06 May 2026
Teleskop UT4 ESO menembakkan empat laser ke langit malam di Gurun Atacama Chile

Bukan ‘Star Wars’: Inilah Alasan Teleskop Raksasa Menembakkan Laser ke Langit Malam

Radio Tangerang Heartline FM – Langit malam di atas Observatorium Paranal, Chile, baru-baru ini dihiasi oleh pemandangan spektakuler. Empat pilar cahaya kuning terang melesat dari fasilitas Very Large Telescope Interferometer (VLTI) milik European Southern Observatory (ESO). Meski tampak seperti adegan film fiksi ilmiah, laser-laser ini adalah kunci utama astronomi modern untuk melihat galaksi jauh dengan kejernihan maksimal.

Menciptakan “Bintang Buatan” di Langit

Mengamati bintang dari Bumi selalu memiliki tantangan besar: Atmosfer. Turbulensi udara, perubahan suhu, dan debu seringkali membuat objek langit tampak kabur atau berkelip. Untuk mengatasi ini, para ilmuwan menggunakan teknologi Four Laser Guide Star Facility.

Bagaimana cara kerjanya?

  1. Tembakan Laser: Empat sinar laser ditembakkan ke lapisan atmosfer setinggi 90 kilometer.
  2. Interaksi Atom: Sinar ini mengenai atom natrium (sisa debu meteor) yang berada di lapisan tersebut.
  3. Bintang Referensi: Atom-atom tersebut berpendar, menciptakan titik cahaya yang berfungsi sebagai “bintang buatan”.

Teknologi Adaptive Optics: Cermin yang Bergerak

“Bintang buatan” ini kemudian menjadi panduan bagi sistem Adaptive Optics pada teleskop. Teknologi ini mampu mendeteksi seberapa besar gangguan atmosfer yang terjadi pada saat itu.

Hebatnya, cermin teleskop akan menyesuaikan bentuknya secara otomatis ratusan kali per detik berdasarkan data dari laser tersebut. Hasilnya? Distorsi atmosfer bisa dihilangkan, dan gambar objek yang berjarak jutaan tahun cahaya—seperti Nebula Tarantula di galaksi Large Magellanic Cloud—menjadi jauh lebih tajam dan detail.

Fakta Menarik Fasilitas VLTI:

  • Lokasi: Gurun Atacama, Chile (salah satu tempat terkering dan tergelap di Bumi).
  • Target: Objek redup dan jauh yang sulit dijangkau teleskop konvensional.
  • Visual: Sinar laser yang membelah langit sering kali membuat observatorium ini terlihat seperti lokasi syuting film luar angkasa.

Foto yang dirilis awal Mei 2026 ini menunjukkan kemegahan unit teleskop UT4. Alih-alih menjadi senjata penghancur, laser-laser ini adalah simbol perdamaian dan rasa ingin tahu manusia untuk membuka rahasia penciptaan bintang-bintang masif di alam semesta.

 

Ditulis ulang oleh redaksi

link : https://mediaindonesia.com/teknologi/887051/ilmuwan-pakai-laser-untuk-mengurangi-distorsi-atmosfer-saat-mengamati-bintang

FOTO : Potret menampilkan  kemegahan UT4, salah satu dari empat teleskop berdiameter 8 meter milik Very Large Telescope (VLT) milik ESO. Dengan latar langit penuh bintang di Observatorium Paranal, teleskop ini jauh lebih dari sekadar pengamat pasif. Dari dalam ku(Doc ESO)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: