10 July 2026

Pendidikan Seks pada Remaja Harus Dimulai dari Orang Tua, Bukan dari Internet

Radio Tangerang Heartline FM – Membicarakan seks dengan anak remaja masih menjadi hal yang dianggap tabu oleh banyak orang tua. Padahal, menurut konselor pernikahan Deny Hen, M.M., M.Si. orang tua justru memiliki peran utama dalam memberikan pendidikan seks agar anak tidak memperoleh informasi yang keliru dari lingkungan maupun media sosial.

Deni menjelaskan bahwa pendidikan seks sebaiknya dimulai sejak anak memasuki masa pubertas, yaitu ketika anak perempuan mengalami menstruasi pertama atau anak laki-laki mengalami mimpi basah. Momen tersebut menjadi waktu yang tepat untuk menjelaskan perubahan tubuh, tanggung jawab terhadap diri sendiri, serta makna hubungan seksual secara benar.

“Perubahan teknologi dan media membuat anak lebih mudah mendapatkan informasi. Karena itu, justru orang tua-lah yang harus pertama kali menjelaskan mengenai seksualitas kepada anak,” ujar Deni.

Ia menekankan, pembicaraan tentang seks tidak boleh dilakukan dengan nada menghakimi atau sekadar memberikan daftar larangan. Orang tua disarankan menciptakan suasana santai, seperti saat makan bersama di luar rumah, agar anak merasa nyaman berdiskusi.

Menurut Deni, ayah sebaiknya berbicara dengan anak laki-laki, sedangkan ibu dengan anak perempuan. Pendekatan tersebut dinilai memudahkan anak untuk bertanya dan memahami perubahan yang dialaminya.

Selain menjelaskan proses reproduksi, orang tua juga perlu membahas risiko seks bebas, seperti kehamilan di usia dini, penyakit menular seksual, hingga dampak psikologis dan sosial yang mungkin terjadi. Tak kalah penting, anak juga perlu diberi pemahaman mengenai bahaya pornografi dan bagaimana menyikapinya secara sehat.

“Jangan hanya mengatakan ‘jangan’.’ Jelaskan alasannya, risikonya, dan berikan kesempatan kepada anak untuk bertanya tanpa merasa dihakimi,” katanya.

Deni juga mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang terbuka sejak anak masih kecil. Dengan komunikasi yang baik, anak akan lebih percaya kepada orang tua ketika menghadapi persoalan, termasuk yang berkaitan dengan seksualitas.

Bagi orang tua yang menghadapi anak yang sudah terlanjur mengalami masalah, seperti kehamilan yang tidak direncanakan atau persoalan seksual lainnya, Deni mengimbau agar tidak langsung menghakimi. Ia menilai dukungan emosional dan komunikasi yang terbuka sebagai langkah awal yang harus dilakukan sebelum mencari solusi bersama.

“Kalau ada masalah, dengarkan dulu. Jangan menghakimi. Anak membutuhkan orang tuanya untuk membantu melewati situasi tersebut,” tutupnya.

Foto : SS Youtube Heartline Network

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=X4R3p9E5pDc&t=1193s

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
|