Rupiah Tembus Rp17.800 per Dolar AS di Pasar Offshore, Ekonom Soroti Beban Stabilitas Harga Domestik
Radio Tangerang Heartline FM – Nilai tukar rupiah di pasar offshore atau luar negeri mengalami tekanan tajam hingga menembus level Rp17.800 per dolar AS pada Kamis (28/5). Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai pelemahan tersebut terjadi karena rupiah menjadi penyangga utama guncangan ekonomi di tengah kebijakan pemerintah menjaga kestabilan harga dalam negeri.
Berdasarkan data perdagangan spot valuta asing global, kurs rupiah tercatat berada di posisi Rp17.873,5 per dolar AS pada pukul 12.21 WIB. Pelemahan signifikan ini berlangsung ketika pasar domestik sedang libur dalam rangka peringatan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Menurut Fakhrul, dalam situasi normal kenaikan harga energi dunia seharusnya mendorong inflasi dan penyesuaian harga di dalam negeri. Namun pemerintah memilih menahan kenaikan harga energi demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas sosial.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut sejalan dengan teori Dornbusch Overshooting, di mana nilai tukar dapat bergerak jauh lebih ekstrem dibandingkan fundamental ekonomi ketika harga domestik cenderung kaku sementara pasar keuangan bergerak sangat cepat.
Walaupun fundamental ekonomi Indonesia seperti inflasi, sektor perbankan, dan pertumbuhan ekonomi masih tergolong solid, pelaku pasar saat ini lebih mencermati kredibilitas dan konsistensi kebijakan pemerintah. Ketidaksinkronan antara kebijakan fiskal dan moneter juga dinilai memperbesar ketidakpastian di pasar.
Fakhrul menambahkan, ketika pemerintah berupaya menjaga inflasi tetap rendah dan membatasi penyesuaian harga, maka beban untuk menjaga stabilitas ekonomi akan lebih banyak ditanggung oleh Bank Indonesia dan nilai tukar rupiah.
Foto : Antara
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
