Pecahkan Rekor, Astronom Identifikasi Pasangan Lubang Hitam Ultramasif Berbobot 60 Miliar Massa Matahari
Radio Tangerang Heartline FM – Sebuah fenomena kosmik luar biasa berhasil diidentifikasi oleh tim astronom internasional. Melalui pemanfaatan teknologi observasi antariksa mutakhir, para ilmuwan berhasil menemukan kandidat pasangan lubang hitam (black hole) terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah astrofisika. Objek ultramasif ini ditemukan berada di jantung galaksi Abell 402-BCG.
Penemuan ini memberikan perspektif baru bagi dunia sains mengenai bagaimana galaksi-galaksi skala raksasa berinteraksi, menyatu, dan berevolusi dalam skala waktu kosmik.
Misteri Area Gelap Abell 402-BCG
Galaksi Abell 402-BCG terletak pada jarak yang sangat jauh, yakni sekitar 4,4 miliar tahun cahaya dari Bumi. Pada pengamatan awal yang dilakukan tahun 2018, para ilmuwan sempat mendeteksi adanya wilayah gelap misterius di pusat galaksi tersebut. Asumsi awal para peneliti saat itu mengarah pada keberadaan awan debu tebal yang memblokir pancaran cahaya bintang.
Namun, teka-teki tersebut akhirnya terpecahkan setelah para astronom mengombinasikan ketajaman James Webb Space Telescope (JWST) milik NASA dan Very Large Telescope (VLT) kepunyaan European Southern Observatory. Instrumen sensitif pada kedua teleskop membuktikan bahwa wilayah tersebut bersih dari bintang akibat pengaruh gaya gravitasi ekstrem dari sepasang lubang hitam.
Spesifikasi Data Penemuan Kosmik:
- Lokasi Objek: Jantung Galaksi Raksasa Abell 402-BCG.
- Jarak Kosmologis: 4,4 Miliar Tahun Cahaya dari Bumi.
- Total Massa Gabungan: 60 Miliar Kali Lipat Massa Matahari.
- Teknologi Observasi: Kolaborasi James Webb Space Telescope & VLT.
Dinamika Gravitasi: Pengusiran Bintang Menuju Tabrakan
Berdasarkan analisis data, pasangan lubang hitam ultramasif ini diperkirakan memiliki bobot dua kali lipat lebih besar dari rekor pasangan lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan manusia sebelumnya. Saat ini, kedua raksasa tersebut berada dalam fase saling mengorbit dan secara perlahan bergerak mendekat menuju proses tabrakan masif (merger).
Proses saling mengorbit ini memicu fenomena pembersihan mekanis di pusat galaksi. Gaya gravitasi yang sangat kuat dari kedua objek menyedot sekaligus melemparkan bintang-bintang di sekitarnya keluar dari jalur orbit asli mereka. Hal inilah yang menciptakan ruang kosong tanpa cahaya di pusat Abell 402-BCG yang sempat mengecoh para peneliti di masa lalu.
Implikasi Penting bagi Sains Modern
Laporan penemuan yang dipublikasikan melalui jurnal Science News ini memiliki tiga signifikansi utama bagi perkembangan ilmu pengetahuan masa depan:
- Teori Evolusi Lubang Hitam: Menjadi bukti empiris mengenai bagaimana sebuah lubang hitam dapat tumbuh hingga mencapai skala ultramasif (puluhan miliar massa Matahari) melalui jalur penggabungan fisik.
- Validasi Kapabilitas JWST: Membuktikan akurasi dan ketajaman sensor inframerah teleskop luar angkasa dalam memisahkan anomali ruang kosong akibat gravitasi dengan kepadatan awan debu antarbintang.
- Prediksi Objek Tunggal Raksasa: Jika proses penyatuan selesai, kedua objek ini akan membentuk satu lubang hitam tunggal terbesar di alam semesta, sebuah kasus langka yang hingga kini masih terus diteliti formulasi teoritisnya.
Saat ini, pemodelan matematika terkait jalur orbit dan spesifikasi teknis lanjutan dari kedua objek masih terus divalidasi oleh konsorsium peneliti internasional demi memetakan perilaku objek paling ekstrem di alam semesta tersebut.
Ditulis ulang oleh redaksi
FOTO : Ilustrasi(Magnific)
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
