Makanan Bergizi dan Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci Menjaga Ginjal
Radio Tangerang Heartline FM – Menjaga kesehatan ginjal perlu dilakukan sejak dini karena organ ini memiliki peran vital dalam menyaring darah, membuang sisa metabolisme melalui urin, mengatur tekanan darah, memproduksi hormon pembentuk sel darah merah, hingga mengaktifkan vitamin D. Kerusakan ginjal bersifat permanen, sehingga upaya pencegahan menjadi langkah yang paling penting.
Dalam talkshow bersama radio Heartline Konsultan Nutrisi Kalbe, dr. Dedyanto Hengky S., M.Gizi, AIFO-K, menjelaskan bahwa penyakit ginjal kronik merupakan kasus gangguan ginjal yang paling banyak ditemukan. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol dalam jangka panjang akibat pola hidup yang kurang sehat.
Menurutnya, konsumsi gula dan garam berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, serta kebiasaan kurang minum air putih dapat meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah halus pada ginjal (nefron). Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gagal ginjal yang membutuhkan terapi cuci darah.
Gejala awal gangguan ginjal di antaranya urin berbusa, pembengkakan pada kaki, mudah lelah akibat anemia, hingga penumpukan cairan dan racun dalam tubuh. Untuk memastikan kondisi ginjal, masyarakat disarankan menjalani pemeriksaan laboratorium seperti ureum, kreatinin, laju filtrasi glomerulus (LFG), serta pemeriksaan urin sesuai anjuran tenaga medis.
Sementara itu, Brand Owner Nefrisol dan Nefrisol D, Airin Levina, mengatakan Kalbe terus mendorong edukasi mengenai pentingnya pencegahan penyakit ginjal melalui penerapan pola hidup sehat. Edukasi tersebut mencakup pencegahan primer bagi masyarakat sehat, pencegahan sekunder bagi penderita hipertensi dan diabetes, hingga pendampingan nutrisi bagi pasien penyakit ginjal kronik.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan gizi pasien ginjal berbeda dengan orang sehat. Pasien penyakit ginjal kronik yang belum menjalani dialisis memerlukan diet rendah protein untuk memperlambat penurunan fungsi ginjal. Sebaliknya, pasien yang telah menjalani hemodialisis atau CAPD membutuhkan asupan protein lebih tinggi karena sebagian protein ikut terbuang selama proses dialisis.
Selain memperhatikan protein, pasien ginjal juga perlu mengatur asupan kalium, fosfor, cairan, serta kalori sesuai kondisi masing-masing dan mengikuti rekomendasi dokter maupun ahli gizi.
Dedy juga mengingatkan bahwa kebutuhan cairan setiap orang berbeda. Orang sehat umumnya membutuhkan sekitar 30–40 mililiter air per kilogram berat badan setiap hari, sedangkan pasien ginjal harus menyesuaikan jumlah cairan berdasarkan produksi urin harian yang dihitung oleh dokter.
Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan ginjal dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memperbanyak konsumsi air putih, membatasi gula, garam, dan lemak, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Ginjal bekerja dalam diam setiap hari. Karena itu, sudah saatnya kita menjaga kesehatan ginjal melalui pola makan bergizi dan gaya hidup sehat sebelum kerusakan terjadi,” tutup dr. Dedy.
Foto : Ilustrasi Ginjal (suzakara/pixabay)
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
