22 July 2026
Dokter spesialis mata dr. Rien Widyasari SpM saat memberikan pemaparan mengenai persiapan dan perawatan prosedur LASIK mata

LASIK: Ketahui Persiapan dan Perawatan Agar Hasil Penglihatan Lebih Optimal

Radio Tangerang Heartline FM – Bagi banyak orang yang sehari-hari bergantung pada kacamata atau lensa kontak, LASIK menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan penglihatan yang lebih jelas tanpa alat bantu. Namun, sebelum memutuskan menjalani prosedur ini, penting untuk memahami bahwa LASIK bukan sekadar tindakan menghilangkan minus atau silinder, melainkan prosedur medis yang memerlukan pemeriksaan menyeluruh.

Dalam program Ngobrol Kesehatan (Ngobres) bersama KMN EyeCare di Heartline Radio, dr. Rien Widyasari, Sp.M (Dokter Spesialis Mata), menjelaskan bahwa LASIK merupakan tindakan bedah menggunakan laser untuk membentuk kembali kornea mata sehingga mampu memperbaiki gangguan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, maupun astigmatisme (silinder). Prosesnya berlangsung cepat, tanpa rawat inap, menggunakan anestesi tetes mata, dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit.

Syarat dan Kriteria Pasien LASIK

Meski demikian, tidak semua orang dapat langsung menjalani LASIK. dr. Rien menjelaskan bahwa pasien ideal harus memenuhi kriteria berikut:

  • Berusia minimal 18 tahun.

  • Ukuran minus atau silinder sudah stabil selama kurang lebih satu tahun.

  • Kondisi mata sehat dan tidak memiliki penyakit tertentu seperti katarak atau infeksi.

  • Wanita hamil/menyusui serta penderita diabetes yang belum terkontrol disarankan menunda prosedur hingga kondisinya memungkinkan.

Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara menyeluruh menjadi langkah penting untuk menentukan apakah seseorang benar-benar merupakan kandidat yang tepat untuk menjalani LASIK.

Mitos dan Fakta Seputar Prosedur LASIK

Banyak mitos yang beredar mengenai LASIK, mulai dari anggapan bahwa tindakan ini bisa menyebabkan kebutaan hingga keyakinan bahwa minus pasti akan kembali beberapa tahun setelah operasi.

Menurut dr. Rien, risiko komplikasi memang selalu ada dalam setiap tindakan medis, tetapi kemungkinan terjadinya sangat kecil jika prosedur dilakukan sesuai standar dan pasien mematuhi seluruh anjuran dokter. Hasil LASIK pun relatif stabil dalam jangka panjang, meskipun pada sebagian kecil pasien masih mungkin terjadi perubahan penglihatan seiring bertambahnya usia atau kondisi mata tertentu. Karena itu, keberhasilan LASIK tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kondisi mata masing-masing dan kepatuhan terhadap proses pemulihan.

Perawatan Pascaoperasi untuk Hasil Optimal

Setelah menjalani LASIK, pasien umumnya sudah mulai merasakan peningkatan penglihatan dalam waktu 24 jam. Selama masa pemulihan, dokter akan memberikan obat tetes mata berupa antibiotik, antiinflamasi, dan air mata buatan untuk membantu penyembuhan serta mengurangi rasa kering pada mata.

Beberapa anjuran penting pasca-tindakan meliputi:

  • Menghindari mengucek mata.

  • Tidak memakai riasan mata selama sekitar dua minggu.

  • Melindungi mata dari debu dan paparan sinar matahari dengan kacamata pelindung.

  • Melakukan kontrol rutin setelah tindakan untuk memastikan proses penyembuhan berjalan optimal.

Dengan pemeriksaan yang tepat, teknologi modern, serta kepatuhan terhadap perawatan pascaoperasi, LASIK dapat menjadi solusi yang aman dan efektif bagi masyarakat yang ingin menikmati kualitas penglihatan yang lebih baik tanpa bergantung pada kacamata atau lensa kontak.

Foto : SS Youtube Heartline Network

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=sACOQHOhBkc

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: