Misteri 12 Kuburan Bayi Di Demulih Digali, Aksi Penggalian Kuburan Juga Terjadi Di Desa Tiga
Radio Bali Heartline FM – Warga di Desa Demulih, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dibuat bertanya-tanya atas kasus penggalian kuburan bayi di kuburan adat setempat.
Menurut keterangan warga setempat, ada sekitar 12 kuburan yang digali. Pantauan Tribun Bali lokasi kuburan Desa Adat Demulih berada di pinggir jalan raya. Namun lokasinya jauh dari pemukiman warga.
“Kejadiannya sekitar 3 hari lalu, kalau tidak salah ada 12 kuburan yang kondisinya seperti digali. Tapi jenazah di dalamnya tidak ada yang hilang,” ujar warga setempat saat ditemui di kawasan Desa Demulih, Kamis (22/5).
Menurut warga setempat, pihak desa adat telah mengambil tindakan terkait kejadian tersebut.
Mulai dari melaporkan ke polisi, termasuk juga telah melakukan upacara adat. “Desa adat sudah menggelar upacara pecaruan usai adanya kejadian itu. Mudah-mudahan polisi segera mengungkap, siapa pelaku dan tujuan dari perbuatan tersebut,” ujar warga yang enggan ditulis namanya.
Kapolsek Susut, AKP Nyoman Sucipta saat dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun kata dia, kasus tersebut ditangani Polres Bangli. “Kasusnya ditangani Polres,” ujarnya.
Bendesa Adat Demulih, I Nengah Karsana mengatakan, tidak ada jenazah maupun benda berharga yang hilang pasca kejadian tersebut.
Terkait hal ini, pihaknya telah menggelar upacara pembersihan. Upacara dilaksanakan di setra (kuburan) dan catus pata. Disebutkan, sebagai bentuk antisipasi, pihak pecalang setempat rutin menggelar patroli.
Dijelaskan, upacara di setra meliputi ngaturang piuning sebelum dilakukan pembongkaran kuburan dengan sarana banten sorohan. Setelah proses pembongkaran dilanjutkan melakukan upacara pecaruan dan ngaturang guru piduka.
Sementara untuk di catus pata dilaksanakan upacara pecaruan panca warna. “Tujuan dilaksanakan upacara ini adalah untuk mengembalikan kesucian jagat,” ujar Jro Bendesa.
Aparat Polres Bangli telah menerima pengaduan dari masyarakat terkait dugaan penggalian kuburan bayi tersebut.
Aparat langsung melakukan penyelidikan menyeluruh di lapangan. Dalam proses penyelidikan itu, Polres Bangli berkoordinasi dengan aparat desa adat dan tokoh masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, Kamis (22/2) menegaskan bahwa dalam kasus ini, tidak ada jasad yang hilang dari dalam kuburan. “Kami tegaskan tidak ada yang hilang dari dalam kuburan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, kasus penggalian kuburan bayi juga terjadi di desa tetangga, yakni Desa Adat Tiga, Kecamatan Susut. Sama seperti di Demulih, jumlah kuburan yang digali sebanyak belasan.
Namun sama-sama tidak ada jenazah yang hilang. “Tidak ada yang diambil, hanya digali atau dilubangi saja. Ditemukan 11 lubang,” ujar AKP Winangun.
Terkait kronologis, Winangun menjelaskan perihal di Desa Adat Demulih, yakni diketahui oleh warga yang hendak membuang sampah. Posisi antara tempat buang sampah dengan areal kuburan bayi tersebut sangat dekat hanya dipisahkan jurang.
Saat itu, warga melihat ada bekas galian di areal kuburan, dan langsung menyampaikan ke warga lain dan selanjutnya diteruskan ke prajuru adat.
Begitu juga untuk kasus di kuburan Adat Tiga, pertama kali diketahui warga. Saat itu warga tersebut melaksanakan upacara. Winangun mengatakan, sejauh ini motif kasus ini masih menjadi teka-teki.
“Masih misterius. Ketika pelaku berhasil ditangkap baru terkuak motif di belakang kasus ini. Kami masih menyelidiki kasus ini dan mudah-mudahan bisa segera terungkap,” tegas AKP Winangun.
AKP Winangun menyampaikan seluruh proses masih dalam tahap penyelidikan.
“Kami dari pihak kepolisian tengah menangani aduan ini dengan dukungan penuh dari perangkat desa adat. Kami meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tetap menghormati nilai-nilai adat serta budaya masyarakat setempat.
“Kami memahami bahwa isu ini sangat sensitif dan menyangkut perasaan banyak pihak. Oleh karena itu, segala tindakan kami lakukan secara hati-hati dan profesional demi menjaga rasa hormat terhadap adat istiadat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tambahnya.
Polres Bangli mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar-kabar yang belum dapat dipertanggungjawabkan.
“Apabila masyarakat memiliki informasi yang valid dan relevan, diharapkan dapat menyampaikannya langsung kepada pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tandasnya.
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
