21 October 2026
Ilustrasi - Pdt. Dr. Christian J. Lasut memaparkan topik teologi pemuliaan dalam Kristus bersama pembawa acara Timo di program Let Us Reason Together Heartline FM

Pemuliaan dalam Kristus, Puncak Keselamatan Orang Percaya

Radio Tangerang Heartline FM – Pemuliaan dalam Kristus merupakan tahap akhir dari rangkaian keselamatan bagi orang percaya. Melalui pemuliaan, umat yang telah menerima keselamatan di dalam Yesus Kristus pada akhirnya akan mengalami kesempurnaan hidup bersama Allah, terbebas dari dosa, penderitaan, dan kematian. Pemahaman tersebut dibahas dalam program Let Us Reason Together yang menghadirkan Pendeta Dr. Christian J. Lasut sebagai narasumber.

Dalam episode kedelapan pembahasan mengenai aplikasi karya pemilihan dan penebusan Allah dalam Kristus, Pdt. Christian menjelaskan bahwa pemuliaan atau glorification merupakan bagian terakhir dari delapan aspek penerapan keselamatan melalui karya Roh Kudus.

Ia menguraikan bahwa rangkaian tersebut mencakup panggilan umum dan efektif, pembaruan, pertobatan dan iman, pembenaran, pengudusan, pengadopsian sebagai anak Allah, hingga pemuliaan. Seluruh proses tersebut berpusat pada karya Allah melalui Yesus Kristus dan penerapannya oleh Roh Kudus.

Menurut Pdt. Christian, dosa telah membuat manusia kehilangan kemuliaan yang semula dimiliki ketika diciptakan Allah. Namun, melalui karya penebusan Yesus Kristus, orang percaya memperoleh kembali pengharapan untuk menikmati kemuliaan Allah secara sempurna.

“Pemuliaan atau glorification merupakan tahap akhir keselamatan, di mana keselamatan orang pilihan disempurnakan sepenuhnya,” jelasnya dalam pemaparan tersebut.

Penderitaan Saat Ini Tidak Sebanding dengan Kemuliaan Kekal

Pdt. Christian menjelaskan bahwa pemuliaan tidak hanya berkaitan dengan kehidupan yang akan datang, tetapi juga memiliki dampak terhadap kehidupan orang percaya saat ini. Ia merujuk pada Roma 8:18 yang menyatakan bahwa penderitaan zaman sekarang tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada umat Tuhan.

Menurutnya, pengharapan akan kemuliaan kekal seharusnya menolong orang percaya menghadapi berbagai pergumulan hidup dengan iman. Penderitaan bukan alasan untuk kehilangan pengharapan, melainkan kesempatan untuk terus bertumbuh dalam karakter yang semakin menyerupai Kristus.

Ia juga mengacu pada 2 Korintus 3:18, yang menjelaskan bahwa orang percaya diubahkan menjadi semakin serupa dengan gambaran Tuhan melalui pekerjaan Roh Kudus.

Dengan demikian, kemuliaan Allah seharusnya mulai terlihat dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui sikap, perkataan, maupun tindakan. Orang percaya dipanggil untuk mencerminkan karakter Kristus di tengah keluarga, lingkungan pekerjaan, kehidupan bergereja, dan pergaulan sosial.

Pemuliaan Berpusat pada Kristus

Lebih lanjut, Pdt. Christian menegaskan bahwa pemuliaan tidak diperoleh melalui usaha manusia semata, jabatan, gelar, ataupun kedudukan dalam organisasi gereja. Pemuliaan sepenuhnya bersumber dari Yesus Kristus dan merupakan bagian dari anugerah Allah.

Ia menjelaskan bahwa kesempurnaan pemuliaan akan dinyatakan ketika Kristus datang kembali. Pada saat itu, orang percaya akan dibangkitkan dengan tubuh yang mulia, terbebas dari dosa, penderitaan, dan kematian, serta menikmati persekutuan yang sempurna dengan Allah.

Ia juga merujuk pada Filipi 3:20–21 mengenai pengharapan bahwa Tuhan Yesus akan mengubah tubuh manusia yang hina menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.

Untuk itu, pengharapan akan kehidupan kekal seharusnya tidak membuat orang percaya mengabaikan kehidupan masa kini. Sebaliknya, pengharapan tersebut menjadi dasar untuk menjalani hidup dengan tanggung jawab, kekudusan, dan kesetiaan kepada Tuhan.

Kembali kepada Kasih yang Mula-Mula

Dalam sesi dialog bersama pembawa acara Timo, Pdt. Christian turut mengingatkan pentingnya memelihara kasih kepada Tuhan di tengah berbagai kesibukan dan pergumulan hidup.

Ia mengatakan bahwa orang percaya dapat mengalami masa-masa jatuh bangun dalam perjalanan iman. Namun, kondisi tersebut seharusnya mendorong seseorang untuk mengevaluasi diri, bertobat, dan kembali kepada kasih yang mula-mula.

Pdt. Christian membedakan pertobatan yang berkaitan dengan penerimaan keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus dari pertobatan sehari-hari ketika seseorang menyadari dosa dan kegagalannya.

Menurutnya, orang percaya perlu terus membuka diri terhadap pimpinan Roh Kudus agar mampu meninggalkan kebiasaan berdosa dan menjalani kehidupan yang semakin sesuai dengan kehendak Allah.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang perlu membuat keputusan secara terus-menerus untuk tidak mengikuti keinginan daging, melainkan memilih hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.

Karakter Kristus Menjadi Kesaksian bagi Dunia

Pada bagian akhir pembahasan, Pdt. Christian menekankan bahwa pengenalan terhadap ajaran Kristus harus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Dunia tidak hanya membutuhkan penjelasan mengenai iman Kristen, tetapi juga kesaksian melalui karakter orang percaya.

“Yang dibutuhkan bagaimana itu dihidupi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa karakter yang mencerminkan Kristus merupakan bagian penting dari kesaksian iman. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk memperlihatkan kasih, kekudusan, kesetiaan, dan kehidupan yang memuliakan Allah, bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan sehari-hari.

Pdt. Christian menutup pembahasannya dengan mengingatkan bahwa kehidupan saat ini merupakan perjalanan menuju kemuliaan kekal. Kesadaran tersebut diharapkan menolong umat Kristen tetap teguh dalam iman, bertahan menghadapi penderitaan, serta terus bertumbuh dalam karakter Kristus.

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=FKAFntNLt34