Giri Prasta Soroti Masalah Sampah Saset di Bali
Radio Bali Heartline FM – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menyoroti perlunya kajian mendalam terhadap sampah saset. Hal ini ia sampaikan saat Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Bali Tahun 2025 di Gedung Wiswa Sabha Utama, pada Selasa, 15 Juli 2025.
Sampah Saset Sulit Terurai dan Perlu Regulasi
Menurut Giri Prasta, sampah saset yang beredar luas di pasaran merupakan salah satu jenis limbah plastik paling sulit terurai. Ia menyatakan dukungannya untuk menjadikan isu ini sebagai agenda penting dalam kebijakan lingkungan Bali.
“Sudah kami lakukan kajian terhadap saset. Tinggal waktunya nanti diputuskan, apakah tahun ini atau tahun depan,” ujar Giri.
Pembatasan AMDK Plastik Ukuran Kecil Masih Menjadi Sorotan
Selain membahas sampah saset Bali, Giri Prasta juga menanggapi polemik pembatasan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) plastik ukuran kecil, yang telah diberlakukan melalui Surat Edaran Gubernur Nomor 9 Tahun 2025. Kebijakan ini dianggap sebagian pihak tidak adil jika tidak diikuti pembatasan menyeluruh terhadap semua jenis kemasan plastik.
Gubernur Bali Dinilai Bijak Terkait Transisi Industri
Giri menyebut bahwa Gubernur Wayan Koster telah mengambil pendekatan bijak dengan memberi waktu transisi, termasuk kepada produsen besar seperti Danone.
“Beliau (Gubernur) bijak. Kita bicara anak cucu, Bali harus clean and green,” tegas Giri.
Kajian Sampah Saset Sudah Dibahas, Keputusan Menyusul
Meski belum ada keputusan resmi, Giri memastikan bahwa pembahasan sampah saset Bali telah dilakukan dan hanya tinggal menunggu waktu pengambilan keputusan.
Aktivis Lingkungan Soroti Lambatnya Regulasi Sampah Saset
Sejumlah aktivis lingkungan menyuarakan keprihatinan atas lambatnya regulasi terhadap kemasan saset dan plastik multilapis. Mereka menilai, jenis limbah ini jauh lebih sulit didaur ulang dibanding botol PET atau gelas plastik AMDK.
Sumber resmi:
Tribun Bali
