301 Hektare Lahan Pertanian di Jembrana Bali Terendam Banjir, Berpotensi Gagal Panen
Radio Bali Heartline FM – Selain menyebabkan rumah warga terendam, bencana banjir di Jembrana juga menyebabkan ratusan hektare lahan sawah pertanian juga terdampak.
Total ada 301,3 hektare sawah tanaman padi yang terdampak. Jika cuaca memburuk, petani terancam puso alias gagal panen.
Menurut data yang berhasil diperoleh, jumlah luasan tersebut tersebar di sebagian besar kecamatan kecuali Kecamatan Pekutatan.
Namun, dari empat kecamatan yang terdampak, Kecamatan Jembrana yang paling parah, satu di antaranya subak Samblong.
“Update per kemarin sudah ada 301 hektare lebih lahan pertanian yang terdampak cuaca buruk kemarin,” kata Kabid Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Komang Ngurah Arya Kusuma saat dikonfirmasi, Minggu 14 September 2025.
Dia menjelaskan, lahan pertanian yang terdampak rata-rata padi dengan usia hampir panen. Dan jika kondisi cuaca terus memburuk, kemungkinan bakal ada sawah yang mengalami puso atau gagal panen.
“Kami harap cuaca membaik, jika terus seperti kemarin kemungkinan besar akan puso (gagal panen),” jelasnya.
Selain pertanian, dampak banjir juga dialami sektor peternakan.
Sesuai laporan dari BPBD Jembrana, ada empat ekor sapi warga yang mati akibat banjir. Baik iya hanyut atau lainnya.
“Data sementara sudah ada empat ekor sapi mati dampak banjir kemarin,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra.
Dia menyebutkan, seluruh ternak yang terdampak sudah diusulkan untuk menerima bantuan dari bidang peternakan di Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana.
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
