10 October 2025

Merdeka Belajar, Tapi Kok Tetap “Terpenjara?”

**Menelisik Pendidikan Indonesia Lewat Kacamata Paulo Freire dan Realita di Lapangan**

Radio Lampung Heartline FM – Bayangkan kamu sedang duduk di kelas, mendengarkan guru menjelaskan rumus yang bahkan kalkulator pun enggan menghafalnya. Di luar jendela, dunia nyata menunggu: penuh masalah, penuh peluang, tapi kamu tetap terjebak di antara nilai, ranking, dan buku paket. Selamat datang di sistem pendidikan Indonesia—di mana “merdeka belajar” kadang terasa seperti “merdeka di atas kertas”.

Kurikulum: Antara Harapan dan Beban

Kurikulum kita, katanya, sudah “disesuaikan dengan zaman”. Tapi zaman yang mana? Zaman di mana kecerdasan hanya diukur lewat angka di rapor? Di mana prestasi non-akademik seperti menggambar, berdebat, atau menyembuhkan hati teman yang patah hati dianggap tidak penting?

Dari era BJ Habibie sampai Prabowo, pendidikan masih terasa eksklusif. Mau belajar dengan sistem yang baik? Siapkan dompet. Mau sekolah yang fasilitasnya lengkap? Siapkan doa dan dana. Sementara itu, banyak orang tua masih berjuang untuk memastikan anaknya bisa makan hari ini—soal besok, kita lihat nanti.

Merdeka Belajar, Tapi Tidak Memerdekakan

Kurikulum “Merdeka Belajar” sempat bikin heboh. Konsepnya keren: peserta didik bebas memilih, guru jadi fasilitator, dan pembelajaran berbasis proyek. Tapi implementasinya? Seperti beli nasi padang tanpa lauk—ada bungkusnya, tapi isinya belum matang.

Anak-anak masih terjebak dalam pola lama: belajar demi nilai, bukan demi pemahaman. Mereka hafal definisi, tapi bingung saat ditanya “kenapa itu penting?”. Mereka tahu rumus, tapi tidak tahu bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan masalah nyata.

Rocky Gerung dan Realita Sekolah

Rocky Gerung pernah bilang, “Sekolah hanya menunjukkan bahwa Anda pernah belajar, bukan bahwa Anda pernah berpikir.” Dan itu bukan sekadar quote untuk caption Instagram. Itu refleksi menyakitkan dari sistem yang lebih menghargai hafalan daripada pemikiran kritis.

Guru pun tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Mereka dibesarkan oleh sistem yang sama. Tanpa pelatihan yang memadai, tanpa sarana yang layak, bagaimana mereka bisa mengajar dengan cara yang membebaskan?

Pendidikan Gaya Bank vs Pendidikan Hadap-Masalah

Paulo Freire, seorang filsuf pendidikan asal Brasil, menyebut sistem lama sebagai “pendidikan gaya bank”—di mana guru adalah depositor dan murid adalah rekening pasif. Pengetahuan ditransfer, bukan ditumbuhkan. Murid tidak diajak berpikir, hanya diajak menyimpan.

Sebaliknya, Freire menawarkan “pendidikan hadap-masalah”: dialogis, kritis, dan humanistik. Guru dan murid belajar bersama, memecahkan masalah nyata, dan menyadari bahwa mereka adalah subjek aktif dalam masyarakat.

Pendidikan yang Membebaskan: Mimpi atau Misi?

Pendidikan ideal bukan soal fasilitas mewah atau kurikulum canggih. Pendidikan ideal adalah pendidikan yang membebaskan. Membebaskan dari ketakutan akan nilai jelek. Membebaskan dari stigma “anak pintar = ranking satu”. Membebaskan dari sistem yang membuat anak-anak kehilangan rasa ingin tahu.

Bisakah kita menerapkan pendidikan ala Freire di Indonesia? Jawabannya mungkin belum, tapi bukan berarti tidak bisa. Kita bisa mulai dari hal kecil: ajak anak berdiskusi, bukan hanya mendikte. Beri ruang untuk bertanya, bukan hanya menjawab. Dan yang paling penting, tanamkan bahwa berpikir itu lebih penting daripada sekadar menghafal.

Mari Kita Renungkan

Pendidikan bukan hanya soal masa depan bangsa, tapi juga masa depan anak-anak kita. Jika kita ingin generasi yang kritis, kreatif, dan peduli, maka sistemnya pun harus berubah. Bukan sekadar ganti kurikulum, tapi ganti cara pandang.

Karena pada akhirnya, pendidikan yang baik bukan yang membuat anak takut salah, tapi yang membuat mereka berani berpikir.

(Anita Rahma)

 

 

 

🎙️ Radio Heartline Lampung 91.7 FM — Inspirasi Setiap Hari! 🌟

 

Siap untuk mengubah rutinitas Anda jadi lebih bermakna?

 

Radio Heartline hadir melalui program talkshow yang sarat makna: **cerita inspiratif, tips praktis, dan perspektif segar** untuk menguatkan harimu.

Kami percaya, insight yang tepat mampu menyalakan optimisme dan membuka jalan menuju masa depan gemilang.

 

📻 **Dengarkan sekarang di Frekuensi 91.7 FM** atau…

 

🌐 **Streaming langsung di website kami:

👉 [Klik di sini]

 

📱 Ingin selalu terhubung?

 

Unduh aplikasi **JALUR HATI** di App Store dan Google Play.

 

Ikuti kami di media sosial:

 

📸 Instagram: @heartline917fmlampung

🎵 TikTok: @heartline91.7fmlampung

 

✨ Bersama Heartline Lampung, setiap hari bisa penuh makna dan harapan. Ayo jadi bagian dari perjalanan ini!

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: