05 June 2026
Irisan tipis sampel meteorit langka NWA 12774 jenis angrite di bawah pencahayaan mikroskop cahaya terpolarisasi silang

Misteri Meteorit NWA 12774: Batuan Gurun Sahara Ungkap Bukti Dunia Kuno yang Hilang

Radio Tangerang Heartline FM – Sebuah meteorit langka yang ditemukan di hamparan Gurun Sahara berhasil mengungkap tabir sejarah fundamental mengenai masa lalu tata surya kita. Batuan ruang angkasa tersebut menyimpan bukti definitif pertama tentang keberadaan sebuah protoplanet kuno seukuran Bulan yang telah lama lenyap. Planet purba itu diperkirakan pernah eksis hanya beberapa juta tahun setelah tata surya terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun silam.

Spesimen batuan seberat 454 gram yang ditemukan pada tahun 2019 ini diberi kode registrasi ilmiah Northwest Africa (NWA) 12774. Para ilmuwan mengklasifikasikan batuan ini ke dalam kelompok angrite, yaitu salah satu jenis meteorit vulkanik tertua dan paling langka di dunia. Sebagai gambaran, dari lebih dari 80.000 sampel meteorit yang pernah diidentifikasi di Bumi, hanya 68 spesimen yang terkonfirmasi sebagai bagian dari kelompok angrite.

Anomali Kimiawi dan Tekanan Masif Klinopiroksen

Karakteristik utama yang membedakan angrite dengan batuan dari Bumi, Mars, atau planet berbatu lainnya adalah kandungan silikanya yang sangat rendah (unsur dasar pasir yang melimpah pada kerak planet). Akibat anomali kimiawi ini, komunitas ilmuwan sempat berasumsi bahwa angrite murni berasal dari fragmentasi asteroid berukuran kecil.

Namun, asumsi tersebut berhasil dipatahkan setelah tim peneliti dari University of Colorado Boulder melakukan analisis mendalam terhadap NWA 12774. Di dalam struktur matriks batuan tersebut, mereka menemukan kristal mineral klinopiroksen yang memiliki saturasi aluminium sangat tinggi. Komposisi spesifik ini merupakan indikator kuat bahwa batuan tersebut melewati proses pembentukan di bawah tekanan interior yang sangat masif.

Melalui metode rekonstruksi laboratorium, tim peneliti mendapati bahwa mineral klinopiroksen tersebut membutuhkan tekanan mekanis setidaknya 17,5 kilobar untuk dapat mengkristal. Sebagai komparasi, tingkat tekanan tersebut setara dengan lebih dari 17 kali lipat tekanan hidrostatik di dasar Palung Mariana—titik terdalam di samudra Bumi. Gaya tekan sebesar ini mustahil dihasilkan oleh medan gravitasi internal sebuah asteroid kecil.

Proyeksi Dimensi Induk Objek yang Lenyap

Selain faktor tekanan, kristal di dalam meteorit NWA 12774 ini terpantau masih mempertahankan pola kimia asli serta memiliki struktur tepi yang tajam. Karakteristik fisik ini menandakan bahwa mineral tersebut membeku di lapisan kedalaman yang relatif dangkal, bukan di bagian dalam inti planet yang mengalami panas ekstrem konstan.

Agar parameter tekanan sebesar 17,5 kilobar dapat tercapai di lapisan dangkal, maka objek induk (parent body) tempat batu ini berasal secara matematis harus memiliki massa dan volume yang sangat besar. Berdasarkan kalkulasi astrofisika tersebut, dunia yang hilang itu diperkirakan memiliki radius lebih dari 1.800 kilometer. Skala dimensi ini membuatnya sebanding dengan ukuran Bulan dan mendekati skala planet Mars.

“Sangat luar biasa untuk membayangkan bahwa dulu pernah ada dunia sebesar ini,” kata Aaron Bell, ilmuwan kebumian dari University of Colorado Boulder sekaligus penulis utama studi tersebut. “Kita hanya tahu dunia itu pernah ada karena beberapa fragmen kecilnya kebetulan mendarat di permukaan Bumi.”

Katastrofe Kosmik dan Jalur Evolusi Terpisah

Mengenai akhir riwayat dari protoplanet tersebut, para peneliti menduga objek raksasa ini hancur total akibat tabrakan kosmik dahsyat (giant impact) yang kerap terjadi pada fase awal pembentukan tata surya. Fragmen-fragmen hasil benturan tersebut kemungkinan besar tersebar di ruang angkasa dan sebagian ikut melebur menjadi bahan baku sekunder dalam proses pembentukan planet berbatu lainnya, termasuk Bumi.

Penemuan monumental ini sekaligus membuka cakrawala baru mengenai diversifikasi jalur evolusi planet. “Bahan-bahan primer yang membentuk objek induk angrite ini secara fundamental berbeda dari material penyusun Bumi dan Mars. Hal ini menunjukkan adanya jalur evolusi yang jelas, terisolasi, dan terpisah dalam proses pembentukan planet pada sejarah awal tata surya kita,” pungkas Bell dalam laporan ilmiahnya.

Ditulis ulang oleh redaksi

link : http://mediaindonesia.com/teknologi/897227/misteri-nwa-12774-meteorit-gurun-sahara-ungkap-bukti-dunia-kuno-yang-hilang

FOTO : Sebagian dari meteorit yang ditemukan di Sahara yang dikenal sebagai NWA 12774 di bawah cahaya terpolarisasi silang.(CU Boulder/John Kashuba)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: