06 May 2026

Bedah Teknis Ahli ITB: Mengapa Mobil Sering Mogok di Perlintasan Kereta Api?

Radio Tangerang Heartline FM – Rentetan kecelakaan maut di perlintasan kereta api (KA) sepanjang April hingga Mei 2026 telah merenggut belasan nyawa. Menanggapi situasi darurat ini, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) membedah akar permasalahan dari tiga sudut pandang utama: gangguan elektronik, infrastruktur, dan faktor manusia.

1. Gangguan Elektromagnetik pada Otak Kendaraan

Ahli otomotif ITB, Agus Purwadi, mengungkapkan adanya potensi gangguan teknis yang disebabkan oleh medan elektromagnetik di jalur KA, khususnya pada jalur kereta listrik. Medan magnet yang kuat ini berisiko mengganggu Electronic Control Unit (ECU).

  • Dampak pada Mobil BBM: ECU yang terganggu dapat menghentikan proses pembakaran secara mendadak, menyebabkan mesin mati.
  • Dampak pada EV: Kendaraan listrik yang sangat bergantung pada sistem elektronik terpusat juga memiliki kerentanan serupa terhadap gangguan sinyal elektromagnetik.

2. Masalah Elevasi dan Kehilangan Momentum

Pakar ITB lainnya, Yannes Martinus Pasaribu, menyoroti desain fisik perlintasan sebidang yang sering kali tidak rata. Elevasi rel yang tinggi memaksa pengemudi untuk melambat secara drastis, yang justru memicu risiko teknis:

  • Penurunan RPM: Pada mobil bermesin konvensional (ICE), melambat secara ekstrem tanpa penyesuaian gigi transmisi yang tepat dapat menyebabkan mesin mati (stall) karena RPM turun di bawah batas minimum.
  • Guncangan Fisik: Jalan yang bergelombang di sekitar rel dapat menyebabkan guncangan yang mengganggu koneksi kabel atau sensor yang sudah dalam kondisi tidak prima.

3. Psikologi Pengemudi dan “Human Error”

Meskipun faktor teknis nyata adanya, Yannes menegaskan bahwa faktor manusia tetap menjadi pemicu dominan. Kepanikan adalah musuh utama di atas rel.

“Kepanikan sering kali membuat respons motorik pengemudi menjadi tidak akurat, seperti salah mengoper gigi atau kaki yang kaku saat menginjak kopling/rem,” jelas Yannes.

Kesalahan umum pengemudi meliputi:

  • Memaksakan melintas saat sinyal sudah berbunyi.
  • Kurang kewaspadaan dan tidak melihat ke kanan-kiri.
  • Kehilangan fokus akibat tekanan situasi (melihat kereta mendekat).

Langkah Mitigasi: Kunci Keselamatan

Para ahli menekankan bahwa solusi harus datang dari dua arah:

  1. Pemerintah & Operator: Perbaikan infrastruktur jalan di perlintasan agar lebih rata dan meminimalisir hambatan fisik.
  2. Pengguna jalan: Disiplin berhenti sejenak sebelum melintas, menggunakan gigi rendah untuk menjaga torsi mesin, dan tetap tenang saat berkendara.

ditulis ulang oleh redaksi

Link :
https://mediaindonesia.com/otomotif/887088/analisis-ahli-itb-soal-pemicu-kecelakaan-mobil-di-perlintasan-kereta-api

FOTO : Warga melihat wujud taksi Green SM yang ditabrak kereta Commuterline di dekat Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).(MI/Usman Iskandar)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: