19 August 2026
dr. Leonardo Alfonsius membahas pentingnya interaksi nyata di tengah perkembangan teknologi digital

Membangun Hubungan Nyata di Tengah Era Digital, Jangan Biarkan Teknologi Menggantikan Kehadiran Manusia

Radio Tangerang Heartline FM — Perkembangan teknologi digital membuat manusia semakin mudah berkomunikasi tanpa dibatasi jarak dan waktu. Namun, kemudahan tersebut tidak selalu membuat seseorang merasa lebih dekat dengan orang lain. Di tengah banyaknya koneksi melalui media sosial, pesan instan, dan panggilan video, tidak sedikit orang justru mengalami kesepian.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Sketsa Keluarga Indonesia pada Rabu (18/08) yang mengangkat tema “Membangun Hubungan Nyata di Era Digital”. Dalam program tersebut, dr. Leonardo Alfonsius Paulus Lalenoh, M.Sc, Sp.KJ, menjelaskan bahwa hubungan secara langsung memiliki sejumlah unsur yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh komunikasi digital.

Menurutnya, ketika bertemu secara langsung, seseorang dapat menangkap berbagai hal melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh, suara, hingga sentuhan. Sementara dalam komunikasi digital, sebagian besar informasi tersebut tidak dapat dirasakan secara utuh.

“Kita sebagai manusia itu lahir dari orang tua kita. First impression kita sebagai seorang manusia sebagai seorang individu adalah kita terkontak dengan ibu kita. Jadi kita pun sejak awal itu sudah terbiasa dengan human contact,” katanya.

Ia menambahkan, manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial yang membutuhkan hubungan dengan orang lain. Bahkan seseorang yang memiliki kepribadian introvert tetap membutuhkan orang-orang tertentu yang dapat menjadi tempat untuk berinteraksi dan membangun kedekatan.

Banyak Koneksi Belum Tentu Membuat Dekat

Kemajuan media sosial membuat seseorang dapat memiliki ratusan bahkan ribuan koneksi. Namun, jumlah tersebut tidak otomatis menunjukkan kualitas hubungan yang dimiliki.

Leo menilai, keterhubungan antarmanusia bukan semata-mata persoalan jumlah orang yang dapat dihubungi, melainkan seberapa bermakna hubungan tersebut.

“Connectivity atau keterhubungan antara manusia itu bukan soal quantity-nya, tapi kualitas dari keterhubungan itu. Apakah itu profound, apakah itu dalam, apakah itu meaningful,” ujarnya.

Menurutnya, seseorang tetap membutuhkan kehadiran nyata dari orang-orang terdekat. Interaksi secara langsung memungkinkan manusia merasakan kehangatan, melihat ekspresi, serta memahami kondisi emosional lawan bicara dengan lebih utuh.

Karena itu, banyaknya jumlah pengikut, komentar, atau tanda suka di media sosial tidak selalu mampu menghilangkan rasa kesepian.

Teknologi Sebagai Alat, Bukan Pengganti Hubungan

Leo tidak menilai teknologi sebagai sesuatu yang sepenuhnya buruk. Menurutnya, teknologi justru sangat membantu manusia dalam berkomunikasi, terutama ketika terdapat kendala jarak dan waktu.

Namun, penggunaan teknologi perlu ditempatkan sebagai sarana pendukung, bukan sebagai pengganti hubungan secara langsung.

“Platform sosial ini atau digital ini sebagai suatu hal yang mendukung tapi bukan menjadi esensi sebagai media keterhubungan kita,” jelasnya.

Ia mencontohkan pengalaman selama pandemi COVID-19 ketika konsultasi dan pelayanan kesehatan harus dilakukan secara virtual. Meski teknologi membantu menjaga komunikasi, sebagian pasien tetap merasa lebih nyaman ketika dapat bertemu langsung dengan tenaga kesehatan.

Waspadai Penggunaan Media Sosial yang Mulai Tidak Sehat

Dalam kesempatan tersebut, dr. Leo juga menjelaskan bahwa seseorang dapat mempertimbangkan untuk mengurangi penggunaan media sosial apabila aktivitas tersebut mulai mengganggu kualitas hidup dan keberfungsiannya sehari-hari.

Salah satu indikator yang dapat diperhatikan adalah screen time atau durasi penggunaan perangkat digital. Selain itu, kebiasaan seperti langsung membuka media sosial setelah bangun tidur atau terus-menerus melakukan scrolling sebelum tidur juga perlu menjadi perhatian.

Penggunaan media sosial mulai perlu dievaluasi ketika seseorang menjadi enggan berinteraksi secara langsung, produktivitas terganggu, atau hubungan dengan lingkungan sekitar semakin menjauh.

“Pada akhirnya kan kembali kita sebagai manusia itu kita diciptakan untuk terhubung. Kita lahir dari ibu dan kita juga pertama kali kita nangis dan kita butuh orang,” kata Leo.

Anak-Anak Perlu Didampingi

Penggunaan teknologi oleh anak-anak juga menjadi perhatian. Dr. Leo mengatakan, orang tua tidak mungkin sepenuhnya mengisolasi anak dari internet karena teknologi kini telah menjadi bagian dari pendidikan, komunikasi, maupun hiburan.

Karena itu, yang diperlukan adalah penerapan penggunaan internet secara sehat. Orang tua dapat memberikan batasan waktu sekaligus menjadi contoh bagi anak dalam menggunakan perangkat digital.

Menurutnya, keluarga tetap perlu menyediakan waktu untuk makan bersama, berkumpul, berbicara, dan melakukan aktivitas secara langsung. Dengan demikian, anak dapat memahami bahwa teknologi merupakan bagian dari kehidupan, tetapi bukan satu-satunya cara untuk berhubungan dengan orang lain.

“Kita tidak boleh dikuasai oleh hasil pikiran manusia. Kita sebagai manusia yang punya eksistensi diri, kita yang justru bisa mengelola dan mengukuhkan eksistensi kita dengan terhubung satu sama lain secara apa adanya,”ujarnya.

Kembali Menghidupkan Interaksi Langsung

Untuk menjaga hubungan tetap sehat di tengah perkembangan teknologi, Dr. Leo mengajak masyarakat kembali membangun kebiasaan sederhana dalam berinteraksi secara langsung.

Menurutnya, waktu luang tidak selalu harus diisi dengan scrolling media sosial. Masyarakat dapat menggantinya dengan membaca buku fisik, berbincang dengan teman, mengunjungi keluarga, atau sekadar menanyakan kondisi orang-orang di sekitar.

Pada akhirnya, teknologi dapat menjadi sarana yang mempermudah manusia untuk tetap terhubung. Namun, hubungan yang bermakna tetap membutuhkan kehadiran, perhatian, empati, dan interaksi nyata.

Di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi, manusia perlu memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak justru membuat dirinya semakin jauh dari orang-orang yang berada paling dekat.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=h3Gumh0-fyU

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: