09 September 2026
Audy April membahas tentang memenuhi gizi seimbang dengan kedelai sebagai sumber protein nabati.

Menjaga Gizi Seimbang, Kedelai Jadi Salah Satu Sumber Protein Nabati

Radio Tangerang Heartline FM — Menjaga pola makan bergizi seimbang menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan kesehatan dan kebugaran tubuh. Pemenuhan nutrisi tidak hanya bergantung pada karbohidrat, tetapi juga membutuhkan protein, vitamin, mineral, lemak sehat, serat, serta kecukupan cairan.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam program radio heartline yang mengangkat tema “Sehat dan Seimbang dengan Soya”, yang menghadirkan ahli gizi, Audy April, S.Gz., RD dan Airin Levina ,Brand Owner pada selasa (08/09).

Audy menjelaskan bahwa penerapan gizi seimbang dapat dilakukan melalui sejumlah prinsip dasar. Salah satunya adalah mengonsumsi makanan yang beragam dengan komposisi karbohidrat, protein hewani maupun nabati, sayuran, dan buah-buahan.

Selain memperhatikan asupan makanan, masyarakat juga dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih, aktif bergerak setidaknya sekitar 30 menit setiap hari, serta memantau berat badan secara berkala.

Kedelai, Sumber Protein Nabati

Dalam pemenuhan kebutuhan protein, masyarakat dapat memperoleh protein dari sumber hewani maupun nabati. Protein hewani antara lain berasal dari telur, ayam, daging dan ikan, sedangkan protein nabati dapat diperoleh dari berbagai jenis kacang-kacangan.

Kedelai menjadi salah satu sumber protein nabati yang mendapat perhatian karena kandungan proteinnya. Dalam perbincangan tersebut disebutkan, kedelai juga mengandung sembilan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh dan tidak dapat diproduksi sendiri.

Kandungan tersebut membuat protein kedelai dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi kebutuhan protein sehari-hari.

Kebutuhan protein sendiri berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh usia serta kondisi tubuh. Anak-anak, orang dewasa hingga lansia memiliki kebutuhan yang berbeda. Orang dalam kondisi tertentu, termasuk mereka yang sedang menjalani pemulihan, juga dapat memiliki kebutuhan protein yang berbeda.

Penting bagi Lansia

Asupan protein menjadi semakin penting ketika seseorang memasuki usia lanjut. Salah satu masalah yang dapat terjadi pada lansia adalah sarkopenia, yaitu penurunan massa otot yang berkaitan dengan proses penuaan.

Karena itu, pemenuhan protein dan aktivitas fisik perlu mendapat perhatian sejak usia muda hingga lanjut usia.

Protein yang cukup dapat membantu mempertahankan massa otot. Sementara itu, protein berkualitas yang mengandung asam amino esensial dapat mendukung proses pembentukan protein di dalam tubuh.

Kedelai juga memiliki kandungan isoflavon yang dikenal sebagai salah satu senyawa antioksidan.

Bukan Sekadar Jumlah Kalori

Dalam memilih makanan atau minuman untuk mendukung pola makan sehat, masyarakat juga perlu memperhatikan komposisi nutrisi, bukan hanya jumlah kalorinya.

Produk nutrisi berbasis kedelai yang dibahas dalam program tersebut, misalnya, disebut memiliki kandungan protein, vitamin, mineral, serat dan antioksidan.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Entrasoy, produk berbasis 100 persen protein nabati dari kedelai. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam acara, satu sajian Entrasoy mengandung sekitar 160 kilokalori dan 9–10 gram protein.

Namun, kebutuhan setiap individu tetap berbeda. Karena itu, konsumsi produk nutrisi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing dan tidak menggantikan prinsip makan beragam dan seimbang.

Pilihan bagi yang Sensitif terhadap Laktosa

Susu berbasis kedelai juga dapat menjadi alternatif bagi sebagian orang yang mengalami sensitivitas terhadap laktosa dalam susu sapi.

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh menghasilkan enzim laktase dapat menurun pada sebagian orang. Kondisi tersebut dapat membuat konsumsi produk susu tertentu menimbulkan gangguan pencernaan.

Susu berbasis kedelai dapat menjadi salah satu alternatif, terutama bagi mereka yang perlu membatasi konsumsi laktosa.

Meski demikian, pemilihan produk tetap perlu memperhatikan kandungan nutrisi dan informasi nilai gizi pada kemasan.

Diet Tidak Hanya soal Mengurangi Kalori

Pembahasan mengenai kedelai juga dikaitkan dengan pola makan untuk menjaga atau menurunkan berat badan.

Diet pada dasarnya bukan sekadar mengurangi jumlah makanan atau kalori secara drastis, melainkan mengatur pola makan sesuai kebutuhan tubuh.

Untuk menurunkan berat badan, prinsip yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan energi. Namun, mengurangi kalori tanpa memperhatikan kualitas nutrisi juga bukan pilihan yang ideal.

Protein, vitamin, mineral, serat dan nutrisi lainnya tetap dibutuhkan agar tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Untuk itu, masyarakat disarankan memperhatikan informasi nilai gizi dan komposisi produk sebelum mengonsumsinya.

Tetap Utamakan Pola Makan Seimbang

Kedelai dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein nabati, tetapi bukan berarti menjadi satu-satunya sumber nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Pola makan tetap perlu dilengkapi dengan karbohidrat, protein, sayuran, buah-buahan, lemak sehat dan air yang cukup. Aktivitas fisik serta pemantauan kondisi tubuh juga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.

Pesan utama dari pembahasan tersebut adalah bahwa menjaga kesehatan membutuhkan konsistensi. Pilihan makanan yang lebih baik perlu berjalan beriringan dengan pola hidup aktif dan penerapan gizi seimbang.

Dengan demikian, kedelai dan produk berbasis protein kedelai dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan protein, khususnya ketika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan sesuai kebutuhan tubuh.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=KCeMvklZ87c

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: