24 June 2026
Aksi start para pembalap kelas utama MotoGP di sirkuit untuk memperebutkan posisi terdepan

Amandemen Regulasi MotoGP: Otoritas FIM Larang Penggunaan Holeshot Device dan Perluas Dimensi Starting Grid

Radio Tangerang Heartline FM – Komisi Grand Prix (GPC) secara resmi mengesahkan perubahan regulasi teknis dan operasional yang signifikan dalam kejuaraan dunia MotoGP. Kebijakan baru ini mulai diimplementasikan secara efektif pada seri GP Belanda yang berlangsung di Sirkuit Assen, akhir pekan ini. Salah satu poin paling krusial dalam amandemen tersebut adalah larangan total terhadap penggunaan perangkat pengatur ketinggian suspensi depan atau yang dikenal sebagai holeshot device (front ride-height device).

Berdasarkan laporan resmi otoritas MotoGP, Rabu (24/6/2026), komponen mekanis ini sebelumnya menjadi instrumen krusial bagi para pembalap untuk menurunkan pusat gravitasi motor saat melakukan start guna meminimalisir gejala roda depan terangkat (wheelie) dan mengoptimalkan akselerasi awal. Kendati penghapusan teknologi ini awalnya dijadwalkan masuk dalam paket perombakan regulasi skala besar pada musim mendatang, Komisi Grand Prix mengambil langkah taktis untuk mempercepat masa pemberlakuan aturan tersebut demi aspek kesetaraan performa.

Eskalasi Protokol Keselamatan di Area Starting Grid

Selain intervensi pada sektor mekanis kendaraan, Komisi Grand Prix juga melakukan restrukturisasi pada aspek manajemen risiko keselamatan di area sirkuit. Mulai pelaksanaan GP Jerman di Sirkuit Sachsenring yang dijadwalkan pada 12 Juli 2026 mendatang, tata letak sirkuit start (starting grid) akan mengalami ekspansi dimensi yang berlaku untuk semua kelas kompetisi, mulai dari kategori Moto3, Moto2, hingga kelas utama MotoGP.

Kebijakan perluasan ruang spasial ini sengaja dirancang untuk mereduksi tingkat kepadatan posisi pembalap saat lampu start padam. Dengan penambahan jarak pembatas ini, risiko terjadinya benturan fatal antar-motor pada saat memasuki sektor tikungan pertama (turn 1) diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Berikut adalah lembar matriks perbandingan perubahan dimensi geometris pada area starting grid:

Parameter Konfigurasi Grid Standar Regulasi Lama Protokol Regulasi Baru (Efektif Juli 2026)
Jarak Lateral (Samping) Berjarak 3 meter antarpembalap. Diperluas menjadi 4 meter antarpembalap.
Jarak Longitudinal (Depan-Belakang) Berjarak 9 meter antarbaris. Diperpanjang menjadi 12 meter antarbaris.
Format Densitas Baris Berjumlah 3 pembalap per baris. Dipertahankan 3 pembalap per baris (Statis).

Restrukturisasi Pasar: Pembatasan Kuota Pasokan Motor Pabrikan

Menatap peta persaingan jangka panjang yang lebih kompetitif, Komisi Grand Prix turut menetapkan klausul hukum baru mengenai pembatasan kuota distribusi motor untuk setiap pabrikan, yang akan diresmikan secara mengikat pada musim kompetisi 2028. Regulasi ini diterbitkan untuk memotong jalur monopoli teknis serta mencegah dominasi mutlak dari satu pabrikan tertentu dalam memasok unit motor di grid sirkuit.

Dalam konsensus tertulis tersebut, setiap pabrikan manufaktur kelak hanya diizinkan untuk menurunkan maksimal enam unit motor di lintasan, yang terbagi ke dalam satu tim pabrikan utama (factory team) dan maksimal dua tim satelit (satellite team). Aturan pembatasan kuota ini akan mengikat secara hukum dengan prasyarat minimal terdapat lima pabrikan aktif yang terdaftar dalam kejuaraan dunia.

Ditulis ulang oleh redaksi

link : https://mediaindonesia.com/olahraga/903668/regulasi-baru-motogp-2026-larangan-holeshot-device-dan-perubahan-grid

FOTO : Aksi para pembalap MotoGP(AFP/Luis ROBAYO)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: