Hilang Kontak di Malaysia, Nasib Pekerja Spa Asal Bangli Masih Misteri
Radio Bali Heartline FM – Keberangkatan Ni Luh Tina Yanti,37, warga Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli, ke Malaysia untuk bekerja di spa berujung kabar pilu.
Sejak awal Agustus 2025, Tina hilang kontak dengan keluarganya. Suaminya, Komang Kariawan, kini terus berupaya mencari kejelasan nasib istrinya.
Menurut Kariawan, Tina bukan satu-satunya yang hilang kontak. Tiga orang lainnya yang diberangkatkan oleh orang yang sama dan bekerja di tempat yang sama juga tak bisa dihubungi.
Dua di antaranya berasal dari Bangli, sedangkan satu orang lainnya dari Nusa Penida, Klungkung.
Ditemui di rumahnya di Banjar Kawan, Rabu (12/11/2025), Kariawan menuturkan, sebelum berangkat ke Malaysia, istrinya bekerja di sebuah spa di Ubud, Gianyar.
Ia kemudian diajak oleh seorang perempuan satu banjar untuk bekerja di spa Malaysia.
Tina berangkat pada Maret 2025 hanya berbekal paspor, sementara surat kerja dijanjikan dibuatkan di Malaysia.
Setibanya di Negeri Jiran, ia langsung bekerja di spa tersebut, sedangkan surat kerja butuh proses hingga empat bulan.
Awalnya, komunikasi berjalan lancar. Tina rutin menghubungi keluarganya, terutama anak-anaknya, setiap selesai bekerja.
Pada 5 Agustus malam, kontak terakhir terjadi. Kariawan sempat dihubungi sekitar jam 11 malam saat istrinya istirahat kerja.
“Katanya ada pekerjaan jam 12 malam. Jam 1 tutup. Setelah itu saya coba hubungi lagi jam 1, tapi sudah tidak bisa. WA-nya cuma centang satu sampai sekarang,” tutur Kariawan dengan nada sedih.
Tiga hari kemudian, ia mendapat kabar dari orang yang memberangkatkan istrinya bahwa Tina ditahan pihak Imigrasi Malaysia karena tidak memiliki dokumen kerja resmi.
Namun hingga kini tidak ada kepastian mengenai lokasi penahanan maupun kondisi istrinya.
“Katanya cuma ditahan seminggu, nanti dilepaskan, tapi sampai sekarang tidak ada kabar. Saya hanya ingin tahu kondisi istri saya, benar ditahan atau bagaimana,” ungkapnya.
Kariawan berharap ada kejelasan mengenai keberadaan istrinya yang telah lebih dari tiga bulan hilang kontak di Malaysia.
Sumber:
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
