokabhara hingga memperoleh dukungan dalam bentuk Piala Bergilir Gubernur Banten.

“Kita ingin memberikan apresiasi yang sepadan dengan apa yang diperjuangkan anak-anak Pramuka,” kata Zikri.

Panitia berharap keberadaan piala dan sertifikat kegiatan dapat menjadi motivasi tambahan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Panitia Muda, Persiapan Tiga Bulan

Di balik penyelenggaraan Lokabhara II, terdapat proses panjang yang dilakukan oleh para panitia muda.

Persiapan kegiatan telah berjalan sekitar tiga bulan. Menariknya, tidak semua panitia memiliki latar belakang sebagai penyelenggara acara profesional.

Sebagian besar merupakan anggota Pramuka, pelajar, anggota OSIS, hingga mahasiswa yang belajar mengelola kegiatan bersama-sama.

Menurut Zikri, membangun tim menjadi salah satu tantangan terbesar. Panitia harus belajar dari proses, mulai dari memahami konsep acara, pembagian tugas, penyusunan teknis perlombaan, hingga pelaksanaan kegiatan.

Namun, proses tersebut justru menjadi sarana pembelajaran kepemimpinan.

Pengalaman Lokabhara pertama menunjukkan sejumlah anggota panitia kemudian berkembang dan dipercaya menjadi pemimpin di lingkungan sekolah maupun organisasinya.

Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Bagi Irfan, menjadi ketua panitia juga memberikan banyak pelajaran tentang kepemimpinan.

Ia menekankan pentingnya mengesampingkan ego pribadi demi keberhasilan bersama.

“Gagalnya sebuah acara adalah kegagalan seorang ketua, tetapi keberhasilan sebuah acara adalah keberhasilan bersama,” ungkapnya.

Sebagai pemimpin, Irfan juga belajar bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam proses persiapan.

Ia bahkan harus melakukan sejumlah audiensi secara mandiri karena sebagian anggota panitia masih memiliki kewajiban belajar di sekolah.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan membutuhkan kesiapan untuk mengambil tanggung jawab, mencari solusi, serta mampu bekerja di tengah berbagai tekanan.

“Yang kita pikirkan adalah bagaimana acara ini bisa sukses dan layak sebagai event Piala Gubernur,” katanya.

Belajar Memahami Tim dan Mengendalikan Diri

Sementara itu, Zikri mengaku belajar bahwa memimpin tidak cukup hanya dengan memberikan instruksi.

Dengan anggota panitia yang sebagian besar masih berusia sekolah, pendekatan personal menjadi penting agar komunikasi dan kerja sama dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, seorang pemimpin perlu memahami kondisi dan karakter setiap anggota.

“Kadang ketika rapat, kita bukan langsung membahas kegiatan. Kita dengarkan dulu cerita mereka,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan agar anggota merasa didengar dan berada dalam kondisi yang lebih siap untuk bekerja sama menyelesaikan berbagai kebutuhan kegiatan.

Proses menjadi panitia, menurutnya, juga menjadi ruang untuk belajar mengendalikan diri, memahami orang lain, serta menjaga hubungan dalam tim.

Lomba Semapur Dance hingga LKBB

Lokabhara II akan berlangsung selama satu hari. Registrasi ulang peserta dijadwalkan dimulai pukul 06.00 WIB, sementara kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB.

Berbagai jenis perlombaan telah disiapkan, mulai dari pengetahuan umum, pengetahuan kepramukaan, teori PPGD, sandi, yel-yel, Semapur Dance, hingga Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB).

Ragam lomba tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menghadirkan kompetisi yang menguji kemampuan peserta dari berbagai sisi, baik pengetahuan, keterampilan, kreativitas, maupun kerja sama tim.

Terbuka untuk SD, SMP, dan SMA

Lokabhara II terbuka bagi peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Panitia mengajak gugus depan dan kelompok Pramuka dari wilayah Jabodetabek, Banten, bahkan daerah lain untuk ikut berpartisipasi. Setiap peserta dapat mengirimkan minimal dua regu. Ketentuan tersebut juga dibuat lebih fleksibel dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

“Kegiatan ini terbuka. Kami berharap Lokabhara bisa terus berkembang dan menyebar lebih luas,” kata Zikri.

Bagi para peserta, Lokabhara 2 diharapkan menjadi pengalaman untuk menguji kemampuan, bertemu orang baru, memperluas relasi, serta membangun karakter. Lebih dari sekadar perlombaan, Lokabhara membawa pesan bahwa kemenangan memang penting, tetapi proses untuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, sportif, dan pantang menyerah memiliki nilai yang jauh lebih besar.

Lokabhara II Tahun 2026 akan digelar pada 20 September 2026 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Gading Serpong. Pendaftaran disebut masih dibuka hingga 12 September 2026.

Untuk informasi resmi, peserta dapat memantau akun Instagram Saka Bhayangkara Kelapa Dua. Jangan hanya datang untuk menjadi juara. Datanglah untuk belajar, bertumbuh, berani menghadapi tantangan, dan pulang dengan karakter yang lebih kuat.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=UJKP8XPy_vg

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: