Mahakarya Surealis: Cartier Crash “Meleleh” Pecahkan Rekor Lelang Senilai Rp31 Miliar
Radio Tangerang Heartline FM – Rumah lelang Sotheby’s Hong Kong baru saja menjadi saksi terciptanya sejarah baru dalam dunia horologi. Sebuah jam tangan Cartier Crash berbahan emas kuning langka berhasil terjual dengan harga fantastis mencapai US$2 juta atau setara Rp31 miliar. Angka ini menobatkan model tersebut sebagai arloji Cartier termahal yang pernah dilepas di meja lelang global.
Bukan seri tank yang klasik atau pesanan khusus (custom) yang memecahkan rekor ini, melainkan desain “berlekuk” yang sekilas tampak rusak namun menyimpan nilai seni tinggi.
Antara Kecelakaan Tragis dan Kreativitas Desain
Daya tarik utama Cartier Crash terletak pada bentuknya yang asimetris, mengingatkan kita pada lukisan jam meleleh karya maestro Salvador Dalí. Ada mitos yang menyebutkan bahwa desain ini lahir dari sebuah arloji yang meleleh dalam kecelakaan mobil hebat di London tahun 1967.
Namun, sejarah yang lebih akurat mencatat bahwa Jean-Jacques Cartier dan desainer Rupert Emmerson sengaja menciptakan bentuk ini untuk mendobrak batas desain tradisional. “Kakek saya ingin memenuhi permintaan klien yang mencari sesuatu yang benar-benar unik dan belum pernah ada sebelumnya,” tulis Francesca Cartier Brickell dalam buku The Cartiers.
“Si Aneh” yang Sempat Ditolak
Menariknya, pada awal peluncurannya di era 60-an, jam ini dianggap sebagai produk yang gagal secara fungsional. Jean-Jacques Cartier mengakui bahwa dial yang tidak beraturan membuat penempatan angka Romawi menjadi kacau dan sulit dibaca. Bahkan, aktor ternama Stewart Granger sempat mengembalikan jam ini hanya dalam waktu seminggu karena merasa bentuknya “terlalu aneh”.
Kelangkaan dan Gairah Selebritas
Mengapa harganya bisa menyentuh angka miliaran rupiah saat ini? Jawabannya adalah kombinasi antara kelangkaan ekstrem dan pengaruh budaya populer.
- Produksi Terbatas: Diperkirakan hanya ada ratusan unit di seluruh dunia, bukan ribuan.
- Efek Selebritas: Popularitasnya meledak kembali setelah Kanye West mengenakannya pada 2018. Langkah ini kemudian diikuti oleh ikon mode lain seperti Timothée Chalamet, Tyler, the Creator, hingga Kim Kardashian.
Bagi kolektor kelas atas, Cartier Crash bukan sekadar alat penunjuk waktu, melainkan sebuah pernyataan seni surealis yang organik di pergelangan tangan. Di era produksi massal, ketidaksempurnaan Crash justru menjadi standar baru dalam kemewahan yang eksklusif.
Ditulis ulang oleh redaksi
FOTO : Sebuah jam tangan Cartier Crash keluaran tahun 1991 yang terjual di lelang dengan harga lebih dari 700.000 franc Swiss pada tahun 2022.(Sotheby’s)
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
