10 July 2026

Membangun Impian Lewat Doa dan Tindakan: Kisah Inspiratif Profesional Kristen Deni Widya

Radio Tangerang Heartline FM – Kesuksesan tidak hanya lahir dari kerja keras, tetapi juga dari doa yang disertai tindakan nyata. Pesan itulah yang dibagikan Denny Widya, seorang profesional, pengusaha, sekaligus penulis, dalam program Christian Professional Talk di Heartline FM.

Dalam perbincangan tersebut, Deni menceritakan perjalanan hidupnya yang dimulai dari kondisi ekonomi keluarga yang sangat sederhana. Saat duduk di bangku SMA, ia bahkan kerap kesulitan membayar uang sekolah. Setelah lulus, impiannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi harus tertunda karena keterbatasan biaya. Sebagai anak sulung dengan empat adik, ia memilih bekerja untuk membantu keluarga.

Pekerjaan pertamanya adalah sebagai tenaga penjualan, meski mengaku memiliki kepribadian introvert. Berbagai penolakan saat menawarkan produk justru menjadi proses yang membentuk mental dan kepercayaan dirinya. Keinginan untuk kuliah tetap ia simpan dalam doa.

Ia sempat berpindah pekerjaan menjadi staf administrasi dengan harapan bisa kuliah malam. Namun, kesempatan itu kembali tertunda karena harus memberikan les kepada anak pemilik perusahaan setiap selesai bekerja. Meski beberapa kali mengalami kegagalan, Deni tidak menyerah mengejar impiannya.

Kesempatan akhirnya datang ketika ia bekerja membantu pamannya di proyek konstruksi di Bogor. Dukungan sang paman membuatnya dapat melanjutkan kuliah di jurusan Manajemen. Berbekal nilai akuntansi yang sangat baik pada semester pertama, ia diterima bekerja sebagai staf akuntansi di sebuah perusahaan yang hingga kini menjadi tempatnya berkarier. Seiring waktu, ia dipercaya memegang berbagai posisi strategis hingga akhirnya menjadi salah satu pemegang saham perusahaan tersebut.

Menurut Deni, salah satu prinsip yang selalu dipegang adalah menganggap pekerjaan sebagai “tempat belajar yang dibayar”. Karena itu, setiap tugas yang diberikan atasan selalu diterimanya sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan sekadar tambahan beban kerja.

Dalam pandangannya, doa bukanlah pengganti usaha, melainkan awal dari sebuah tindakan. Ia menyebut konsep tersebut sebagai do and action, yakni setelah berdoa, seseorang harus mengambil langkah nyata, sementara hasil akhirnya diserahkan kepada Tuhan.

Berbeda dengan kebanyakan orang, Deni mengaku jarang berdoa untuk meminta sesuatu. Baginya, doa lebih merupakan komunikasi dengan Tuhan, tempat ia menceritakan impian, pergumulan, dan perjalanan hidupnya.

Ia juga menekankan pentingnya memiliki kecerdasan spiritual. Menurutnya, manusia memiliki bagian untuk menjalani proses dan berusaha, sedangkan hasil merupakan hak Tuhan. Cara pandang seperti ini membuat seseorang tidak mudah sombong saat berhasil maupun putus asa ketika menghadapi kegagalan.

Sepanjang hidupnya, Deni juga mengalami berbagai masa sulit. Krisis ekonomi tahun 1998 menjadi salah satu ujian terbesar dalam perjalanan bisnisnya. Saat perusahaan tempatnya bekerja hampir tidak memiliki aktivitas, ia bersama tim bahkan menjual gula kemasan agar para karyawan tetap memiliki kegiatan sambil menunggu kondisi membaik.

Cobaan berat lainnya datang dari kehidupan pribadi ketika kecelakaan yang dialaminya menyebabkan tiga anggota keluarga meninggal dunia. Peristiwa tersebut menjadi titik terendah dalam hidupnya. Namun, melalui doa dan dukungan banyak orang, ia mampu melewati masa-masa tersebut.

Sebaliknya, masa pandemi COVID-19 justru menjadi periode pertumbuhan terbesar bagi perusahaannya. Ketika banyak bisnis mengalami perlambatan, perusahaan yang dipimpinnya justru mencatat peningkatan pendapatan. Ia meyakini bahwa setiap musim kehidupan berada dalam penyertaan Tuhan.

Menutup perbincangan, Deni mengajak para profesional Kristen untuk menjadikan doa sebagai gaya hidup. Ia percaya bahwa disiplin untuk menyediakan waktu untuk berdoa harus dilatih, sama seperti membangun kebiasaan baik lainnya. Dengan terus berdoa, bekerja maksimal, dan menyerahkan hasil kepada Tuhan, seseorang akan mampu menjalani setiap proses kehidupan dengan penuh syukur dan pengharapan.

“Setelah berdoa, lakukan bagian kita sebaik mungkin. Soal hasil, biarkan Tuhan yang menentukan. Kita belum tahu bagaimana akhir dari perjalanan hidup ini, sehingga jangan mudah menyerah ketika doa belum terjawab,” tutup Deni.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=wne9ZWwJNCM&list=PLq3TKKy-o2QEXCSMVMKNLEQnZB5NleGut

Foto : SS Youtube Heartline Network

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: