13 July 2026

Bangkit dari Keterpurukan, Novita Adeleida Londok Temukan Kekuatan Setelah Kehilangan Suami

Radio Tangerang Heartline FM – Kehilangan orang yang dicintai menjadi salah satu ujian hidup yang paling berat. Hal itulah yang dialami Novita Adeleida Londok, STP., MAP., yang harus menghadapi serangkaian cobaan dalam waktu berdekatan, mulai dari kehilangan pekerjaan, ditinggal sang ibu, hingga kepergian suami secara mendadak.

Dalam sebuah perbincangan di program Bangkit dari Keterpurukan Heartline Radio, Novita menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan sekaligus menjadi kesaksian tentang kekuatan untuk bangkit di tengah duka.

Perempuan asal Manado itu mengawali kisahnya dengan mengenang masa kecilnya sebagai anak kedua dari empat bersaudara. Lahir dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, Novita mengaku didorong oleh sang ibu yang berprofesi sebagai guru untuk terus melanjutkan pendidikan hingga berhasil meraih gelar magister saat telah berkeluarga dan bekerja.

Novita menikah pada usia 21 tahun, tepat ketika masih menyelesaikan pendidikan S1. Sebelum menerima lamaran suaminya, ia meminta satu komitmen, yakni tetap diizinkan menyelesaikan kuliah. Komitmen tersebut dipenuhi, bahkan sang suami terus mendukungnya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan S2 pada 2014.

Selain berkarier sebagai karyawan, Novita bersama suaminya juga membangun usaha rumah makan dan katering yang telah berjalan lebih dari dua dekade. Awalnya, usaha tersebut dikelola oleh seorang juru masak, namun setelah sang juru masak tidak lagi bekerja, suaminya yang berlatar belakang pendidikan teknik sipil justru belajar memasak dan akhirnya menjadi tulang punggung bisnis keluarga.

Dalam membangun rumah tangga selama hampir 25 tahun, Novita mengakui dirinya dan sang suami tidak luput dari berbagai tantangan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama untuk mempertahankan pernikahan.

“Saya sempat merasa ingin menyerah di awal pernikahan, tetapi akhirnya kami belajar untuk saling terbuka dan tidak menyimpan masalah sendiri,” ujarnya.

Cobaan berat mulai datang ketika Novita mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa melalui proses peringatan terlebih dahulu. Dua bulan setelah kehilangan pekerjaannya, sang ibu yang selama ini dirawatnya meninggal dunia akibat sakit.

Meski menghadapi tekanan ekonomi dan emosional sekaligus, Novita merasakan pertolongan yang datang pada waktu yang tepat. Sebuah apartemen yang sejak lama sulit terjual akhirnya mendapatkan pembeli, sehingga hasil penjualannya dapat membantu kebutuhan keluarga.

Namun, ujian terbesar datang pada 10 November 2023. Sekitar pukul 03.00 dini hari, Novita terbangun dan mendapati suaminya mendengkur lebih keras dari biasanya. Setelah berbagai upaya membangunkan tidak berhasil, ia bersama anak-anak dan tetangga membawa suaminya ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan suaminya telah meninggal dunia. Kabar itu membuat Novita merasa dunianya runtuh. Padahal, keluarga mereka tengah mempersiapkan pernikahan anak pertama sekaligus merencanakan perayaan ulang tahun pernikahan ke-25 pada 2024.

Novita mengaku sempat marah kepada Tuhan dan mempertanyakan alasan di balik peristiwa tersebut. Namun, sehari setelah kepergian suaminya, saat menemani jenazah di rumah duka, ia merasakan penguatan yang membuatnya perlahan menerima kenyataan.

Ia meyakini bahwa peristiwa tersebut merupakan bagian dari kedaulatan Tuhan dan memilih untuk tidak larut dalam kesedihan. Keyakinan itulah yang kemudian menjadi pegangan untuk tetap melanjutkan hidup dan menguatkan kedua anaknya.

Kini, Novita terus menjaga kebersamaan keluarga, termasuk membangun kebiasaan beribadah bersama anak-anak secara daring meski tinggal di kota yang berbeda. Menurutnya, kebersamaan dan iman menjadi sumber kekuatan untuk melewati setiap proses kehidupan.

Melalui kisahnya, Novita mengajak siapa pun yang sedang menghadapi kehilangan atau pergumulan hidup agar tidak kehilangan harapan.

“Berserah kepada Tuhan, yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Semua yang terjadi tetap berada dalam kendali-Nya,” pesannya.

Foto : SS Youtube Heartline Network

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=ATzfjjRnwog

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: