23 January 2026

Bangun Kepercayaan Diri Anak Lewat “China Wen Hua Culture Festival 2026”

Radio Tangerang Heartline FM – Bagi orang tua di kawasan Lippo Karawaci, Gading Serpong, Alam Sutera, dan BSD, memberikan bekal pendidikan terbaik adalah prioritas utama. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kemampuan bahasa mandarin kini bukan lagi sekadar “nilai tambah”, melainkan kebutuhan strategis.

Namun, seringkali anak-anak merasa terbebani dengan stigma bahwa mandarin itu “sulit” dan “membosankan”. Bagaimana cara mengubah ketakutan ini menjadi antusiasme?

Heartline Radio Tangerang, radio terpopuler dan terbesar di Tangerang, menghadirkan jawabannya melalui China Wen Hua Culture Festival 2026, sebuah ajang unjuk bakat yang dirancang bukan hanya untuk kompetisi, tetapi untuk membangun mental juara dan kecintaan terhadap budaya.

Mengapa Festival Ini Penting untuk Anak Anda?

Dalam talkshow di Radio Heartline Tangerang, Radio kawasan nomor satu di Tangerang, Laoshi Desi dan Laoshi Cynthia, pendiri China Wen Hua, menekankan bahwa kunci menguasai bahasa mandarin adalah rasa suka dan kepercayaan diri. Festival ini hadir untuk memfasilitasi hal tersebut dengan pendekatan yang menyenangkan.

Berikut adalah poin-poin penting dari talkshow yang relevan untuk kebutuhan pendidikan buah hati Anda:

Pertama, ajang melawan rasa takut (breaking the barrier). Banyak anak (bahkan keturunan Tionghoa/Cindo sekalipun) merasa minder karena takut salah nada atau guratan. Kompetisi ini—yang terdiri dari kategori menyanyi (singing) dan membaca puisi—tidak mencari kesempurnaan teknis semata, melainkan keberanian untuk tampil. “Kita enggak cari yang harus perfect dulu baru ikut lomba. Dengan kamu berani tampil, berani ngomong mandarin, itu sudah poin plus. Kita ingin anak-anak merasa mandarin itu unik dan tidak menakutkan,” ungkap Laoshi Desi.

Kedua, memperkuat identitas dan budaya bagi komunitas tionghoa di Tangerang Raya. Bahasa adalah jendela identitas. Laoshi Cynthia menceritakan pengalamannya sendiri yang sempat “anti” mandarin saat kecil, namun akhirnya menyadari betapa pentingnya bahasa ini sebagai jembatan budaya dan karier. Festival ini dinamakan “Wen Hua” (budaya) karena tujuannya adalah menanamkan pemahaman budaya, bukan sekadar hafal kosakata.

Ketiga, investasi masa depan yang nyata. Para narasumber mengingatkan bahwa seiring dengan dominasi ekonomi Negara Tiongkok di dunia, ini akan membuat kemampuan berbahasa mandarin menjadi aset yang sangat vital. “Kalau bule ke Bali bisa bahasa Inggris, tapi kalau kita berbisnis dengan Tiongkok, mereka menuntut kita bisa bahasa mereka. Ini peluang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” tambah Laoshi Cynthia.

Keempat, berkompetisi sambil berdonasi. Ini bukan sekadar lomba. Biaya pendaftaran festival ini akan disumbangkan untuk membantu pendidikan anak-anak di pedalaman melalui Yayasan Yaski dan Gerakan Aku Sayang Anak Indonesia (ASA Indonesia). Event ini akan mengajarkan anak Anda berkompetisi sekaligus berempati sosial.

Kita ringkaskan ya detail acara China Wen Hua Culture Festival 2026. Kategorinya lomba menyanyi dan lomba puisi. Pesertanya terbuka untuk pelajar hingga umum (maksimal usia 30 tahun). Formatnya dengan mengumpulkan karya video secara online (batas akhir 13 Februari 2026). Pendaftaran bisa cek di Instagram @chinawenhua2017.

Solusi “One Stop” untuk Kebutuhan Mandarin

China Wen Hua yang berbasis di area Tangerang ini memposisikan diri sebagai solusi “Palugada” (Apa Lu Mau Gue Ada) untuk mandarin. Mulai dari kursus anak, persiapan beasiswa ke China/Taiwan, penerjemah dokumen hukum, hingga in-house training untuk karyawan perusahaan di kawasan bisnis serpong dan sekitarnya.

Ayah Bunda, jangan biarkan rasa takut menghambat potensi anak. Mari dukung mereka untuk berani tampil dan mencintai proses belajar. Segera daftarkan putra-putri Anda dan jadikan ini langkah awal mereka menaklukkan dunia global!

 

Untuk menikmati perbincangan lebih lanjut bisa tonton di Kanal Youtube Heartline Network:

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: