08 July 2026

Mentalitas Pembelajar Ekstrem Jadi Kunci Hadapi Perubahan Zaman

Radio Tangerang Heartline FM – Mentalitas untuk terus belajar dinilai menjadi kunci agar individu mampu beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung semakin cepat di era digital. Hal itu disampaikan narasumber Hendri Bun dalam sebuah talkshow di Heartline FM yang membahas konsep extreme learner atau pembelajar ekstrem.

Menurut Hendri, seorang extreme learner adalah individu yang tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki. Sebaliknya, mereka terus mencari pengetahuan dan keterampilan baru untuk mengembangkan diri.

“Seorang pembelajar ekstrem selalu memiliki agenda belajar. Mereka terus menantang diri untuk menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap orang perlu memiliki target pembelajaran yang jelas, baik dalam jangka waktu satu bulan maupun tiga bulan ke depan. Dengan adanya target, seseorang akan lebih termotivasi untuk meningkatkan kompetensinya.

Hendri juga menekankan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana belajar. Menurutnya, internet dan berbagai platform digital telah membuka akses pengetahuan yang jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya, sehingga masyarakat memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas diri.

Selain itu, ia menilai kebiasaan belajar sebaiknya mulai dibangun sejak usia dini. Anak-anak pada usia 0 hingga 12 tahun dinilai berada pada fase paling efektif untuk menyerap berbagai pengetahuan baru. Karena itu, orang tua dan pendidik diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, interaktif, dan mendorong rasa ingin tahu anak.

Sebaliknya, budaya belajar yang hanya mengandalkan hafalan atau lingkungan yang terlalu sering menyalahkan ketika seseorang melakukan kesalahan justru dapat menghambat semangat belajar dan mengikis kreativitas.

Hendri mengatakan lingkungan keluarga, sekolah, hingga dunia kerja memiliki peran penting dalam membentuk karakter pembelajar. Apresiasi terhadap proses, kesempatan untuk bertanya, serta ruang untuk menyampaikan ide dinilai dapat menumbuhkan keberanian seseorang untuk terus belajar dan berinovasi.

Ia juga mengajak masyarakat membangun budaya belajar secara kolektif melalui keluarga maupun komunitas. Menurutnya, perubahan pola pikir tidak dapat terjadi secara instan, melainkan membutuhkan komitmen, konsistensi, serta adanya pihak yang menjadi penggerak.

Di akhir perbincangan, Hendri menegaskan bahwa menjadi pembelajar sepanjang hayat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan terus mengembangkan diri, seseorang dinilai akan lebih siap menghadapi perubahan dan meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=_XUb_vz_7Jc&list=PLq3TKKy-o2QFs4Tbnwp-qwkN4ijxf2V5q

Foto : SS Youtube Heartline Network

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: