OJK: Kredit Produktif, Umkm, Dan Investasi Masyarakat Lampung Terus Menguat
Radio Tangerang Heartline FM – Bayangkan sebuah mesin besar yang terus berputar, meski angin global kadang kencang dan jalan berliku. Mesin itu adalah sektor jasa keuangan Lampung, yang hingga pertengahan 2026 tetap berdiri kokoh, menopang UMKM, menjaga tabungan masyarakat, dan membuka pintu investasi.
Ketahanan Sektor Keuangan Lampung
Bandar Lampung, 10 Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung melaporkan bahwa kredit perbankan mencapai Rp114,57 triliun, tumbuh 5,35% dibanding tahun lalu. Dana masyarakat yang dihimpun juga meningkat 8,77%, menandakan kepercayaan publik tetap tinggi di tengah dinamika ekonomi global.
Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy, menegaskan: “Kondisi sektor jasa keuangan Lampung hingga Semester I 2026 tetap sehat, resilien, dan mampu menjaga fungsi intermediasi. Fokus kami bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi memastikan sektor jasa keuangan benar-benar hadir mendukung masyarakat, UMKM, dan pembangunan daerah.”
Kredit Produktif dan UMKM
Pertumbuhan kredit ditopang oleh tiga pilar utama:
- Modal Kerja Rp54,64 triliun (tumbuh 2,17%).
- Investasi Rp18,93 triliun (tumbuh 9%).
- Konsumsi Rp40,99 triliun (tumbuh 8,15%).
Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross hanya 2,73%, jauh di bawah ambang batas aman.
Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp4,35 triliun, dinikmati oleh lebih dari 73 ribu debitur. Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan menjadi wilayah dengan penyaluran tertinggi, memperkuat basis ekonomi pedesaan.
Distribusi Kredit dan Investasi
Sektor industri pengolahan menyumbang kontribusi terbesar, yakni 23,6% dari total kredit, diikuti perdagangan besar dan eceran, rumah tangga, serta pertanian. Secara spasial, Kota Bandar Lampung mendominasi dengan hampir 58% dari total kredit perbankan.
Di sisi pasar modal, minat masyarakat Lampung terus meningkat. Hingga Maret 2026, jumlah investor mencapai 203.565 SID, dengan nilai transaksi efek mencapai Rp3,22 triliun.
Program Inklusi dan Edukasi
OJK Lampung juga aktif melaksanakan 35 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau lebih dari 8 ribu peserta dari berbagai kalangan. Program inovatif seperti Bank Sampah Sekolah, Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS), dan KNMP Desa Perkasa menjadi bukti nyata bahwa inklusi keuangan bukan sekadar jargon, melainkan gerakan yang menyentuh masyarakat hingga akar rumput.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, OJK optimistis sektor jasa keuangan Lampung akan terus tumbuh sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Lampung bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi juga menyalakan harapan: bahwa ekonomi daerah bisa maju bersama rakyatnya.
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:


