Mengalami Kebaikan Tuhan di Tengah Dunia yang Tidak Selalu Baik
Radio Tangerang Heartline FM — “Tuhan itu baik.” Kalimat sederhana ini mungkin sudah sangat sering kita dengar. Namun, apakah kita benar-benar memahami apa arti kebaikan Tuhan? Dan yang lebih penting, apakah kita tetap mampu melihat dan mengalami kebaikan-Nya ketika kehidupan sedang berada dalam situasi yang sulit?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam program Firman dalam Pujian di Heartline FM bersama Pastor Jonathan Prawira. Dalam kesempatan tersebut, lagu “Tuhan Itu Baik” menjadi pintu masuk untuk memahami lebih dalam tentang karakter Tuhan, bagaimana manusia merespons kebaikan-Nya, serta bagaimana kebaikan Tuhan seharusnya mengubah cara seseorang menghadapi kejahatan dunia.
Kebaikan Tuhan Bukan Sekadar Perasaan
Pembahasan diawali dari pertanyaan yang sangat dekat dengan kehidupan manusia: bagaimana seseorang dapat membalas kebaikan Tuhan?
Menurut pembahasan tersebut, keinginan untuk membalas kebaikan Tuhan bukanlah sebuah perintah yang harus dilakukan karena tekanan. Sebaliknya, hal itu merupakan respons alami ketika seseorang benar-benar mengalami kebaikan Tuhan.
Ketika seseorang menyadari bahwa Tuhan telah bekerja dalam hidupnya, yang muncul bukan sekadar kata-kata, tetapi rasa syukur dan keinginan untuk merespons kebaikan tersebut. Bahkan, pengalaman akan kebaikan Tuhan dapat menjadi sebuah kekuatan yang memengaruhi cara seseorang menjalani hidup.
Karena itu, membalas kebaikan Tuhan bukanlah tentang memenuhi tuntutan tertentu. Itu merupakan tanda bahwa seseorang telah mengalami dan mengenal kebaikan Tuhan secara pribadi.
Memilih Membalas Kebaikan, Bukan Kejahatan
Salah satu pesan kuat dari pembahasan tersebut adalah bahwa orang yang terus memikirkan bagaimana membalas kebaikan Tuhan tidak akan mudah terjebak dalam keinginan untuk membalas kejahatan dunia.
Kehidupan memang tidak selalu berjalan baik. Ada orang yang menyakiti, merendahkan, menolak, memfitnah, bahkan memperlakukan kita dengan tidak adil. Dalam situasi seperti itu, manusia secara alami dapat tergoda untuk membalas dengan cara yang sama.
Namun, pengalaman terhadap kebaikan Tuhan memberikan kekuatan untuk mengambil jalan yang berbeda. Seseorang tidak harus ikut menjadi jahat hanya karena dirinya diperlakukan dengan buruk.
Inilah salah satu bentuk nyata kebaikan Tuhan dalam kehidupan manusia: Tuhan tidak selalu menghilangkan orang-orang jahat dari sekitar kita, tetapi Dia dapat memberikan kekuatan agar kita tidak berubah menjadi seperti mereka.
Daud: Melihat Kebaikan Tuhan di Tengah Pergumulan
Sosok Daud menjadi salah satu contoh yang menarik dalam pembahasan ini. Daud bukanlah seseorang yang hidup tanpa masalah. Ia mengalami penolakan, pengejaran, tekanan, bahkan berbagai persoalan dalam kehidupannya. Namun, di tengah semua keadaan tersebut, Daud tetap mampu mengatakan bahwa Tuhan itu baik.
Kuncinya bukan karena Daud tidak mengalami kejahatan dunia, melainkan karena fokusnya tertuju kepada Tuhan dan kebaikan-Nya. Dalam pembahasan tersebut, Mazmur 145:9 juga disinggung untuk menggambarkan bahwa Tuhan itu baik kepada semua orang dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Dengan demikian, mengatakan “Tuhan itu baik” bukan berarti kehidupan kita selalu bebas dari masalah. Pernyataan tersebut justru menjadi pengakuan tentang siapa Tuhan itu.
Tuhan Bukan Hanya Berbuat Baik, Ia Adalah Kebaikan Itu Sendiri
Salah satu bagian penting dalam pembahasan lagu ini adalah pemahaman mengenai identitas Tuhan sebagai sumber kebaikan. Kebaikan Tuhan tidak hanya dilihat dari apakah hari ini kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau tidak. Tuhan tetap baik ketika doa belum terjawab, ketika keinginan belum terpenuhi, bahkan ketika kita sedang menghadapi pergumulan. Artinya, ukuran kebaikan Tuhan tidak boleh hanya ditentukan berdasarkan kondisi sesaat yang sedang kita alami.
Dalam pembahasan tersebut, kebaikan Tuhan digambarkan sebagai sesuatu yang memiliki maksud dan tujuan yang baik. Tuhan tidak bekerja dengan maksud jahat terhadap manusia. Bahkan ketika seseorang sedang melewati proses yang berat, hal itu tidak otomatis berarti Tuhan sedang meninggalkannya.
Karena itu, seseorang perlu belajar membedakan antara situasi yang sedang tidak baik dan Tuhan yang tetap baik. Keadaan dapat berubah. Perasaan dapat berubah. Kondisi kehidupan dapat berubah. Tetapi karakter Tuhan tetap baik.
Penolakan Tidak Selalu Berarti Kegagalan
Dalam kehidupan, tidak semua hal yang kita inginkan akan kita dapatkan. Ada kesempatan yang tertutup, hubungan yang berakhir, pekerjaan yang tidak berhasil, proyek yang batal, atau rencana yang tidak berjalan sesuai harapan.
Namun, pembahasan dalam program tersebut mengajak pendengar untuk melihat kemungkinan lain: apa yang kita anggap sebagai rejection atau penolakan, bisa saja merupakan bentuk protection atau perlindungan Tuhan.
Manusia sering kali hanya melihat apa yang terjadi saat ini. Sebaliknya, Tuhan melihat keseluruhan proses dan arah kehidupan seseorang. Karena itu, ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, bukan berarti cerita kita telah selesai. Bisa jadi kita sedang diarahkan menuju sesuatu yang lebih tepat.
Kebaikan Tuhan Mengubah Cara Kita Memperlakukan Orang Lain
Memahami kebaikan Tuhan seharusnya tidak berhenti pada perasaan bersyukur. Kebaikan tersebut harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika seseorang benar-benar mengalami kebaikan Tuhan, ia terdorong untuk melakukan kebaikan kepada orang lain tanpa selalu menuntut balasan.
Jika kita berbuat baik hanya karena mengharapkan orang lain membalasnya, kita akan mudah kecewa ketika kebaikan tersebut tidak dihargai. Tetapi jika kebaikan kita merupakan respons terhadap kebaikan Tuhan, maka respons orang lain tidak lagi menjadi ukuran utama.
Jika seseorang tidak menghargai kebaikan kita, kita tetap dapat memilih untuk melakukan kebaikan kepada orang lain yang membutuhkan. Dengan demikian, kita tidak hidup berdasarkan siklus “kamu baik kepada saya, maka saya baik kepada kamu” atau “kamu jahat kepada saya, maka saya akan membalasnya.”
Bersyukur Bukan Karena Semua Keadaan Baik
Salah satu hal yang ditekankan dalam pembahasan adalah pentingnya belajar bersyukur di tengah berbagai keadaan. Bersyukur bukan berarti kita harus berpura-pura bahwa semua masalah tidak ada. Bersyukur juga bukan berarti kita tidak boleh mengeluh atau menceritakan pergumulan kepada Tuhan.
Justru karena Tuhan baik, manusia dapat datang kepada-Nya dengan segala keadaan yang sedang dialami, yang perlu diubah adalah cara kita memandang keadaan tersebut. Situasi yang sedang tidak baik hari ini tidak otomatis berarti masa depan kita juga akan buruk. Dengan mengenal Tuhan sebagai pribadi yang baik, seseorang dapat memiliki pengharapan bahkan ketika keadaan belum berubah.
Ketika pikiran seseorang terus dipenuhi dengan kebaikan Tuhan, hal tersebut akan memengaruhi kehidupannya. Kebaikan Tuhan tidak hanya berbicara tentang perubahan moral, tetapi juga bagaimana seseorang berpikir, berbicara, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupannya.
Pembahasan tersebut menekankan bahwa ketika seseorang terus mengarahkan pikirannya kepada kebaikan Tuhan, ia akan terdorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki pemikiran yang lebih baik, ucapan yang lebih bernilai, dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Dengan kata lain, pengalaman terhadap kebaikan Tuhan seharusnya menghasilkan perubahan dalam diri manusia.
Kebaikan Tuhan Adalah Kekuatan
Pada akhirnya, pesan utama dari pembahasan lagu “Tuhan Itu Baik” bukan sekadar ajakan untuk mengucapkan bahwa Tuhan itu baik. Lebih dari itu, kita diajak untuk mengalami kebaikan Tuhan.
Ketika kita mengalami kebaikan-Nya, kita memiliki kekuatan untuk tidak ikut-ikutan jahat ketika dunia semakin jahat. Kita tidak harus membalas fitnah dengan fitnah, kebencian dengan kebencian, atau kejahatan dengan kejahatan.
Kita dapat memilih jalan yang berbeda karena kita tahu kepada siapa kita berharap.
Kebaikan Tuhan menjadi kekuatan yang membuat seseorang tetap berdiri, tetap percaya, tetap bersyukur, dan tetap melakukan yang baik meskipun keadaan di sekitarnya tidak selalu baik.
Karena itu, ketika kehidupan sedang menghadirkan banyak pertanyaan, mungkin kita tidak perlu terus-menerus bertanya, “Mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi?” Sebaliknya, kita dapat belajar berkata:
“Tuhan tetap baik. Saya mungkin belum memahami semuanya hari ini, tetapi saya percaya kebaikan-Nya sedang bekerja dalam hidup saya.”
Sebab keadaan boleh berubah, manusia boleh mengecewakan, dan dunia boleh semakin tidak baik. Namun, kebaikan Tuhan tetap menjadi dasar pengharapan.
Dan ketika kita benar-benar mengalami kebaikan itu, respons kita bukanlah membalas kejahatan dunia, melainkan terus hidup dalam kebaikan, menjadi lebih baik, dan membagikan kebaikan tersebut kepada orang lain.
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
