07 May 2026
Ilustrasi pesawat luar angkasa menempuh rute cepat menuju planet Mars

Revolusi Antariksa: Ilmuwan Temukan “Jalan Pintas” ke Mars, Pangkas Perjalanan Jadi 33 Hari!

Radio Tangerang Heartline FM – Sebuah penemuan mengejutkan dari seorang kosmolog asal Brasil, Marcelo de Oliveira Souza, berpotensi mengubah sejarah penjelajahan luar angkasa. Secara tidak sengaja, ia menemukan jalur alternatif yang dapat memangkas waktu tempuh dari Bumi ke Mars secara drastis—dari yang semula 7-10 bulan menjadi hanya 33 hari.

Berawal dari “Kesalahan” Data Asteroid

Ide brilian ini muncul pada tahun 2015 saat Souza meneliti asteroid dekat Bumi bernama 2001 CA21. Awalnya, data menunjukkan lintasan asteroid tersebut melintasi orbit Bumi dan Mars secara bersamaan. Meskipun data terbaru kemudian mengoreksi jalur tersebut, pola lintasan awal yang “salah” itu justru memberikan ilham bagi Souza untuk menghitung rute tercepat antarplanet.

Skenario 2031: Misi Pulang-Pergi Hanya 5 Bulan

Alih-alih menggunakan skenario ekstrem yang membutuhkan kecepatan roket mustahil, Souza menggunakan metode Lambert Analysis untuk mencari jalur yang paling realistis dengan teknologi masa depan. Hasilnya, tahun 2031 menjadi waktu paling ideal untuk peluncuran.

Rencana Perjalanan Super Cepat (Skenario 153 Hari):

  • Berangkat dari Bumi: 20 April 2031.
  • Tiba di Mars: 23 Mei 2031 (Hanya 33 hari perjalanan).
  • Durasi di Mars: 30 hari observasi.
  • Kembali ke Bumi: Tiba pada 20 September 2031.

Sebagai perbandingan, misi konvensional saat ini membutuhkan waktu hampir tiga tahun untuk satu siklus pulang-pergi karena harus menunggu jendela peluncuran sejajar setiap 26 bulan sekali.

Tantangan Teknologi: Kecepatan dan Pengereman

Meski secara matematis memungkinkan, rute ini memiliki dua tantangan besar:

  1. Kecepatan Ekstrem: Membutuhkan kecepatan luncur sekitar 32,5 km/detik. Sebagai perbandingan, misi tercepat NASA saat ini (New Horizons) memiliki kecepatan luncur yang mendekati angka tersebut, namun membawa muatan yang jauh lebih ringan dibanding pesawat berawak.
  2. Pengereman di Mars: Dengan kecepatan setinggi itu, pesawat akan sangat sulit melambat untuk melakukan pendaratan aman (landing) di atmosfer Mars yang tipis.

Masa Depan Bersama Starship dan New Glenn

Souza optimistis bahwa kemunculan roket generasi terbaru seperti SpaceX Starship atau Blue Origin New Glenn dapat mewujudkan teori ini. Roket-roket ini dirancang untuk membawa muatan besar dengan daya dorong yang jauh lebih kuat daripada roket kimia tradisional.

“Temuan ini mengubah paradigma bahwa kita harus menghabiskan dua tahun atau lebih untuk misi pulang-pergi ke Mars,” ujar Souza.

Jika teori ini berhasil diaplikasikan, Mars tidak lagi terasa seperti planet yang tak terjangkau, melainkan destinasi yang bisa dicapai dalam waktu sebulan—hampir sama dengan waktu tempuh pelayaran kapal laut antarbenua di masa lalu.

Ditulis ulang oleh redaksi

link : https://mediaindonesia.com/teknologi/887495/ilmuwan-temukan-jalur-alternatif-ke-mars-lebih-cepat-dari-misi-saat-ini

FOTO : Ilustrasi(magnific)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: