Gaya Hidup 3R ala SMAK Penabur Kota Tangerang
Radio Tangerang Heartline FM – Pernah nggak sih kalian ngerasa kalau cuaca di Tangerang makin hari makin “ngajak berantem”? Lagi asyik nongkrong di QBIG atau SMS, eh tiba-tiba panasnya kayak simulasi di atas kompor. Belum lagi kalau musim hujan datang, beberapa titik di sekitar kita—dari Karawaci sampai Serpong—mulai drama kena banjir.
Ternyata, itu semua kode keras dari bumi kalau dia lagi teriak! Lewat talkshow “Suara Tangguh” di Radio Heartline Tangerang, media radio terbesar dan terpopuler di Tangerang Raya, teman-teman kita dari SMAK Penabur Kota Tangerang nge-spill cara jadi pahlawan lingkungan tanpa harus jadi ribet.
Kenapa Kita di Tangerang Harus Peduli?
Kawasan kita emang estetik dan penuh fasilitas, tapi jujur deh, gaya hidup kita juga nyumbang masalah. Di talkshow “Suara Tangguh” di Radio Heartine Tangerang, teman-teman dari SMAK Penabur Kota Tangerang membahas soal Banjir dan Polusi. Cristian Tjhiputra dan Egi Eka Putra dari Kelas 10, ngingetin kalau banjir bandang bukan cuma soal hujan, tapi soal deforestasi dan saluran air yang mampet. Sebagai informasi, kualitas udara Indonesia di 2024 sempat menduduki peringkat 15 terkotor di dunia.
Selain itu, mereka juga membahas soal invasi mikroplastik. Fransiska Irene dan Charlenne Evelyn ngingetin kita soal partikel kecil bernama mikroplastik. Ini bahaya banget kalau sampai masuk ke rantai makanan atau air hujan yang kita hirup.
Juga ada Reinhart Alinskie Jacob dan Kimberly Virgina Jauw nemuin fakta kalau 70% sampah di Indonesia itu organik, dan banyak yang belum terkelola sampai numpuk 3 meter kayak di daerah pasar.
Gerakan Real Ala Anak Penabur (Bisa Kita Tiru!)
Nah, ini dia ringkasan ide dari para narasumber buat kita eksekusi sekarang juga:
- “Menanam Taman Bermanfaat” – Egi dan Cristian ngasih tips agar kita jangan cuma gundulin hutan. Mereka ajak kita untuk mulai hijaukan sekitar. Di sekolah mereka, ada meja guru yang dikasih tanaman hias biar udara segar. Tanaman itu ibarat spong yang nyerap air dan CO2. Makin banyak pohon, makin minim polusi dan makin adem vibe-nya.
- “Tumblers Day & Bekal Sehat” – Irene & Charlenne memberi tips agar kita bawa botol minum (Tumblr) sendiri ke mana-mana. Itu wajib! Di SMAK Penabur Kota Tangerang, penggunaan air mineral kemasan berkurang drastis sejak ada Water Station di masing-masing kelas. Jadi kurangi wadah plastik sekali pakai karena kalau kena panas, partikel mikroplastiknya bisa lepas dan masuk ke makanan kita. Bawa bekal dengan wadah kaca atau BPA Free biar tetap sehat.
- “Eko-enzim: Cairan Ajaib dari Dapur” – Reinhart & Kimberly mengatakan agar jika kita punya sampah kulit buah di rumah, jangan dibuang! Reinhart dan Kimberly bisa membikin Eko-enzim dari sampah, yakni cairan hasil fermentasi sampah organik selama 90 hari yang bisa digunakan untuk pupuk organik, pembasmi serangga (insektisida), bahkan penjernih sungai.
Berani Peduli, Berani Beraksi!
Gaya hidup 3R (Reuse, Reduce, Recycle) itu bukan cuma teori di buku Biologi. Mulai dari hal kecil: pakai galon bekas buat pot bunga yang dilukis estetik, bawa bekal sendiri, atau coba bikin eko-enzim.
“Tak harus kuat, tak harus kaya, cukup peduli dan mulai berkarya!” Begitu yel-yel keren dari adik-adik kita dari SMAK Penabur Kota Tangerang. Yuk, warga Tangerang, kita buktiin kalau anak muda Tangerang nggak cuma jago milih tempat nongkrong, tapi juga jago jaga Bumi!
Nonton video lengkap keseruan mereka di sini:
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
