30 May 2025
Konsep Wisata Malam di Sungai Mahakam

Rudy Mas’ud Rencanakan Konsep Wisata Malam di Sungai Mahakam

Gubernur Kalimantan Timur Rencanakan Wisata Malam di Sungai Mahakam untuk Dongkrak Perekonomian Daerah

Samarinda, Kalimantan Timur – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengungkapkan rencananya untuk mengembangkan konsep wisata malam di sepanjang Sungai Mahakam Samarinda. Ia melihat potensi besar pada Sungai Mahakam yang dapat menjadi destinasi wisata baru untuk mendongkrak perekonomian daerah.

“Sungai Mahakam ini punya potensi sangat besar untuk pariwisata,” kata Rudy Mas’ud di Samarinda, Minggu (tanggal).

Syarat Utama Wisata Malam di Sungai Mahakam

Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa salah satu syarat utama untuk mewujudkan wisata malam Sungai Mahakam adalah mengurangi aktivitas pengangkutan batu bara dan tongkang di sungai pada malam hari. Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana yang nyaman bagi wisatawan, di mana mereka bisa menikmati wisata susur sungai tanpa gangguan aktivitas industri.

“Pada malam hari, Sungai Mahakam harus dimanfaatkan lebih baik, untuk wisata susur sungai dan konsep kreatif pariwisata lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, dengan menciptakan suasana yang lebih santai dan teratur di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur bisa menarik lebih banyak wisatawan dan pebisnis. Hal ini dapat menghidupkan perekonomian daerah dan menambah pendapatan asli daerah.

Inspirasi dari Destinasi Wisata Terkenal Dunia

Gubernur Rudy Mas’ud juga mengungkapkan bahwa Sungai Mahakam bisa diubah menjadi destinasi serupa dengan tempat-tempat terkenal dunia seperti Sungai Nil di Kairo, Mesir atau Sungai Shanghai di Tiongkok. Ia menyebutkan bahwa keindahan Sungai Mahakam di malam hari, dengan kerlap-kerlip lampu kota, dapat menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan.

“Kalau malam tidak ada kapal ponton, kita bisa hidupkan Sungai Mahakam seperti di Shanghai, Vietnam, Kamboja, Filipina, dan Thailand,” kata Rudy Mas’ud.

Tata Kelola Lalu Lintas Sungai Mahakam yang Lebih Baik

Gubernur Rudy juga mengingatkan tentang pentingnya pengaturan lalu lintas sungai yang lebih baik. Menurutnya, aktivitas pengangkutan batu bara yang dilakukan malam hari dapat berisiko bagi keselamatan lalu lintas di sungai, terutama jika ada kecelakaan seperti penabrakan pilar jembatan oleh ponton.

“Kan tidak menarik saat wisatawan sedang berwisata di Sungai Mahakam, tiba-tiba ada kabar pilar jembatan ditabrak ponton lagi,” ujarnya.

Selain itu, Rudy Mas’ud juga berharap agar tata kelola lalu lintas Sungai Mahakam lebih diperhatikan ke depannya. Dengan cara ini, selain mendongkrak perekonomian, pengerukan sungai juga bisa membantu mengurangi potensi banjir di Kota Samarinda.

Sejarah Sungai Mahakam sebagai Jalur Perdagangan

Sungai Mahakam telah lama dikenal sebagai urat nadi penting jalur perdagangan di Kalimantan Timur. Selain menjadi jalur transportasi angkutan bahan pokok ke wilayah hulu Mahakam, sungai ini juga menjadi rute utama bagi pengangkutan batu bara yang melintas setiap hari. Bahkan, di masa lalu, hasil hutan dari Kalimantan Timur juga banyak yang melintasi sungai ini.

Dengan potensi besar ini, Gubernur Rudy Mas’ud berharap wisata malam Sungai Mahakam bisa menjadi solusi untuk mendongkrak perekonomian sekaligus memperkenalkan keindahan alam Kalimantan Timur ke dunia internasional.

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: