14 July 2026

Doakan Masa Depan Indonesia, Ribuan Umat Kristen Gelar Doa Bersama di IKN

Radio Tangerang Heartline FM – Sebuah momentum spiritual bersejarah baru saja tercipta di jantung Kalimantan Timur. Forum Umat Kristen Indonesia (FUKRI) bersama delapan aras gereja nasional sukses menggelar helatan akbar Nusantara Konferensi Hari Doa Nasional (HDN) 2026. Berlangsung selama empat hari berturut-turut, dari tanggal 2 hingga 5 Juli 2026, acara ini berpusat di Balikpapan dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dengan mengusung tema “Api Doa dan Penginjilan Terus Menyala dari IKN Kalimantan Timur sampai ke Bangsa-Bangsa” (Matius 28:19-20), konferensi ini menjadi ajang konsolidasi iman spiritual terbesar tahun ini. Sebanyak 5.000 umat Tuhan memadati BSCC Dome Balikpapan sejak malam pembukaan. Kehadiran para pimpinan tertinggi dari delapan aras gereja (KWI, PGI, PGLII, PGPI, PBI, GMAHK, Bala Keselamatan, dan GOI) mempertegas kuatnya arus kesatuan umat Kristiani di tengah keberagaman Indonesia.

 

Menjaga Api Doa, Merawat Kesatuan Gereja

Ketua Majelis Pertimbangan (Maper) PGLII, Pendeta Dr. Ronny Mandang, dalam khotbah pembukaannya mengingatkan kembali sejarah panjang lahirnya gerakan doa bersama ini. Bermula dari kerinduan akan kesatuan dalam Global Christian Forum di Manado tahun 2011, hingga berlanjut ke berbagai pelosok nusantara, spirit doa ini terus dipelihara sebagai napas hidup gereja.

“Kalau kita ingin merdeka secara spiritual, kalau ingin hidup sejahtera, doa harus menjadi napas bagi umat Kristen,” tegas Pdt. Ronny dengan penuh semangat. Beliau juga mengingatkan bahwa menjaga komitmen api doa agar tidak padam bukanlah sekadar tugas organisasi seperti FUKRI, melainkan tanggung jawab seluruh gereja dan umat Kristiani di Indonesia.

Acara ini juga diselimuti rasa empati mendalam. Menanggapi situasi keamanan di Tanah Papua, gereja-gereja yang tergabung dalam FUKRI diajak untuk menaikkan doa syafaat khusus demi hadirnya kedamaian yang sejati di seluruh pelosok negeri. Pemilihan tanggal 5 Juli sebagai Hari Doa Nasional pun memiliki makna historis tersendiri bagi kebangsaan, merujuk pada momen kembalinya Indonesia ke UUD 1945.

 

Topangan Spiritual untuk Babak Baru Indonesia di IKN

Ketua Umum Panitia HDN 2026, Fanny Jossy Kusumo, S.H., mengungkapkan rasa sukacita dan bangganya atas kolaborasi indah antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan para donatur.

Fanny menekankan bahwa pelaksanaan HDN tahun ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan fase krusial pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Indonesia sedang menapaki babak baru melalui pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai simbol kehadiran bangsa. Maka kehadiran kita di sini adalah wujud komitmen umat Kristiani untuk memberikan topangan doa dan spiritual bagi masa depan negara,” ujar Fanny.

Rangkaian kegiatan doa ini dilaksanakan di tiga lokasi strategis: pembukaan di BSCC Dome Balikpapan, Bukit Doa Nusantara, dan puncaknya ditutup langsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dampak spiritual dari konferensi ini pun meluas hingga ke mancanegara, dibuktikan dengan hadirnya delegasi pendoa dari Korea (sebanyak 37 orang), Selandia Baru, Amerika Serikat, Malaysia, hingga Brunei.

Ketua Steering Committee (SC) HDN 2026, Pdt. Dr. Samuel Kusuma, meyakini momen ini sebagai penggenapan dari doa Yesus dalam Yohanes 17:21. “Supaya mereka semua menjadi satu… agar dunia percaya,” tuturnya. Sementara itu, Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th., selaku Host HDN 2026 sekaligus Ketua Umum PGLII, mengajak umat untuk terus menaklukkan pergumulan kedagingan agar tetap setia dalam doa, karena doa adalah berkat terbesar sekaligus kekuatan utama orang percaya.

 

Dukungan Virtual dari Pemerintah Pusat

Kemeriahan dan hadirat Tuhan begitu terasa sepanjang acara lewat pelayanan pujian dari GBN BFOG Worship, Peace Ministry, Sari Simorangkir, Andy Ambarita, Grace Epiphania, serta Paduan Suara Remaja LPPD Kaltim yang merupakan peraih Champion Pesparawi Nasional 2026 di Merauke.

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, turut memberikan sambutan secara virtual. Wapres menyambut baik terselenggaranya Nusantara Konferensi Doa ini dan menyebutnya sebagai momentum sejarah yang sangat penting dalam menggalang kekuatan doa bagi keselamatan dan kedamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Acara akbar ini dipuncaki dengan doa bersama bagi bangsa dan negara Indonesia yang dipimpin oleh Pdt. Prof. Daniel Ronda (Sekum PP PGLII) bersama seluruh jajaran pimpinan 8 aras gereja, tokoh lintas agama, serta para pejabat daerah yang hadir. Dari bumi Kalimantan Timur, sebuah pesan kuat dikirimkan kepada seluruh umat di Jabodetabek, Banten, dan seluruh dunia: Doa bagi Indonesia adalah fondasi keselamatan dan kedamaian negeri tercinta. (JP)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: