02 June 2026
Kondisi bangunan apartemen di Kyiv yang hancur dan terbakar akibat hantaman rudal balistik Rusia

4 Tewas dan Puluhan Luka Akibat Rusia Gempur Ukraina dengan Rudal Balistik

Radio Tangerang Heartline FM – Rusia kembali meluncurkan serangan udara skala besar yang menyasar beberapa kota strategis di Ukraina pada Selasa (2/6) dini hari. Otoritas pertahanan setempat melaporkan bahwa gempuran fajar tersebut mengakibatkan sedikitnya empat warga sipil tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman proyektil.

Seluruh korban jiwa dilaporkan berada di wilayah Dnipro, di mana salah satu korban terkonfirmasi merupakan seorang wanita lansia berusia 73 tahun. Selain Dnipro, sebaran korban luka juga dilaporkan meluas hingga ke wilayah Kharkiv dan ibu kota Kyiv.

Anatomi Serangan dan Evakuasi Massa di Ibu Kota

Gempuran masif ini memicu kepanikan di ibu kota Kyiv, memaksa ribuan warga sipil bergegas mengevakuasi diri ke bunker-bunker bawah tanah dan stasiun kereta bawah air seiring membubungnya asap hitam pekat di pusat kota. Otoritas militer langsung mengaktifkan status peringatan serangan udara (air-raid sirens) di sebagian besar wilayah kedaulatan Ukraina.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tetap bertahan di dalam ruang perlindungan darurat. Di sisi lain, Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi spesifikasi senjata yang dikerahkan oleh militer Rusia.

“Musuh melancarkan serangan menggunakan ekosistem rudal balistik,” tegas Tkachenko dalam keterangan resminya.

Klitschko menambahkan bahwa hantaman rudal berkecepatan tinggi tersebut merusak dua blok bangunan apartemen bertingkat tinggi secara masif. Tim penyelamat (rescue team) mengkhawatirkan adanya sejumlah warga yang masih terjebak di bawah puing-puing reruntuhan beton.

Dampak Infrastruktur dan Kronologi Target

Berdasarkan laporan koresponden di lapangan, kombinasi suara dengungan pesawat tanpa awak (drone) dan lebih dari selusin ledakan keras akibat rudal terdengar membelah keheningan pagi buta di Kyiv.

Eskalasi serangan ini terjadi hanya berselang satu hari setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, merilis peringatan dini berbasis data intelijen mengenai potensi operasi militer udara agresif dari pihak Kremlin.

“Peringatan intelijen mengenai strategi ofensif Rusia tetap berlaku. Serangan massal sangat mungkin terjadi karena mereka telah menyiapkannya sejak lama,” tutur Zelenskyy dalam pidato malam resminya.

Justifikasi Militer dan Eskalasi Balasan Sektoral

Pada pekan sebelumnya, kementerian pertahanan Rusia memang telah mengumumkan rencana retaliasi terstruktur untuk membidik pusat-pusat komando militer serta pengambil keputusan politik di Kyiv. Otoritas Moskow bahkan sempat mengimbau para warga negara asing untuk segera mengevakuasi diri dari wilayah ibu kota.

Pihak Moskow menyatakan bahwa “serangan sistematis” ini merupakan tindakan balasan langsung atas operasi pemboman drone Ukraina pada pertengahan Mei lalu, yang menghantam sebuah fasilitas asrama di wilayah Luhansk—kawasan yang saat ini diduduki Rusia—dan menewaskan 21 orang.

Merespons tuduhan tersebut, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengeluarkan klarifikasi resmi. Pihak Kyiv membenarkan bahwa mereka melancarkan operasi serangan di dekat koordinat Starobilsk pada malam 21-22 Mei. Namun, militer Ukraina menegaskan bahwa target yang dihantam adalah murni unit logistik militer Rusia, bukan fasilitas sipil non-kombatan.

Ditulis ulang oleh redaksi

link : https://mediaindonesia.com/internasional/895943/4-tewas-dan-puluhan-luka-akibat-rusia-gempur-ukraina-dengan-rudal-balistik

FOTO :Rusia meluncurkan serangan udara besar-besaran ke sejumlah kota di Ukraina. Kyiv, Dnipro, dan Kharkiv dihantam ledakan hingga memicu kebakaran.(Media Sosial X)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: