13 July 2026

Anak Tidak Seharusnya Menebus Kegagalan Orang Tua

Radio Tangerang Heartline FM – Anak tidak seharusnya dibebani untuk mewujudkan impian atau menebus kegagalan yang pernah dialami orang tuanya. Sebab, tanpa disadari, tekanan tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental, pembentukan identitas, hingga hubungan anak dengan orang tua.

Hal itu disampaikan oleh Deni Surya Saputra, Tim Parenting Yayasan Busur Emas, dalam program Parenting with Heart di 100,6 Heartline FM, yang membahas tema “Ketika Anak Menebus Kegagalan Orang Tua: Memutus Pola Warisan Luka Antar Generasi.”

Deni menjelaskan, banyak orang tua memiliki niat baik agar anak tidak mengalami kegagalan yang sama, baik dalam pendidikan, karier, maupun kehidupan rumah tangga. Namun, jika pengalaman pahit tersebut belum diproses secara emosional, orang tua justru berpotensi mewariskan rasa takut dan kecemasan kepada anak, bukan memberikan bimbingan.

“ Pola kegagalan antargenerasi bukan disebabkan oleh faktor genetik, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh pola pengasuhan dan luka emosional yang belum selesai. Kondisi ini dapat membuat orang tua menjadi lebih mudah marah, mengontrol, atau memaksakan kehendak ketika melihat anak menunjukkan perilaku yang mengingatkan pada kegagalannya di masa lalu,” ujarnya.

Akibatnya, anak dapat mengalami kebingungan dalam menentukan jati diri, kehilangan kepercayaan diri, hingga merasa harus memenuhi ekspektasi orang tua. Dalam beberapa kasus, tekanan tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan mental anak.

“ Orang tua sebaiknya tidak hanya menyampaikan larangan atau ketakutan, tetapi juga berbagi pengalaman hidup secara terbuka sebagai pembelajaran. Anak membutuhkan pendampingan dan teladan agar mampu mengambil keputusan yang lebih baik, bukan sekadar tuntutan untuk tidak mengulangi kesalahan orang tua,” kata Deni.

Ia juga mengajak para orang tua untuk berani memproses luka masa lalu melalui konseling, parenting coaching, atau pendampingan profesional apabila diperlukan. Dengan demikian, siklus warisan luka antargenerasi dapat diputus sehingga anak dapat tumbuh sesuai potensi dan pilihan hidupnya sendiri, tanpa harus memikul beban kegagalan orang tua.

Foto : Ilustrasi anak (Bessi/pixabay)

Sumber : https://pixabay.com/photos/children-portrait-siblings-brother-817368/

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: