Indonesia Butuh Narasi Kebangsaan yang Menyejukkan Hadapi Tantangan Demokrasi
Radio Tangerang Heartline FM – POLITIKUS Mahardhika Sukarno atau Didi menilai tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi maupun dinamika geopolitik global, tetapi juga arah demokrasi yang mulai dipraktikkan secara keliru oleh sebagian pihak.
Sebagai cucu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, Didi memandang nasionalisme harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap praktik bernegara. Ia menyoroti adanya gejala ketika demokrasi tidak lagi dijalankan sebagai mekanisme koreksi yang sehat, melainkan digunakan sebagai instrumen delegitimasi terhadap pemerintahan.
Menurutnya, demokrasi seharusnya berfungsi untuk memperbaiki sistem, bukan meruntuhkan legitimasi negara.
“Kritik terhadap pemerintah adalah bagian penting dalam sistem demokrasi. Namun ketika kritik tersebut tidak lagi bertujuan memperbaiki, melainkan melemahkan kepercayaan publik secara sistematis, maka yang terjadi adalah distorsi demokrasi,” ujar Didi dalam keterangannya Rabu (8/4).
Ia menilai praktik tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Polarisasi politik yang dipicu delegitimasi dinilai dapat menggerus persatuan nasional sekaligus melemahkan posisi Indonesia di tingkat internasional.
Demokrasi Harus Berpijak pada Nilai Gotong Royong
Sebagai putra Rachmawati Soekarnoputri, Didi menegaskan demokrasi Indonesia harus tetap berpijak pada nilai gotong royong, musyawarah, serta kepentingan bangsa secara keseluruhan. Ia mengingatkan kebebasan berpendapat tidak boleh berubah menjadi alat yang menciptakan ketidakstabilan politik.
Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan stabilitas politik yang ditopang kritik konstruktif, bukan serangan yang berpotensi melemahkan legitimasi negara. Nasionalisme, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan menghadapi pengaruh eksternal, tetapi juga menjaga kohesi sosial di dalam negeri.
Dorongan Narasi Kebangsaan yang Menyejukkan
Sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Didi menyatakan dirinya akan terus mendorong narasi kebangsaan yang menyejukkan sekaligus tegas dalam menjaga arah demokrasi nasional.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan menjaga Indonesia tidak berhenti pada momentum kemerdekaan, melainkan berlanjut dalam memastikan demokrasi tetap berjalan pada jalur yang memperkuat bangsa.
Di tengah derasnya arus informasi dan kontestasi politik, pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa nasionalisme dan demokrasi pada dasarnya harus berjalan beriringan serta saling menguatkan demi menjaga keutuhan dan masa depan Indonesia.
Sumber : mediaindonesia.com
Foto : Di tengah derasnya arus informasi dan kontestasi politik, pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa nasionalisme dan demokrasi pada dasarnya harus berjalan beriringan serta saling menguatkan demi menjaga keutuhan dan masa depan Indonesia.(Dok. Istimewa)
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
