30 July 2026
Pastor Jonathan Prawira saat memberikan pemaparan materi mengenai konsep Hagah dan firman Tuhan dalam program Firman dalam Pujian di Heartline FM

Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah: Kunci Tetap Kuat Menghadapi Tahun-Tahun Sulit

Radio Tangerang Heartline FM – Dalam kehidupan, setiap orang pasti menghadapi masa-masa yang tidak mudah. Tekanan ekonomi, persoalan keluarga, pekerjaan, hingga pergumulan pribadi sering kali datang silih berganti seperti badai yang menerpa sebuah pohon. Namun, apakah setiap badai harus membuat seseorang tumbang? Pertanyaan inilah yang menjadi inti pembahasan dalam program Firman dalam Pujian bersama Pastor Jonathan Prawira melalui Hartline FM.

Melalui lagu “Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah”, Pastor Jonathan mengajak setiap orang percaya untuk membangun kehidupan yang kokoh berdasarkan firman Tuhan. Menurutnya, kehidupan yang kuat bukanlah kehidupan yang bebas dari badai, melainkan kehidupan yang memiliki akar yang dalam sehingga tetap berdiri teguh ketika badai datang.

Pastor Jonathan mengibaratkan kehidupan orang percaya seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air sebagaimana tertulis dalam Mazmur 1. Pohon yang sehat memiliki akar yang kuat, mampu bertumbuh, dan akhirnya menghasilkan buah pada waktunya.

Sebaliknya, pohon yang akarnya dangkal akan mudah tumbang ketika diterpa angin kencang. Demikian pula kehidupan manusia. Permasalahan sering kali bukan terletak pada badai yang datang, tetapi pada akar kehidupan yang belum cukup kuat.

Karena itu, fokus utama bukanlah menghindari persoalan, melainkan memperkuat akar iman agar mampu bertahan menghadapi setiap musim kehidupan.

Berakar Melalui Hagah

Dalam pembahasan tersebut, Pastor Jonathan memperkenalkan istilah Ibrani “Hagah”, yaitu merenungkan dan memperkatakan firman Tuhan secara terus-menerus kepada diri sendiri.

Ia menjelaskan bahwa merenungkan firman bukan sekadar membaca Alkitab, melainkan memenuhi pikiran dengan janji-janji Tuhan baik pada saat keadaan sedang baik maupun ketika menghadapi masa sulit.

Konsep ini diambil dari Mazmur 1 dan Yosua 1:8 yang mengajarkan agar firman Tuhan direnungkan siang dan malam. Menurut Pastor Jonathan, “siang dan malam” bukan hanya berbicara tentang waktu, tetapi juga melambangkan segala situasi kehidupan.

Saat seseorang terus memenuhi pikirannya dengan firman Tuhan, maka akar rohaninya akan semakin kuat sehingga tidak mudah digoyahkan oleh rasa takut, kekhawatiran, ataupun keadaan di sekelilingnya.

Pikiran Adalah Tanah Hati

Salah satu ilustrasi yang menarik dalam pembahasan ini adalah ketika hati diibaratkan seperti sebidang tanah.

Tanah yang kosong akan ditumbuhi apa saja yang masuk ke dalamnya. Begitu pula hati manusia. Jika tidak dipenuhi oleh firman Tuhan, maka pikiran akan dengan mudah dipenuhi rasa takut, kekhawatiran, kemarahan, dan berbagai pikiran negatif lainnya.

Sebaliknya, apabila seseorang secara sadar menanam benih-benih firman setiap hari, maka yang akan bertumbuh adalah damai sejahtera, sukacita, iman, serta pengharapan.

Karena itu, setiap orang diajak untuk menjaga “tanah hati” agar tidak menjadi tempat bertumbuhnya benih-benih negatif.

Apa yang Direnungkan Akan Bertumbuh

Pastor Jonathan menegaskan bahwa apa yang terus direnungkan seseorang akan menentukan arah hidupnya.

Ia memberikan contoh Raja Saul yang terus merenungkan perkataan orang mengenai Daud hingga akhirnya dipenuhi iri hati, kemarahan, dan ketakutan. Sebaliknya, Maria memilih merenungkan janji Tuhan ketika menerima kabar bahwa dirinya akan mengandung Sang Juruselamat. Hasilnya adalah iman yang semakin kuat.

Begitu pula Yusuf yang tidak terus-menerus meratapi penderitaannya, melainkan tetap percaya bahwa Tuhan sedang menggenapi mimpi yang pernah diberikan kepadanya.

Ketiga contoh tersebut menunjukkan bahwa respon terhadap keadaan lebih menentukan dibandingkan keadaan itu sendiri.

Bertumbuh Hingga Menghasilkan Buah

Berakar hanyalah awal dari sebuah proses. Setelah akar semakin kuat, kehidupan akan mengalami pertumbuhan yang kemudian menghasilkan buah.

Buah yang dimaksud bukan hanya keberhasilan secara materi, tetapi juga karakter Kristus yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kelemahlembutan, penguasaan diri, dan ucapan syukur merupakan buah yang dapat dilihat oleh orang lain.

Menurut Pastor Jonathan, seseorang yang semakin bertumbuh akan semakin mudah bersyukur bahkan di tengah situasi yang sulit. Sikap inilah yang menjadi salah satu tanda bahwa akar rohaninya semakin kuat.

Jangan Biarkan Kekhawatiran Berakar

Dalam kehidupan modern, informasi negatif begitu mudah memenuhi pikiran. Media sosial, berita, hingga percakapan sehari-hari sering kali memunculkan rasa takut dan khawatir.

Pastor Jonathan mengingatkan agar setiap orang tidak membiarkan benih-benih tersebut berakar di dalam hati.

Ia mengajak pendengar untuk secara aktif menolak setiap pikiran yang bertentangan dengan firman Tuhan dan menggantinya dengan janji-janji Allah.

Dengan cara inilah akar-akar negatif perlahan dicabut dan digantikan dengan akar iman yang menghasilkan kehidupan.

Berbuah di Tengah Tahun Kering

Mengutip Yeremia 17:7-8, Pastor Jonathan menjelaskan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan tetap dapat menghasilkan buah meskipun menghadapi “tahun kering”.

Artinya, keadaan ekonomi, persoalan hidup, ataupun tekanan dunia tidak harus menentukan kualitas hidup seseorang.

Justru di tengah masa-masa sulit, orang yang berakar dalam firman Tuhan dapat menjadi pribadi yang membawa ketenangan, hikmat, sukacita, dan harapan bagi orang-orang di sekitarnya.

Buah kehidupan itulah yang akhirnya menjadi kesaksian nyata tentang penyertaan Tuhan.

Tetap Menguatkan Diri dengan Firman

Menutup pembahasannya, Pastor Jonathan mengajak setiap pendengar untuk terus mengaktifkan “power of Hagah”, yaitu membiasakan diri memperkatakan firman Tuhan setiap hari.

Menurutnya, janji Tuhan tidak pernah kedaluwarsa. Masalah memiliki batas waktu, tetapi firman Tuhan berlaku untuk selama-lamanya.

Melalui kebiasaan merenungkan firman, setiap orang akan memiliki akar yang semakin kuat, mengalami pertumbuhan iman, dan pada akhirnya menghasilkan buah yang membawa berkat bagi banyak orang.

Dengan demikian, kehidupan yang berakar, bertumbuh, dan berbuah bukanlah sekadar tema sebuah lagu, melainkan sebuah gaya hidup iman yang memampukan setiap orang tetap berdiri teguh serta menjadi saksi kasih Tuhan di tengah dunia yang terus berubah.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=lZS2rnpEY6o

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: