27 July 2026

Hari Nyeruit Nasional: Bu Lin Luncurkan Gerakan UMKM Lampung Mendunia

Budaya dan Ekonomi Bertemu di Hari Nyeruit Nasional

Radio Lampung Heartline FM – Perayaan Hari Nyeruit Nasional 2026 di Ballroom Golden Tulip Springhill, Bandar Lampung, Sabtu (25/7), menjadi momentum penting dalam melestarikan budaya sekaligus menguatkan UMKM daerah. Tradisi nyeruit makan bersama dengan ikan, sambal, dan lalapan ditegaskan sebagai simbol kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan.

Bu Lin Owner Sambal Seruit Buk Lin

Seruit, kuliner khas Lampung yang selama ini identik dengan kebersamaan, kini dimaknai lebih luas. Pada Hari Nyeruit Nasional ke-4 di Bandar Lampung, hidangan tradisional ini dijadikan simbol lahirnya pelaku usaha lokal yang siap bersaing hingga ke pasar internasional.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, melalui tayangan video, menekankan bahwa tradisi ini harus terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas bangsa.

 

The Next Local Hero 2026

Pemilik Sambal Seruit Bu Lin, Elinawati, meresmikan komunitas The Next Local Hero, sebuah wadah yang disiapkan untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar berkembang melalui pembinaan, jejaring usaha, hingga peluang kemitraan.

Dewan Juri

Puncak acara diramaikan dengan Grand Final The Next Local Hero, kompetisi wirausaha kuliner muda. Dari 100 UMKM yang mendaftar, tersaring empat finalis:

  • Seblak Ratu Simin
  • Dimsum 66
  • Mochino
  • Dapur Aa Asep

Hasil penilaian dewan juri menetapkan Kartika Yupitasari, owner Seblak Ratu Simin, sebagai juara utama. Ia berhak atas Rp100 juta dana pembinaan, paket liburan ke Pulau Tegal Mas, serta hadiah lainnya. Tiga finalis lain masing-masing menerima Rp5 juta.

 

Pesan dari Para Tokoh

Bu Lin Owner Sambal Seruit Buk Lin yang juga sebagai Duta Seruit Lampung mengatakan:

“Kompetisi ini bukan tujuan akhir, tapi awal perjalanan. Teruslah berinovasi dan rendah hati.”

Purnama Wulansari Mirza (Ketua TP PKK Lampung):

“Seruit itu seru tapi irit. Lebih dari sekadar kuliner, ia mengajarkan kebersamaan.”

Giring Ganesha:

“Semoga semakin banyak anak bangsa mencintai budayanya dan mengembangkan potensi lokal.”

 

Makna dan Dampak

  • Pelestarian budaya: Tradisi nyeruit diperkuat sebagai identitas Lampung.
  • UMKM naik kelas: Kompetisi melahirkan generasi muda kreatif yang siap membawa kuliner Lampung ke panggung nasional.
  • Pariwisata kuliner: Lampung tak hanya destinasi wisata alam, tetapi juga kuliner khas yang berpotensi menarik wisatawan.

Hari Nyeruit Nasional 2026 membuktikan bahwa budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Dari meja makan sederhana hingga panggung kompetisi, Lampung melahirkan pahlawan lokal baru yang siap mengharumkan nama daerah. Seblak Ratu Simin adalah bukti bahwa cita rasa lokal bisa menjadi ikon nasional.

Seruit bukan sekadar makanan, tapi simbol kebersamaan dan keberanian. Dari meja makan sederhana di Lampung, Bu Lin ingin menyalakan api semangat agar UMKM lokal bisa melangkah ke panggung dunia. Dari seruit, Lampung menuju global.

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: