17 July 2026

Kunci Mengendalikan Gula Darah dan Mencegah Komplikasi

Radio Tangerang Heartline FM – Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya ditandai dengan tingginya kadar gula darah, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu pilar utama dalam pengelolaan diabetes adalah penerapan pola makan yang tepat. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Bincang Sehat bersama dr. Margareta Dianasanti, Spesialis Gizi Klinik Primaya Hospital Pasar Kemis.

Menurut dr. Margareta, diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang berkaitan dengan gangguan metabolisme karbohidrat akibat produksi insulin yang tidak mencukupi, kerja insulin yang terganggu, atau kombinasi keduanya. Akibatnya, kadar gula dalam darah meningkat.

“Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain mudah lelah, rasa lapar dan haus berlebihan, sering buang air kecil terutama pada malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, luka yang sulit sembuh, hingga gangguan penglihatan. Gejala-gejala tersebut sering kali diabaikan sehingga penderita baru mengetahui kondisinya ketika komplikasi mulai muncul.”ujarnya.

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah besar maupun kecil. Dampaknya, risiko penyakit jantung dan stroke meningkat. Selain itu, diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan pada mata, ginjal, serta saraf yang ditandai dengan rasa kebas, kesemutan, hingga luka pada kaki yang sulit disadari penderitanya. Karena itu, deteksi dini dan pengendalian gula darah menjadi sangat penting.

Pola Makan Harus Disesuaikan dengan Kondisi Individu

Salah satu pesan utama dalam pengelolaan diabetes adalah bahwa tidak ada pola makan yang sama untuk setiap orang. Pengaturan makanan harus mempertimbangkan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, status gizi, kondisi kesehatan, hingga penyakit penyerta.

Pengelolaan diabetes bertumpu pada empat pilar utama, yaitu pengaturan pola makan, aktivitas fisik, konsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan pemantauan gula darah secara mandiri.

Memilih Karbohidrat yang Tepat

Karbohidrat tetap dibutuhkan oleh tubuh, tetapi jenisnya harus diperhatikan. Penderita diabetes dianjurkan mengonsumsi karbohidrat kompleks yang tinggi serat dan memiliki indeks glikemik rendah agar gula darah tidak meningkat secara drastis.

Contoh sumber karbohidrat yang dianjurkan antara lain nasi merah, nasi cokelat, roti gandum, oatmeal, kentang dengan kulit, jagung, dan berbagai jenis biji-bijian. Sebaliknya, konsumsi karbohidrat sederhana seperti minuman manis, es krim, roti putih, dan makanan tinggi gula sebaiknya dibatasi karena dapat memicu lonjakan gula darah.

Protein, Lemak Sehat, dan Serat Tak Boleh Dilupakan

Selain karbohidrat, asupan protein juga penting untuk membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mengontrol gula darah. Sumber protein yang dianjurkan meliputi ikan, ayam tanpa kulit, susu rendah lemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Untuk lemak, penderita diabetes disarankan memilih lemak tak jenuh yang berasal dari ikan, alpukat, kacang almond, minyak zaitun, maupun minyak kanola. Cara memasak juga perlu diperhatikan. Mengukus, merebus, atau memanggang lebih dianjurkan dibandingkan menggoreng.

Sementara itu, konsumsi sayur dan buah tetap diperlukan karena mengandung vitamin, mineral, dan serat yang membantu menjaga kestabilan gula darah. Penderita diabetes dianjurkan mengonsumsi sekitar tiga hingga empat porsi sayur dan buah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan serat harian.

Buah Tetap Boleh Dikonsumsi

Masih banyak anggapan bahwa penderita diabetes tidak boleh makan buah. Menurut dr. Margareta, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Yang perlu diperhatikan adalah jenis buah dan tingkat kematangannya.

Sebagai contoh, pisang tetap dapat dikonsumsi, tetapi sebaiknya dipilih yang belum terlalu matang karena memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan pisang yang sudah sangat matang. Prinsip utama adalah mengatur porsi dan memilih buah dengan indeks glikemik yang lebih rendah.

Gaya Hidup Sehat Menjadi Kunci

Selain menjaga pola makan, penderita diabetes juga perlu rutin berolahraga, mengelola stres, beristirahat cukup, serta memantau kadar gula darah secara berkala. Stres yang tidak terkendali dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga pengelolaannya menjadi bagian penting dalam terapi diabetes.

Dengan kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik, pengobatan yang tepat, dan pemeriksaan rutin, diabetes dapat dikendalikan sehingga risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup penderita tetap terjaga.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=SKSNyuV3-SI&list=PLq3TKKy-o2QEQKQvLDiA3r5S3wRpiM_JN

Foto : Ilustrasi (pixabay)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: