Abdul Mu’ti Ajak Lulusan UCY Berkontribusi Atasi Kesenjangan Pendidikan di Daerah 3T
Radio Tangerang Heartline FM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong para lulusan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) mengambil peran dalam pemerataan kualitas pendidikan nasional, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam acara Wisuda Sarjana UCY di Yogyakarta, Sabtu (31/10). Ia menilai, ketimpangan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama oleh seluruh elemen bangsa.
Pengalaman mengunjungi hampir seluruh provinsi di Indonesia selama menjalankan tugas sebagai Mendikdasmen membuatnya melihat secara langsung masih adanya perbedaan kualitas layanan pendidikan antardaerah. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk para lulusan perguruan tinggi.
Abdul Mu’ti menegaskan, gelar sarjana tidak hanya menjadi pencapaian akademis, tetapi juga membawa tanggung jawab sosial dan kebangsaan. Karena itu, pengetahuan yang diperoleh selama mengenyam pendidikan tinggi diharapkan dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Sebagai sarjana, saudara-saudara memiliki tugas kebangsaan yang sangat mulia untuk bersama-sama dengan seluruh kekuatan bangsa Indonesia berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pendidikan, Kemendikdasmen membuka peluang bagi para lulusan untuk terlibat dalam program relawan pendidikan yang bertugas mengajar di wilayah terpencil. Para sarjana diharapkan dapat menjadi pelopor dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan layanan pendidikan berkualitas.
Selain itu, Abdul Mu’ti juga mengungkapkan rencana pembukaan seleksi CPNS untuk formasi guru pada 2027. Ia menyebutkan, pemerintah menyiapkan sedikitnya 170 ribu formasi yang nantinya akan ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para lulusan yang memiliki minat dan komitmen untuk mengabdikan diri di bidang pendidikan, termasuk di daerah yang masih mengalami keterbatasan tenaga pendidik.
Sementara itu, Rektor UCY Hery Kristiyanto turut mengingatkan para wisudawan mengenai persoalan ketimpangan pembangunan dan akses pendidikan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya kawasan timur.
Menurut Hery, tantangan tersebut membutuhkan kontribusi sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Ia berharap para lulusan UCY tidak membatasi pengabdian berdasarkan lokasi atau kesempatan kerja semata.
Hery menekankan bahwa nilai seorang sarjana juga tercermin dari kesediaannya menggunakan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, di mana pun mereka menjalankan profesinya.
“Kita juga masih bergulat dengan ketimpangan akses pendidikan dan pembangunan antardaerah, terutama di wilayah timur Indonesia. Sarjana yang baik adalah sarjana yang mau mengabdikan ilmunya di mana pun ia ditempatkan,” kata Hery.
