05 October 2026
Marcelo Fernando finalis OSN Ekonomi Nasional 2026 saat menceritakan perjalanan prestasinya di program Rumah Impian Anak Heartline FM

Dari Hobi Main Game hingga Jadi Finalis OSN Ekonomi Nasional

Radio Tangerang Heartline FM – Prestasi akademik tidak selalu berawal dari perjalanan yang panjang dan terencana. Hal itu tergambar dari kisah Marcelo Fernando, siswa kelas 12 SMAS Dharma Putra, yang berhasil menjadi finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ekonomi tingkat nasional 2026.

Menariknya, ketertarikan Marcelo terhadap ekonomi justru tumbuh dari sebuah pengalaman sederhana ketika ia sedang bermain gim. Saat duduk di kelas 10 SMA, Marcelo mengaku mulai tertarik membaca buku ekonomi setelah merasa jenuh bermain gim karena terus mengalami kekalahan.

Ia kemudian membuka buku LKS Ekonomi yang semula hanya ingin dibaca sebentar. Namun, materi di dalamnya justru membuatnya tertarik karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Marcelo mengatakan, salah satu konsep yang membuatnya tertarik adalah bagaimana ilmu ekonomi mempelajari cara manusia memenuhi kebutuhan dengan sumber daya yang terbatas.

Dari ketertarikan tersebut, ia mulai aktif mempelajari ekonomi. Kemampuannya kemudian mendapat perhatian dari guru di sekolah setelah Marcelo mampu menjawab pertanyaan dalam pelajaran ekonomi dengan baik.

Perjalanan tersebut membawa Marcelo mengikuti berbagai kompetisi. Ia berhasil meraih juara pertama kompetisi ekonomi se-Jakarta dan Tangerang yang diselenggarakan Trisakti School of Management pada 2025, kemudian meraih juara pertama OSN bidang Ekonomi tingkat Kota Tangerang 2026.

Prestasinya berlanjut hingga tingkat nasional. Marcelo berhasil mewakili Provinsi Banten dan menjadi finalis OSN bidang Ekonomi tingkat nasional 2026.

Untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional, Marcelo menjalani persiapan intensif melalui pelatihan selama enam hari di Bandung. Kegiatan tersebut berlangsung dari pagi hingga malam dan diisi dengan berbagai materi serta latihan soal.

Ia bahkan harus mempelajari materi yang sebelumnya belum banyak diperolehnya di sekolah, termasuk matematika ekonomi, teori ekonomi, hingga konsep kuantitatif yang menggunakan kalkulus.

Bagi Marcelo, tekanan dalam proses belajar bukan alasan untuk berhenti. Ia justru memandang tekanan sebagai tantangan yang dapat mendorong seseorang untuk berkembang.

“Pressure itu adalah sebuah keistimewaan bagi manusia untuk bisa berkembang,” ujarnya dalam perbincangan di program Rumah Impian Anak.

Menurut Marcelo, ketika menghadapi kesulitan, seseorang tidak harus langsung menyerah. Yang penting adalah mencoba mencari jalan lain dan terus melakukan langkah berikutnya.

Belajar dari Hal yang Disukai

Selain ekonomi, Marcelo juga memiliki ketertarikan terhadap matematika dan sejarah. Ia mengaku menyukai berbagai bidang ilmu, terutama yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan bagaimana suatu pengetahuan berkembang.

Kebiasaan membaca juga menjadi bagian dari proses belajarnya. Marcelo menyarankan anak-anak dan remaja yang ingin mulai membaca agar tidak langsung memaksakan diri membaca buku yang sulit.

Menurutnya, kebiasaan membaca dapat dibangun dengan memilih bacaan yang sesuai dengan minat.

“Cari buku yang pas sesuai mau kamu itu apa. Yang relate. Kamu suka baca novel, bacalah novel. Kamu suka baca komik, bacalah komik,” katanya.

Ia menilai membaca sesuatu yang disukai dapat membangun kebiasaan secara perlahan. Setelah terbiasa, seseorang dapat mulai memperluas jenis bacaan dan mempelajari bidang yang lebih kompleks.

Bijak Menggunakan Media Sosial

Marcelo juga tidak menampik bahwa dirinya menggunakan media sosial seperti TikTok dan YouTube. Bahkan, beberapa ketertarikannya terhadap filsafat dan ekonomi muncul setelah melihat konten edukasi di platform tersebut.

Namun, ia menyadari penggunaan media sosial secara berlebihan dapat membuat seseorang terbiasa dengan informasi yang serba cepat. Kondisi tersebut menurutnya dapat memengaruhi kemampuan untuk berkonsentrasi dalam membaca atau mempelajari sesuatu secara mendalam.

Karena itu, ia mengajak anak muda untuk mencari aktivitas positif dan memberikan tantangan bagi diri sendiri.

Menurut Marcelo, tantangan dapat membuat seseorang memiliki tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, menetapkan target untuk memahami suatu bidang dalam waktu tertentu dan mencari sendiri berbagai sumber untuk mempelajarinya.

Baginya, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari kemenangan dalam sebuah kompetisi.

“Achievement paling bagus dari manusia itu bukan menang atau apa, tapi menjadi lebih baik daripada hari kemarin,” tuturnya.

Kegagalan Bukan Alasan untuk Berhenti

Meski berhasil menjadi finalis OSN tingkat nasional, Marcelo mengakui dirinya sempat merasa sedih karena belum berhasil menjadi juara.

Namun, ia memilih menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi. Setelah mengetahui bahwa kemampuan matematikanya masih perlu diperkuat, ia mulai mempelajari matematika ekonomi secara lebih serius.

Menurutnya, kegagalan dapat menjadi sumber informasi untuk menentukan langkah berikutnya.

“Semua kegagalan itu adalah data-data untuk kita bisa berhasil di masa depan,” ujarnya.

Kini, setelah menyelesaikan perjalanan di OSN, Marcelo mulai mempersiapkan langkah berikutnya. Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan di jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua, keluarga, guru, dan teman-teman yang selama ini memberikan dukungan.

Marcelo menyadari pencapaiannya tidak hanya lahir dari usaha pribadi, tetapi juga dari dukungan orang-orang di sekitarnya.

Ia bahkan memberikan apresiasi kepada dirinya sendiri di masa lalu yang telah menjalani berbagai proses hingga akhirnya membawanya berada di titik saat ini.

Kisah Marcelo menunjukkan bahwa perjalanan menuju prestasi dapat datang dari arah yang tidak terduga. Dari kegagalan bermain gim, rasa penasaran membaca buku, hingga keberanian menghadapi tekanan belajar, semua proses tersebut akhirnya membuka jalan menuju prestasi di bidang ekonomi.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=GkMHz4S3szU

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: