Hadapi Ancaman Iran, Uni Emirat Arab dan Israel Bentuk Dana Bersama untuk Kembangkan Sistem Senjata Baru
Radio Tangerang Heartline FM – Hubungan diplomatik dan militer antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel dilaporkan memasuki babak baru yang kian erat. Kedua negara dikabarkan telah sepakat membentuk dana bersama untuk mengakuisisi dan mengembangkan sistem persenjataan mutakhir. Langkah strategis ini diambil guna merespons eskalasi ketegangan regional pasca-konfrontasi bersenjata melawan Iran.
Berdasarkan laporan dari media Middle East Eye yang mengutip keterangan dari pejabat serta mantan pejabat Amerika Serikat (AS), pakta pertahanan baru ini akan berfokus pada pengadaan bersama sistem pertahanan udara terintegrasi dan teknologi penangkal pesawat nirawak (drone). Melalui kemitraan ini, UEA juga disebut akan mengucurkan modal finansial besar untuk mendanai riset teknologi pertahanan udara Israel.
Fokus pada Teknologi Anti-Drone dan Iron Dome
Sektor utama yang menjadi prioritas dari dana bersama ini adalah pengembangan Counter-Unmanned Aircraft Systems (C-UAS) atau sistem antipesawat nirawak serta perangkat pertahanan udara berlapis lainnya. Kerja sama ini dinilai sangat logis oleh para pengamat pertahanan mengingat adanya simbiosis mutualisme antara kapasitas finansial UEA dan keunggulan teknologi militer Israel.
“Hubungan Emirat Arab-Israel adalah yang terbaik yang pernah ada. Ini adalah kerja sama paling dekat yang pernah dimiliki Israel dengan negara Arab. Israel memiliki teknologi tetapi kekurangan sumber daya, sedangkan Emirat Arab memiliki sumber daya tetapi kekurangan teknologi,” ujar Yoel Guzansky, peneliti senior di Institute for National Security Studies, Tel Aviv.
Urgensi pembentukan dana bersama ini kian menguat menyusul insiden serangan pada Februari lalu, di mana Iran meluncurkan ribuan drone dan rudal ke kawasan Teluk sebagai respons atas ketegangan dengan aliansi AS-Israel.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengonfirmasi bahwa selama periode konflik tersebut, Israel telah mengerahkan unit sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personel militernya langsung ke wilayah Uni Emirat Arab untuk mengamankan wilayah udara Teluk.
Kronologi Penguatan Aliansi Militer UEA-Israel
Kemitraan pertahanan yang masif ini merupakan kelanjutan dari normalisasi hubungan kedua negara yang diinisiasi melalui Abraham Accords pada tahun 2020. Berikut adalah beberapa pencapaian integrasi taktis kedua negara:
- Agustus 2020: Penandatanganan Abraham Accords, membuka hubungan diplomatik resmi.
- Juni 2025: Perusahaan pertahanan pelat merah UEA, Edge Group, resmi mengakuisisi 30% saham perusahaan Israel, Thirdeye Systems, yang bergerak di bidang teknologi drone berbasis kecerdasan buatan (AI).
- Mei 2026: Pembentukan dana bersama pertahanan udara pasca-perang regional, yang diperkuat oleh kunjungan rahasia Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke UEA.
Polarisasi Strategi Keamanan di Kawasan Teluk
Meningkatnya ancaman rudal dan drone dari Teheran, serta ketidakpastian jalur perdagangan di Selat Hormuz, membuat negara-negara Teluk mulai mendiversifikasi strategi keamanan mereka. Pengamat dari Eurasia Group, Firas Maksad, menilai bahwa semakin konfrontatif hubungan kawasan dengan Iran, maka UEA akan semakin merapat ke pihak Israel guna membangun tameng keamanan kolektif.
Menariknya, langkah yang diambil UEA ini memperlihatkan adanya polarisasi strategi di Timur Tengah. Berbeda dengan Abu Dhabi yang memilih berkoalisi erat dengan Tel Aviv, Arab Saudi justru lebih memilih untuk memperluas jaringan keamanan tradisionalnya dengan menggandeng kekuatan militer regional lain seperti Pakistan, Turki, dan Mesir demi menjaga stabilitas nasional mereka.
Hingga saat ini, baik kedutaan besar Israel maupun Uni Emirat Arab di Washington masih memilih untuk tidak memberikan komentar resmi terkait rincian nilai total dana bersama tersebut.
Ditulis ulang oleh redaksi
FOTO :Seorang pengunjung melihat melalui teropong senapan sniper dalam acara International Defence Exhibition di Abu Dhabi National Exhibition Centre, pada 20 Februari 2023.(Ryan Lim/AFP)
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
