Bebas Buta Katarak: Kenali Penyebab, Gejala, dan Pentingnya Pemeriksaan Mata Sejak Dini
Radio Tangerang Heartline FM – Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sangat penting karena menjadi jendela manusia untuk melihat dan menerima berbagai informasi dari lingkungan sekitar. Namun, seiring bertambahnya usia, fungsi penglihatan dapat mengalami penurunan. Salah satu penyebab gangguan penglihatan yang paling banyak terjadi adalah katarak.
Dalam program Bincang Sehat bersama Primaya Hospital Pasar Kemis di Youtube Heartline Network, dokter spesialis mata dr. Olly Congga, Sp. M (Dokter Spesialis Mata Primaya Hospital Pasar Kemis) menjelaskan bahwa katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan yang sebenarnya dapat ditangani atau bersifat reversibel apabila mendapatkan pengobatan yang tepat.
Katarak Terjadi karena Proses Penuaan Lensa Mata
Menurut dr.ollyKongga, katarak merupakan kondisi ketika lensa mata mengalami kekeruhan akibat proses penuaan.
“Katarak itu sebenarnya adalah proses penuaan, seperti halnya kulit yang mengalami keriput atau rambut yang memutih. Katarak juga merupakan bagian dari proses aging,” jelasnya.
Lensa mata berfungsi sebagai penyaring cahaya yang masuk ke mata. Sejak seseorang lahir hingga usia lanjut, lensa mata terus bekerja menerima paparan cahaya, termasuk sinar ultraviolet (UV) dari matahari maupun sumber cahaya lainnya.
Seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan komposisi air dan protein di dalam lensa mata. Protein mengalami proses denaturasi sehingga menyebabkan lensa menjadi keruh. Kondisi inilah yang membuat seseorang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
Pada negara tropis seperti Indonesia, risiko katarak dapat muncul lebih cepat karena paparan sinar UV yang lebih tinggi. Jika di negara subtropis katarak sering terjadi sekitar usia 65 tahun, di Indonesia proses tersebut dapat mulai terjadi sekitar usia 50 tahun.
Gejala Katarak yang Perlu Diwaspadai
Dr.ollymenjelaskan beberapa tanda yang sering dirasakan penderita katarak, antara lain:
- Penglihatan terasa berkabut atau seperti melihat melalui air terjun.
- Sering mengganti kacamata tetapi penglihatan tetap tidak membaik.
- Mata terasa silau terutama ketika terkena cahaya terang.
- Penglihatan semakin buram secara perlahan.
- Kesulitan melihat pada jarak tertentu.
“Banyak pasien datang dengan keluhan seperti melihat berkabut, seperti ada air terjun, atau sudah berkali-kali mengganti kacamata tetapi tetap tidak bisa melihat jelas,” ungkapnya.
Meskipun sering dikaitkan dengan usia lanjut, katarak sebenarnya dapat terjadi pada berbagai usia. Beberapa jenis katarak antara lain:
- Katarak Kongenital
Katarak yang terjadi sejak bayi lahir akibat gangguan perkembangan lensa saat dalam kandungan. - Katarak Developmental
Terjadi setelah usia satu tahun akibat perkembangan tertentu pada mata. - Katarak Juvenil
Terjadi pada usia remaja hingga sekitar usia 40 tahun. - Katarak Senilis
Jenis katarak akibat proses penuaan yang biasanya muncul setelah usia 50 tahun. - Katarak Sekunder
Terjadi akibat faktor lain seperti trauma mata, penggunaan obat steroid dalam jangka panjang, diabetes, maupun penyakit peradangan mata.
Katarak Tidak Bisa Disembuhkan dengan Obat
Banyak masyarakat masih berharap katarak dapat hilang hanya dengan obat tetes mata. Namun, dr.ollymenegaskan bahwa hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan katarak.
“Katarak terjadi karena perubahan anatomi pada lensa mata. Karena penyebabnya adalah kekeruhan lensa, maka penanganannya adalah mengganti bagian yang mengalami masalah melalui operasi,” jelasnya.
Operasi katarak menjadi satu-satunya metode yang dapat mengembalikan fungsi penglihatan akibat kekeruhan lensa.
Operasi Katarak Kini Lebih Aman dan Cepat
Perkembangan teknologi membuat tindakan operasi katarak saat ini jauh berbeda dibandingkan masa lalu.
Dr.ollymenjelaskan bahwa saat ini operasi katarak menggunakan metode fakoemulsifikasi, yaitu teknik operasi dengan sayatan kecil kurang dari 3 milimeter.
“Dengan teknologi sekarang, katarak dihancurkan menggunakan gelombang ultrasound melalui sayatan kecil sehingga tidak perlu dilakukan jahitan seperti metode lama,” katanya.
Proses operasi bahkan dapat dilakukan dalam waktu sekitar 15 menit dan pasien umumnya tidak perlu menjalani rawat inap.
Setelah operasi, pemulihan penglihatan biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan dengan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi mata tetap baik.
Jangan Menunda Operasi Katarak
Menunda pengobatan katarak dapat menyebabkan kondisi semakin berat. Awalnya penderita mungkin hanya mengalami penglihatan sedikit buram, namun lama-kelamaan dapat berkembang menjadi hanya mampu melihat bayangan bahkan cahaya.
Selain itu, katarak yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi seperti glaukoma sekunder yang dapat menyebabkan kebutaan permanen.
“Kalau katarak dibiarkan, bisa terjadi efek domino. Katarak dapat menyebabkan peningkatan tekanan bola mata, kemudian merusak saraf mata hingga menyebabkan kebutaan yang tidak dapat dikembalikan,” jelas dr. Oli.
Cara Menjaga Kesehatan Mata
Walaupun proses penuaan tidak dapat dihentikan, masyarakat tetap dapat menjaga kesehatan mata dengan beberapa langkah, seperti:
- Mengurangi paparan langsung sinar UV.
- Menggunakan kacamata dengan perlindungan anti UV.
- Menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat berada di bawah matahari.
- Melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
- Menjaga pola hidup sehat dan mengontrol penyakit seperti diabetes.
Untuk penggunaan gadget, dr.ollymenegaskan bahwa gadget tidak menyebabkan katarak, tetapi dapat menyebabkan masalah lain seperti mata lelah dan peningkatan risiko mata minus.
Ia menyarankan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 feet atau sekitar 6 meter.
Pentingnya Screening Mata Sejak Usia 40 Tahun
Dr.ollymengimbau masyarakat mulai melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama memasuki usia 40 tahun karena mulai terjadi proses penuaan pada organ mata.
Bagi masyarakat tanpa riwayat penyakit mata, pemeriksaan dapat dilakukan setiap dua tahun sekali. Namun, bagi yang memiliki keluarga dengan riwayat glaukoma atau penyakit mata tertentu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap tahun.
“Pemeriksaan mata penting karena beberapa penyakit mata tidak selalu memberikan gejala di awal. Dengan screening, kita bisa menemukan masalah lebih cepat dan memberikan penanganan yang tepat,” tutup dr. Oli.
Melalui edukasi kesehatan mata ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa katarak bukanlah akhir dari penglihatan. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, risiko kebutaan akibat katarak dapat dicegah dan kualitas hidup dapat tetap terjaga.
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=blRgxMmw8Qk&list=PLq3TKKy-o2QEQKQvLDiA3r5S3wRpiM_JN&index=2
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
