Jonathan Prawira Ajak Umat Percaya, Berkat dan Panggilan Tuhan Masih Banyak Lagi
Radio Tangerang Heartline FM – Pencipta lagu rohani Pastor Jonathan Prawira mengajak umat Kristen untuk tetap menguatkan iman, berfokus kepada Tuhan, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan hidup. Menurutnya, perjalanan hidup seseorang tidak berhenti hanya karena mengalami kegagalan, keterbatasan, atau merasa telah melewati masa terbaiknya.
Pesan tersebut disampaikan Jonathan Prawira dalam program Firman dalam Pujian di Heartline Radio 100.6 FM. Dalam perbincangan bersama Timo Ardante, ia membahas makna rohani di balik dua lagu ciptaannya, yakni Singa Muda dan Masih Banyak Lagi.
Melalui lagu Singa Muda, Jonathan mengangkat pesan dari Mazmur 34:11 yang mengingatkan bahwa sekalipun singa-singa muda dapat merana karena kelaparan, orang yang mencari Tuhan tidak akan kekurangan sesuatu yang baik.
Ia menjelaskan, kenyataan hidup terkadang membuat seseorang kehilangan semangat, merasa buntu, bahkan mempertanyakan janji Tuhan. Namun, di tengah berbagai situasi tersebut, umat percaya perlu tetap berpegang pada firman Tuhan.
“Sejuta alasan Daud bisa mengeluh. Cuma satu alasan yang terkuat mengalahkan sejuta alasan realitas, yaitu janji Tuhan,” ujar Jonathan dalam perbincangan tersebut.
Menurutnya, kasih karunia Tuhan bukanlah sesuatu yang diperoleh karena manusia mampu memenuhi sejumlah persyaratan. Kasih karunia berasal dari inisiatif Tuhan, sedangkan manusia perlu memberikan respons dengan mencari dan mengarahkan hidupnya kepada Tuhan.
Ia juga menekankan pentingnya memahami bahwa berkat yang diterima bukan hanya untuk dinikmati sendiri, melainkan dapat digunakan untuk memperkuat sesama, membangun komunitas, dan memperluas pengaruh nilai-nilai Kerajaan Tuhan.
Lagu “Masih Banyak Lagi” Mengingatkan Panggilan Hidup Belum Berakhir
Selain Singa Muda, Jonathan membahas lagu Masih Banyak Lagi yang mengangkat pesan bahwa Tuhan masih menyediakan banyak hal baik dan kesempatan untuk berkarya bagi umat-Nya.
Ia merujuk pada Yosua 13:1, ketika Tuhan mengingatkan Yosua yang telah lanjut usia bahwa masih banyak wilayah yang belum diduduki. Menurut Jonathan, bagian Alkitab tersebut mengajarkan bahwa bertambahnya usia bukan alasan untuk langsung menganggap tugas dan panggilan hidup telah selesai.
“Jangan cepat-cepat bilang, ‘Ah, sudahlah, masaku sudah lewat,’” ujarnya.
Jonathan mengingatkan bahwa setiap orang masih dapat memiliki peran penting sesuai dengan kemampuan, pengalaman, dan kesempatan yang dimilikinya. Karena itu, generasi muda maupun generasi yang lebih tua perlu bergerak bersama, bukan saling mengesampingkan.
Ia juga membagikan pengalamannya ketika sempat berpikir untuk berhenti berkarya setelah menghadapi persoalan terkait lagu-lagu ciptaannya. Namun, pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa kesulitan yang dihadapi tidak selalu berarti akhir dari sebuah perjalanan.
Menurutnya, selama seseorang masih menjalani kehidupan, masih ada kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, menghasilkan karya baru, dan menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan.
Belajar Melihat Hal Baik di Tengah Kesulitan
Dalam perbincangan itu, Jonathan juga mengajak pendengar mengubah cara pandang terhadap kehidupan. Salah satu langkah yang disarankannya adalah belajar mengenali hal-hal baik yang sering kali dianggap sederhana.
Ia mencontohkan kesempatan untuk bangun pada pagi hari, bernapas dengan lega, dan menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai hal yang patut disyukuri.
Menurut Jonathan, ketika seseorang terus memusatkan perhatian pada persoalan, kekurangan, dan kegagalan, ia dapat kehilangan kemampuan untuk melihat kesempatan yang masih tersedia. Sebaliknya, membangun kebiasaan mengenali hal-hal baik dapat membantu seseorang mempertahankan.
