12 May 2026

Konflik Timur Tengah Picu “Jalur Maut” bagi Paus di Perairan Afrika Selatan

Radio Tangerang Heartline FM – Para ilmuwan mengeluarkan peringatan keras mengenai lonjakan risiko tabrakan kapal komersial dengan paus di lepas pantai barat daya Afrika Selatan. Fenomena ini merupakan dampak berantai dari krisis keamanan di Timur Tengah yang memaksa kapal-kapal kargo dunia mengubah rute pelayarannya.

Lonjakan Lalu Lintas di Tanjung Harapan

Sejak 2023, ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta aksi kelompok Houthi di dekat Yaman, telah membuat jalur perdagangan Asia-Eropa via Laut Merah menjadi sangat berisiko. Akibatnya, ribuan kapal memilih memutar lewat Tanjung Harapan (Cape of Good Hope).

Data PortWatch dari IMF menunjukkan lonjakan lalu lintas yang drastis:

Maret – April 2023: 44 kapal.

Maret – April 2024: 89 kapal (naik hampir dua kali lipat).

Ancaman Cryptic Mortality (Kematian Tersembunyi)

Profesor Els Vermeulen, kepala ilmuwan di Unit Paus Universitas Pretoria, menjelaskan bahwa timnya telah memetakan kepadatan populasi paus dan menumpangtindihkannya dengan rute kapal yang baru. Hasilnya, ditemukan titik-titik rawan tabrakan yang sangat tinggi di wilayah Western Cape.

Masalah utama yang dihadapi peneliti adalah fenomena kematian tersembunyi:

  1. Tenggelam di Laut Dalam: Banyak paus yang tertabrak di tengah samudera langsung tenggelam ke dasar laut.
  2. Minim Data: Karena tidak semua bangkai terdampar di pantai, jumlah pasti korban sulit dihitung secara akurat.

Langkah Penyelamatan: Data dan Penyesuaian Rute

Para ilmuwan mengusulkan beberapa langkah mitigasi darurat, antara lain:

Pengurangan Kecepatan: Mewajibkan kapal melambat di area tertentu pada musim migrasi.

Penyesuaian Rute: Menggeser sedikit jalur pelayaran agar tidak membelah wilayah konsentrasi paus.

Namun, tantangan terbesarnya adalah dana. Survei udara dan laut secara sistematis sangat dibutuhkan untuk menghasilkan data yang bisa meyakinkan industri pelayaran dunia agar mau mengubah pola perjalanan mereka.

“Sekarang tugas komunitas ilmiah adalah menghasilkan data yang dapat diandalkan mengenai populasi paus di lepas pantai untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkas Vermeulen.

 

Ditulis ulang oleh redaksi

link : https://mediaindonesia.com/internasional/889221/imbas-konflik-timur-tengah-risiko-tabrakan-kapal-dan-paus-di-afrika-selatan-melonjak

FOTO : Ilustrasi(AFP)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: