10 July 2026

Career Switch di Usia 30–40 Tahun, Terlambat atau Justru Waktu yang Tepat?

Radio Tangerang Heartline FM – Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, berpindah karier atau career switch bukan lagi sesuatu yang asing. Banyak profesional yang telah bekerja selama bertahun-tahun mulai mempertanyakan apakah pekerjaan yang mereka jalani masih sesuai dengan tujuan hidup, minat, dan potensi yang dimiliki. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah berganti karier di usia 30 hingga 40 tahun sudah terlambat?

Praktisi Human Resources (HR) dan pengembangan SDM, Anung Prakoso, menilai bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai karier baru. Menurutnya, usia bukanlah penghalang utama, melainkan bagaimana seseorang mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan besar tersebut.

“Yang paling penting adalah mengetahui apa yang membuat kita bersemangat. Jangan sampai kita memilih pekerjaan hanya karena mengikuti tren atau dorongan lingkungan,” ujarnya dalam sebuah talk show radio.

Jangan Sekadar Mengikuti Tren

Banyak orang memilih profesi karena dianggap bergengsi atau sedang populer. Misalnya, bekerja di sektor perbankan yang selama ini dipandang sebagai pekerjaan impian. Namun, belum tentu pekerjaan tersebut sesuai dengan karakter dan minat seseorang.

Anung mengingatkan bahwa seseorang perlu mengenali aktivitas yang membuatnya merasa berenergi (energize) dan menikmati pekerjaannya. Ketika seseorang bekerja sesuai dengan kekuatan dan passion yang dimiliki, peluang untuk berkembang jauh lebih besar dibandingkan dengan sekadar mengejar tren.

Apa yang Dicari HR Saat Career Switch?

Bagi perusahaan, pengalaman kerja memang menjadi salah satu pertimbangan penting. Namun, ketika seseorang berpindah ke bidang baru, HR tidak hanya melihat riwayat pekerjaan sebelumnya.

Ada beberapa hal yang justru menjadi nilai tambah, seperti pengalaman mengerjakan proyek yang relevan dengan posisi yang dilamar, sertifikasi profesional, hingga pelatihan atau kursus yang menunjukkan keseriusan kandidat mempelajari bidang baru.

Saat ini, berbagai platform pembelajaran daring menyediakan pelatihan yang dapat memperkuat kompetensi sekaligus memperkaya portofolio profesional. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kandidat benar-benar mempersiapkan diri, bukan sekadar mencoba peruntungan.

Usia Memang Menjadi Pertimbangan

Meski bukan faktor utama, Anung mengakui bahwa usia tetap menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam proses rekrutmen.

Perusahaan umumnya mempertimbangkan tingkat pengalaman, kesiapan menghadapi tanggung jawab, hingga ekspektasi gaji yang biasanya meningkat seiring bertambahnya usia. Karena itu, perpindahan karier di usia 30 hingga 40 tahun sebaiknya dilakukan secara strategis dan bukan keputusan yang diambil secara spontan.

“Kalau ingin melompat, pastikan lompatan itu benar-benar membawa perubahan yang besar,” katanya.

Networking Menjadi Aset Terbesar

Bagi profesional yang sudah memiliki pengalaman kerja beberapa tahun, jaringan profesional menjadi modal yang sangat berharga.

Hubungan baik dengan rekan kerja lama, komunitas profesi, maupun koneksi di media sosial profesional seperti LinkedIn dapat membuka peluang yang mungkin tidak ditemukan melalui proses rekrutmen biasa.

Bahkan, rekomendasi dari orang yang dipercaya perusahaan sering kali menjadi faktor yang mempercepat proses seleksi karena perusahaan telah memiliki gambaran mengenai karakter dan kemampuan kandidat.

Tunjukkan Transferable Skills

Salah satu tantangan terbesar saat berpindah industri adalah meyakinkan perusahaan bahwa pengalaman sebelumnya tetap relevan.

Anung menjelaskan bahwa setiap orang sebenarnya memiliki transferable skills, yaitu kemampuan yang dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan. Misalnya kemampuan memimpin tim, berkomunikasi, menyusun program, menjual produk, mengelola proyek, atau membangun relasi dengan klien.

Kemampuan-kemampuan tersebut perlu ditampilkan secara jelas dalam CV maupun saat wawancara kerja agar HR melihat adanya keterkaitan dengan posisi yang dilamar.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelamar

Banyak kandidat gagal dalam proses wawancara karena terlalu fokus menceritakan seluruh pencapaian mereka, tanpa mengaitkannya dengan kebutuhan perusahaan.

Padahal, menurut Anung, perusahaan ingin mengetahui bagaimana pengalaman tersebut dapat membantu menyelesaikan tantangan yang sedang dihadapi organisasi.

Prinsipnya sama seperti menjual sebuah produk. Yang perlu ditawarkan bukan sekadar keunggulan produk, melainkan bagaimana produk tersebut mampu menjawab kebutuhan konsumen.

Personal Branding Tidak Boleh Diabaikan

Di era digital, HR tidak hanya membaca CV. Mereka juga kerap mencari informasi tambahan melalui LinkedIn maupun jejak digital kandidat.

Karena itu, penting bagi para profesional untuk membangun personal branding yang positif melalui portofolio, aktivitas profesional, sertifikasi, hingga berbagai kontribusi yang dapat menunjukkan kompetensi dan kredibilitas.

Berpindah industri bukan berarti pengalaman bertahun-tahun menjadi sia-sia. Justru pengalaman tersebut dapat menjadi nilai tambah apabila mampu diterjemahkan menjadi solusi bagi perusahaan baru.

Selain kompetensi teknis, perusahaan juga sangat memperhatikan kemampuan kandidat untuk beradaptasi dengan budaya kerja atau culture fit. Seseorang yang memiliki kemampuan tinggi tetapi sulit menyesuaikan diri dengan budaya organisasi belum tentu menjadi pilihan terbaik.

Persiapkan Langkah Sebelum Resign

Sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan lama, ada baiknya menyiapkan proses transisi secara profesional. Menyelesaikan tanggung jawab, menyiapkan penerus pekerjaan, dan menjaga hubungan baik dengan perusahaan akan membantu menjaga reputasi profesional di masa depan.

Pada akhirnya, career switch bukan soal usia, melainkan kesiapan. Dengan pengalaman yang dimiliki, jaringan profesional yang kuat, kemampuan yang terus diperbarui, serta kemauan untuk belajar dan beradaptasi, seseorang tetap memiliki peluang besar untuk sukses di bidang baru.

“Jangan pernah takut untuk career switch. Selama dipersiapkan dengan matang, setiap langkah baru bisa menjadi peluang untuk berkembang lebih baik,” tutup Anung.(MA)

Foto : Ilustrasi karir (d4rkwzd/pixabay)

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=1J6ThQvqddk

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: